
Ditempat lain...
"Selamat datang tuan Nizam" ucap seseorang pada Nizam.
"terima kasih" ucap Nizam.
Setelah berjabatan, Nizam duduk di ruangan VIP restoran yang menjadi tempat pertemuannya dengan seseorang.
"jadi apa tujuan anda mengundang saya jauh-jauh kemari" tanya Nizam to the point.
"hahaha anda sangat tidak sabaran tuan nizam" ucap pria paruh baya yang duduk dihadapannya.
"perkenalkan saya Mario Jonathan, saya ingin mengajak anda bekerja sama untuk menghancurkan alson Johannes pria yang telah merebut kekasih anda intan Eka Gustiwana, apa anda tidak ingin merebutnya kembali ? bukannya dia sangat mencintai anda" ujar pria paruh baya itu.
"lantas apa tujuan anda ingin membantu saya" cerca Nizam menyelidiki.
"saya ada urusan dengan alson Johannes, dan anda berurusan dengan kekasih anda, saya rasa itu alasan yang cukup dan saya bisa membantu anda mencari bukti atas kejadian itu dengan koneksi hacker terbaik saya" ucap pria itu.
Tanpa pikir panjang lagi Nizam menyetujui kerjasama ini, dia berfikir hal ini sama-sama menguntungkan.
"sebentar lagi aku akan menikah, apa intan mau menjadi istri keduaku ??? ah tidak pernikahan ini hanya akan berjalan 9 bulan saja, setelah itu aku akan menceraikannya dan hidup bahagia bersama intan" Batin Nizam meyakinkan dirinya.
Setengah jam berlalu, Nizam dan Mario merencanakan berbagai rencana mereka mulai dari mencari bukti terlebih dahulu agar kamu memihak pada mereka.
"untuk apa ? intan pasti akan memihakku ketimbang pria sialan itu" ucap Nizam.
"dasar bocah bodoh, kalau memang kekasihmu itu memihakmu kalian sudah pasti menikah, tapi kenyataannya ? dia meninggalkanmu" ucap Mario.
Nizam terdiam, benar kata Mario kalau kamu mempercayainya dan memihaknya sudah pasti kalian sudah menikah.
"maaf tuan saya mengganggu, ada..." ucap asisten memecah keheningan.
" katakan saja disini biarkan bocah ini mendengarnya" titah Mario.
"maaf tuan kita kehilangan koneksi orang suruhan kita untuk mengintai kediaman orang tua wanita itu" jelas asistennya berat.
"apa ?? bagaimana bisa mereka hilang begitu saja" cerca Mario tak percaya.
" kemungkinan mereka sudah tertangkap tuan" jelas asistennya lagi.
__ADS_1
"dasar cucu dan kakek sama saja liciknya" hardik Mario entah pada siapa.
"wanita siapa yang kalian maksud ?" tanya Nizam bingung.
"bukan urusan anda, dia hanya wanita yang akan saya jodohkan dengan anakku" jelas Mario kemudian berdiri dari duduknya.
"sepertinya cukup sampai disini pertemuan kita, saya akan mengabari anda kalau hacker saya sudah mendapatkan bukti yang akurat" tutur Mario lagi dan pergi meninggalkan Nizam.
"dasar pria tua yang buruk, di usianya yang sudah senja seperti itu dia masih saja arrogan" gerutu Nizam sambil tersenyum kecut.
Saat dimobil Mario Jonathan...
"Hallo... nak kamu kapan akan kembali, Daddy sangat merindukanmu dimana kamu sekarang" tanya Mario pada panggilan telfonnya.
"Bara sedang berlibur di Indonesia dad, secepatnya bara akan pulang" jawab bara anak semata wayang Mario.
"Benarkah... kalau begitu cepatlah pulang nak, ayah ada calon istri yang sangat cocok bersamamu, dia juga orang Indonesia" ujar Mario lembut.
"oh yaa... seberapa cantik dia ?" sahut bara.
"akan Daddy kirim foto wanita itu setelah ini, kamu pasti akan cocok dengannya" ucap Mario.
Bara yang telah memutus panggilan telfon dari ayahnya itu kembali melanjutkan acara minum kopinya, tak lama dari itu suara notifikasi masuk pada ponselnya.
Bara membuka pesan dari Daddynya dan menerima fotomu itu.
"cantik... dari foto ini saja sangat terlihat bagaimana kepribadianmu yang sangat baik, tapi kenapa aku merasa tidak tertarik, dan wanita yang menangis itu beberapa hari ini sangat mengganggu pikiranku" ucap bar pada dirinya sendiri.
Di kediaman Fahrizal...
Semua orang sangat sibuk hari ini, pasalnya Sonia dan Nizam akan melangsungkan pernikahan besok dan ibu Sonya sangat bahagia melihat anaknya akan menikah.
Walaupun dulu rencana pernikahan Nizam denganmu batal karena kecelakaan itu, ibu Sonya tidak pernah membedakan Sonia denganmu.
Baginya siapapun wanita yang akan menikahi putranya akan tetap ikut menjadi putrinya, sama seperti saat ini, ibu Sonya menyiapkan semuanya dengan tulus dan bahagia.
"Sonia sayang ayo kita ke kamar, para WO sudah menyiapkan beberapa gaun untuk kamu kenakan besok jadi kamu harus mencobanya dulu" ujar ibu Sonya pada Sonia.
"iya Bu" sahut Sonia.
__ADS_1
"dimana Nizam ?? apa kamu melihatnya ??" tanya ibu Sonya pada Sonia.
"mas Nizam sedang ada urusan Bu, dia bilang nanti malam akan pulang" jawab Sonia.
"seberapa pentingnya urusan itu sampai dia pulang malam" ucap ibu Sonya menerka.
Sonia hanya meringis kecut atas ucapan ibu Sonya.
Ditempat lain....
Kediaman mansion alson.
Surat undangan pernikahan Nizam dan Sonia sudah kamu terima dari dua hari yang lalu, namun kamu tidak terkejut ataupun rasa sakit dihati saat melihat undangan itu.
Secara.. jika seseorang menerima undangan pernikahan orang yang dia cintai akan menikah dengan orang lain selainmu pasti akan sakit bukan !!!.
Tapi kali ini sudah tidak, hanya rasa sakit saat kamu melihat Nizam melakukan hal itu dengan wanita lain yang pernah kamu rasakan, dan sekarang rasa sakit itu sudah tidak ada lagi bahkan perasaan entah kemana.
Kamu sendiri bingung, apakah kamu sudah tidak mencintai Nizam atau hatimu sudah berpaling ke alson suamimu ??
"kamu akan datang ??" tanya alson tiba-tiba mengagetkanmu.
"astaga.. bisakah kamu tidak mengagetkanku" ujarmu pada alson.
"maaf sayang, apakah kamu akan menghadiri acara itu ?" tanya alson sekali lagi.
"ya kita akan menghadirinya" jawabmu.
"apa ?? kita ??" ucap alson.
"iya kita... kamu tidak mau menemani istrimu ?? tidak masalah aku akan mengajak Riko saja" ucapmu kesal pada alson.
"tidak bisa.. aku suamimu jadi kemanapun kamu pergi hanya aku yang boleh disampingmu" sahut alson cepat.
"ya sudah aku mau mandi dulu" ucapmu dengan senyum kecil dibibirmu.
"kenapa kamu ingin menghadiri pernikahan Nizam dan Sonia, apa kamu tidak bisa melupakannya, apa kamu belum mencintaiku" Batin alson sembari melihat punggungmu menghilang dari balik pintu kamar mandi.
To be continue.... ❤️
__ADS_1