
Surabaya pukul 09:30 WIB...
kring.. kringg...
"Hallo..." ucap Nizam pada panggilan telfonnya.
"Tuan Mario ingin anda segera kemari" sahut asisten Mario to the point.
"Baik.. saya akan segera kesana" balas Nizam.
Setelah menutup telfon, Nizam merapikan pakaiannya dan segera turun ke bawah untuk sarapan.
Sesampainya di meja makan dia melihat Sonia tengah menyiapkan makanan untuk sarapannya.
Dua bulan sudah pernikahannya berjalan, Nizam memilih untuk tinggal beda rumah dari orang tuanya agar lebih leluasa bergerak, Dan satu lagi.. ada hal yang lebih penting yaitu Nizam dan Sonia melakukan urusan mereka masing-masing seperti keinginan Nizam di surat perjanjian yang di tanda tangani oleh Sonia dulu. Antara mereka berdua tidak boleh ada yang ikut campur dalam urusan yang dilakukan masing-masing.
"Silahkan..." ucap Sonia ramah.
Tanpa membalas, Nizam langsung duduk dan membiarkan Sonia menyiapkan makanan untuknya.
Suara dentingan sendok menghiasi antara mereka.
"lusa aku ada urusan ke luar negeri, jadi kau jangan coba-coba melakukan hal yang aneh" ucap Nizam memecah keheningan.
"Baik tuan" jawab Sonia.
Setelah sarapan usai Sonia hendak merapikan meja makan, sedangkan Nizam akan Segera berangkat ke restoran.
Sonia mengantar Nizam hingga depan, saat setelah mencium tangan Nizam Sonia menaiki tangga kecil menuju ambang pintu.
"kyaaaa...." teriak Sonia saat tersandung anak tangga.
Dengan cepat Nizam yang akan masuk kedalam mobil menarik tangan Sonia agar tidak terjerembab ke depan.
Tapi karena tarikan yang kuat membuat Sonia hendak jatuh ke arah Nizam, namun karena kekuatan Nizam yang besar dia sanggup menopang tubuhnya dan Sonia.
Degg.. Degg...
"Wanita ini ternyata juga cantik" Batin nizam mengamati wajah Sonia.
Mereka berdua saling tatap sejenak dalam lamunan masing-masing, hingga lamunan itu tersadarkan.
__ADS_1
"ma.. maaf tuan" ucap Sonia gugup.
"lain kali hati-hati, aku tidak mau cucu ibukku itu dalam bahaya, jika hal itu terjadi maka aku akan membunuhmu" ucap Nizam lalu masuk ke dalam mobil.
"Benar.. dia hanya butuh anak ini saja Sonia.. kau jangan pernah berharap" Batin Sonia pada dirinya sendiri.
Sedangkan di dalam mobil Nizam hanya menghela nafas panjang mengingat kejadian tadi.
"Dia memang wanita yang cantik" batin Nizam.
"ah.. apa yang kau pikirkan Nizam, Fokus pada tujuanmu.. kekasihmu sudah menunggumu disana" Hardi Nizam pada dirinya sendiri.
Hari berjalan... kini Nizam sudah berada di Amerika untuk menemui Mario, sesampainya di ruangan Mario perbincangan antara mereka berdua dimulai.
Nizam terkejut saat Mario membawa seorang pria yang sangat mirip dengannya, dan Mario memberikan map merah beberapa bukti bahwa Nizam tidak bersalah.
Kini gantian pria itu yang menjelaskan pada Nizam.
"maaf tuan.. saya Aiden Smith, saya dulu adalah seorang pengusaha biasa di Rusia dan waktu itu saya tengah bekerja sama dengan tuan alson untuk mengembangkan usaha saya, awalnya semua berjalan dengan lancar tapi tiga bulan kemudian saya mengalami kebangkrutan dan tuan alson meminta ganti rugi dengan hidup saya, mau tidak mau saya harus menyetujui itu karena kalau tidak tuan alson akan membunuh kedua orang tua saya, dan saya tidak tahu kalau saya akan di bawa ke rumah sakit khusus untuk oplas dan merubah wajah saya menjadi anda, saya hanya menjalankan apa yang di perintahkan tuan alson saat menugaskan saya untuk tidur dengan wanita j*l*ng hingga pingsan karena dipukuli, dan saya merasa kalau ada di rumah sakit, cuma saat membuka mata saya sudah berada di dalam jet pribadi tuan alson dan terbang ke Rusia" jelas pria itu bernama Aiden.
