
Seminggu sudah kamu tinggal di Amerika, setiap harinya kamu lalui dengan bahagia bersama alson, walaupun rasa cinta itu belum ada tapi kamu merasa nyaman bersamanya.
"Hay... sedang apa melamun disini" ucap seseorang di belakangmu.
"ah iya... aku hanya menikmati indahnya taman mansion ini, kamu mendesignnya dengan sangat baik" balasmu benar apa adanya.
"bukan aku sayang, tapi arsitek yang membuatnya" elaknya padamu dan mengulurkan tangannya.
"hmm.. oke tidak akan ada yang bisa membantahmu" ucapmu pasrah menerima uluran tangannya.
"kamu benar" ucapnya tulus dan berjalan beriringan denganmu masuk kedalam mansion.
Makan malam telah siap, para maid berdiri di belakang meja makan menunggu kalian selesai makan malam.
Sudah peraturan di mansion ini setiap orang yang tinggal disini tidak boleh ada yang makan sebelum pemilik rumah menyelesaikan acara makannya.
"Riko apa sudah kamu siapkan keperluanku di kantor" tanya alson pada pada Riko.
"sudah tuan" jawab Riko sigap.
"apa kamu akan segera masuk kantor ?" tanyamu menyela pembicaraan mereka.
"iya sayang, besok aku sudah mulai jadwal kantorku" jawab alson.
"apa sekretarismu cantik ?" tanyamu ragu.
Mendengar itu alson hanya membulatkan matanya mencerna pertanyaanmu, hingga pemikiran licik tersirat dalam otaknya.
"apa kamu takut kalau aku akan menyukai sekretarisku" goda alson padamu.
Sedangkan Riko terkejut mendengarnya.
"apa yang tuan maksud menyukai sekretarisku ? apa aku akan digantikan" Batin Riko
"ti.. tidak, mana mungkin aku takut, aku hanya mengingatkan kalau kamu sudah menikah" ucapmu tak terima.
"kalau sudah menikah memangnya kenapa ? aku tampan, kaya raya, wanita mana yang tidak mau denganku" goda alson lagi.
__ADS_1
"Terserah, yang jelas aku tak mau di selingkuhi ataupun dimadu" balasmu kesal dan mendorong kursi pergi dari meja makan.
Alson tersenyum melihatmu berjalan Naiki tangga dengan langkah kesal.
"cepat atau lambat kamu akan mencintaiku sayang" Batin alson melihatmu hilang dari balik pintu kamarmu.
Ditempat lain...
"apakah barang-barang itu sudah diterima" tanya seseorang pada bawahannya.
"sudah tuan" jawab bawahannya.
"Bagus, aku akan menghubungi tuan muda sekarang" lanjut orang itu. Dan mengambil ponselnya.
Tut... Tut...
"hallo... iya tuan barangnya sudah sampai, suratnya sudah di tanda tangani" ucap orang itu.
"baik tuan, saya akan menyiapkannya malam ini" balas orang itu lagi, dan mengakhiri panggilan.
Orang itu berjalan dan menepuk tangannya pada aula besar tempat itu menyuruh semua orang berkumpul.
Mendengar kata pesta semua orang bersorak gembira, apalagi ini pertama kalinya tuan mereka ikut bergabung dalam pesta perayaan atas keberhasilan kerja keras mereka.
Pagi telah berganti malam, semua perayaan sudah siap di halaman utama markas itu menunggu kedatangan tuan muda mereka.
Pukul 20:00 dua mobil sport hitam berhenti di tengah hutan, tak ada yang bangunan disana, hanya pepohonan besar dan gelap yang terlihat.
Orang yang berada di dalam mobil itu menekan remot kecil yang ada di mobilnya, dan tak lama dari itu pemandangan gelap tadi berubah menjadi bangunan besar yang megah seketika.
Kedua mobil itu masuk dan berhenti berlawanan arah, dua orang penting bagi mereka itu turun dengan gagahnya mengenakan setelan jas mahal.
Semua orang disana berdecak kagum atas penampilan tuan muda mereka, sangat tampan dan berwibawa.
"Selamat datang King alson.. selamat datang King Jacob.." ucap mereka serempak dan di balas senyuman mereka berdua.
"terima kasih" jawab Jacob lalu berjalan beriringan dengan alson masuk kedalam markas.
__ADS_1
Para Mafioso mengikuti langkah para king mereka dan berkumpul di aula utama markas tersebut.
Berada di bawah tanah dengan pintu masuk yang di rancang khusus oleh para peneliti Amerika untuk markas mafia utama di Amerika.
"Terima kasih atas kerja keras kalian, kita adalah keluarga yang menjaga satu sama lain, saya sebagai pemimpin utama disini membuka perayaan pesta atas kemenangan kita" ucap alson lantang mengangkat botol minuman dan memecahkannya ke tembok pertanda pesta dimulai.
Suara riuh tepuk tangan menggema dalam ruangan dan musik mulai pesta meriah diadakan hingga pagi.
Sedangkan di kediaman mansion alson...
"kemana dia malam-malam begini belum pulang, apa dia sedang bermain wanita" gerutumu mondar-mandir pada pemikiranmu sendiri.
"nyonya ini sudah malam... apa nyonya akan menunggu tuan di ambang pintu sampai pagi" ucap salah satu maid paruh baya padamu.
"kenapa sampai jam segini dia belum pulang bi" ucapmu mencemaskannya.
"tuan alson bisa menjaga hatinya untuk anda nyonya" tutur maid itu sambil tersenyum.
"apa maksud bibi ?" tanyamu keheranan.
"saya sangat mengenal tuan alson nyonya, karena saya yang merawatnya mulai dari kecil hingga sekarang" tutur maid itu dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain tersenyum tulus.
Kamu hanya menatap maid itu penuh dengan tanda tanya.
"tuan alson adalah anak yang baik, lemah lembut dan tulus" ucap maid itu namun dalam sekejap saja sorot matanya berubah sendu.
"saya sedih jika harus mengingat kepedihan yang di alami tuan alson" tutur maid itu lagi dan meneteskan air matanya.
"apa maksud bibi tentang kepedihan yang di alami suami saya ?" tanyamu penasaran dengan maksud maid itu.
Tersadar karena hampir kelepasan, maid itu mengusap air matanya.
"maaf nyonya saya tidak berhak akan hal ini, biar tuan alson sendiri yang akan menceritakannya kepada anda" ucap maid itu membungkukkan badan lalu pergi meninggalkanmu di ambang pintu masuk.
"tapi bi..." ucapmu melihat maid itu berlalu.
"kepedihan apa yang pernah kamu alami dahulu alson ???" Batinmu lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"aku harus mengetahuinya" ucapmu saat berada di kamar.
To be continue... ❤️