Nizam sendiri yang mendengarnya semakin geram, ternyata begini cara alson untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Nizam mengambil ponselnya dan membuka galerinya, memperlihatkan foto pernikahannya dengan Sonia.
"apakah wanita ini yang kau tiduri ?" tanya Nizam pada Aiden.
"Bukan tuan.. wanita yang ku tiduri keturunan Amerika" jawab Aiden, karena Sonia adalah wanita berwajah Asia.
"Ternyata benar.. memang aku yang telah menidurinya" Batin Nizam pada dirinya sendiri.
"aku bisa membunuhmu saat ini juga, karena ulahmu aku harus berpisah dengan kekasihku" ucap Nizam pada Aiden.
"maafkan saya tuan" balas Aiden.
"kalau begitu aku harus menjemputnya sekarang juga" ucap Nizam lalu berdiri.
"maaf tuan Nizam.. sepertinya anda harus memiliki rencana yang matang" tukas Mario pada Nizam.
Nizam menatap kearah Mario dengan tanda tanya, disadari oleh Mario kini wajah paruh baya yang tadinya tegas berubah menjadi lesu.
"maafkan saya tuan Nizam.. ini salah saya.." ucap Mario lirih pada Nizam.
__ADS_1
"maksud anda apa tuan Mario.. justru saya berterima kasih karena anda telah membantu saya" ucap Nizam Santai tapi semakin membuat Mario bersalah.
"maafkan saya.. Intan tidak ada di Amerika saat ini, dia berada di Spanyol" balas Mario lemas.
"Ohh.. tidak masalah saya akan terbang kesana" ucap Nizam masih tidak mengerti maksud dari Mario.
"Bukan itu maksud saya.. Intan berada di tangan mafia besar disana dan itu karena saya" tukas Mario dengan penuh rasa bersalah.
Mendengar itu Nizam langsung berjalan kearah Mario dengan tatapan tajam, ingin rasanya dia meluapkan semua amarahnya pada pria paruh baya itu karena telah lancang menjadikanmu alat tukarnya.
Buugghhh...
Pukulan keras mengenai Mario, Nizam memukulinya dengan brutal, sedangkan Aiden dan asisten Mario berusaha meredamnya.
Aiden menarik Nizam agar menjauh dari Mario, dan asisten Mario membantu bossnya untuk bangun.
"berani-beraninya kau menjadikan kekasih alat pertukaranmu hah..." teriak Nizam penuh amarah.
Mario hanya diam tak mampu menjawab.
"Siapa mafia yang telah berani menyentuh intan.. siapa... cepat katakan..." teriak Nizam sekali lagi.
"Tuan Arvan Emelio..." jawab Mario lirih Nizam pun langsung membulatkan bola matanya.
"Bagaimana bisa..." kini nada bicara Nizam sedikit turun.
"maafkan saya.. saya terpaksa karena tuan Arvan menginginkannya, jika tidak.. keluarga bahkan usaha saya yang akan terancam" jelas Mario.
Nizam langsung mencekal kerah kemeja Mario.
"Dan kau menyerahkannya hah..." ucap Nizam dengan nada pembunuh.
"maafkan saya.. saya terpaksa" balas Mario tanpa tertinggal kata maaf.
Nizam menghempaskan cekalannya dan berjalan mundur, mendudukkan dirinya pada sofa ruangan itu untuk menjernihkan semua pikirannya.
Dia tarik dalam-dalam pernafasannya dan menghembuskan kasar semua oksigen yang sudah memenuhi paru-parunya.
To be continue... ❤️
Gaesss.. hayuukkk like, favorit, vote yang banyak duonk.. biar aku semangat updatenya.... 🥺🥺🥺🥺🥺
__ADS_1