
Dua Minggu sudah berjalan, Alson semakin gila untuk mencarimu karena baru kali ini sangat sulit baginya mencari keberadaan seseorang, terutama kamu istrinya sendiri.
"Riko cepat lacak kembali cincin pernikahan istriku" titah alson pada Riko.
"Baik tuan"
Disisi lain...
Kediaman Mario Jonathan.
"saya telah menangkapnya tuan" ucap asisten Mario.
"Bagus.. penjarakan dia dan siksa jika perlu, buat dia membuka mulutnya" titah Mario pada asistennya.
"Baik tuan sesuai perintah anda" jawab asistennya lalu pergi dari ruangan Mario.
Sesampainya di penjara bawah tanah, asisten Mario membuka jeruji besi dan terlihat sosok pria bertubuh kekar yang mungkin kamu kenal sudah bersimpuh darah akibat di siksa oleh para bodyguard yang bekerja dibawah arahan asisten mario.
"orang ini tidak membuka mulutnya sama sekali tuan" jelas bodyguard itu.
"Sepertinya aku harus menggunakan cara instan saja jika kau tidak mau membuka mulut" ucap asisten Mario pada pria yang terluka itu.
Asisten Mario mengeluarkan suntikan dan cairan aneh hendak menyuntikkannya pada pria itu.
"ini kesempatan terakhir untukmu, jika kau tidak berbicara maka akan ku tutup semua kehidupanmu dengan suntikan ini" Gertak asisten Mario padanya.
Mengerti akan maksud perkataan asisten Mario, pria itu menegang ketakutan.
"Baik tuan saya akan bicara, tolong jangan sakiti saya" ucap pria itu gelisah.
__ADS_1
"okay... rekam semua pengakuannya" titah asisten Mario pada salah satu bodyguardnya dan menjauhkan suntikan itu yang hanya berjarak beberapa centi saja di badan pria itu.
Satu jam berlalu.. kini asisten Mario telah berada di ruangan Mario memberikan map merah dan beberapa memori card kepada Mario.
Mario memasang memori itu pada handycam dan menonton rekaman apa yang ada di dalamnya, Mario tersenyum puas akhirnya bisa mendapatkan bukti untuk melancarkan rencananya.
"Simpan semua bukti ini baik-baik, hubungi bocah Indonesia itu dan berikan padanya" titah Mario pada asistennya dan dibalasi anggukan oleh asistennya.
Kini Mario kembali mengambil foto 3 orang remaja yang selalu ada di meja kerjanya itu lalu mengusap wajah foto wanita cantik yang berada di tengah antara foto 2 pria itu.
"Johannes... lihatlah sebentar lagi cucumu itu akan kehilangan cintanya, sama sepertiku dulu, aku mencintai Jeniffer dengan segenap hatiku, tapi kau telah merusak hubungan persahabatan kita dengan menikahi Jeniffer, kau menyakiti hatiku dan itu sebabnya aku melakukan ini, keluargamu harus merasakan bagaimana rasanya jika seseorang yang sangat dia cintai harus menjadi milik orang lain" Batin Mario mengingat masa lalunya.
Hubungan Mario dan Johannes kakek dari alson Johannes dulu sangatlah baik, persahabatan antara 2 pria dan 1 wanita yang ternyata harus menjadi cinta segitiga diantara mereka. (Johannes, Mario, dan Jeniffer)
Mario sangat berharap cintanya dibalas oleh Jeniffer, tapi sayangnya hal itu tidak pernah terjadi.
Disaat Mario akan menyatakan cintanya, dia terkejut melihat Jeniffer dilamar oleh sahabatnya sendiri yaitu Johannes. mulai saat itu rasa benci menyelimuti hati Mario terutama saat dia melihat Jeniffer mengucap janji suci pernikahan bersama Johannes rasa sakit yang semakin besar membuat Mario gelap mata akan dendam yang dia rasakan.
Dia juga memiliki keluarga kecil yang di pandang bahagia oleh banyak orang, tapi tidak untuk kebenarannya. cinta Mario hanya untuk Jeniffer sampai kabar kematian dari Jeniffer sangat memukulnya dan menganggap Johannes tidak becus menjaga Jeniffer.
Rasa dendam semakin dalam, hingga Mario ingin melihat semua keturunan Johannes juga merasakan apa yang dia rasakan selama ini.
"Dad.. kenapa kau tidak pernah bisa mencintai alm mommy" ucap bara muak akan sifat Daddynya.
"Dulu mommy sangat menderita disaat melihat Daddy tidak bisa melupakan wanita itu, apa gunanya bara lahir jika bukan dari hasil kasih sayang kalian" bentak bara.
"cukup nak.. kamu adalah anak Daddy, dan jangan sebut mommy kamu lagi" ucap Mario dengan intonasi yang tinggi.
"aku bukan anakmu, aku hanya anak dari mommy" ucap bara lalu meninggalkan Mario.
__ADS_1
Mario hanya menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya.
Setiap hari akan selalu terjadi perdebatan seperti ini jika Mario dan bara bertemu, masa lalu dan cinta Mario yang tidak pernah bisa dia lupakan membuat keluarganya hampa bahkan hingga istinya telah tiada dia tetap tidak berubah, karena itulah bara.. anaknya sendiri membencinya dan tidak betah jika harus berlama tinggal dengan Daddynya.
Bara sudah keluar dari kediaman Daddynya, mengemudi mobil sportnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan sepi di Amerika.
Sampai dia berhenti tebing berhiaskan lautan luas dihadapannya, cahaya bintang dan rembulan menghiasi malam disana.
Sesekali bara meneteskan air matanya, mengingat bagaimana penderitaan mommynya dulu saat masih hidup.
"sungguh... sangat menyedihkan sekali hidupku" ucap bara pada dirinya sendiri dengan senyuman sinis.
Bagaimana tidak... semua orang memandang kehidupan keluarganya sangat beruntung, dulu.. orang tuanya adalah pasangan yang sangat cocok, tampan dan cantik berkepribadian baik, jangan tanyakan untuk masalah finansial.. itu hanya kedipan mata saja bagi mereka.
Hanya pandangan mereka saja, tapi bagi Bara hanya drama...
Dia tidak tahan melihat mommynya di siksa oleh Daddynya sendiri tepat dihadapannya, waktu itu Bara masih sangat kecil dia hanya bisa menangis dan tidak bisa membela mommynya.
Dan saat beranjak dewasa pukulan kembali mengarah pada Bara, dia harus merelakan mommynya pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Puas menenangkan diri.. kini Bara mengambil ponselnya dan menelfon seseorang entah siapa itu.
"Hallo.. Bisa kita bertemu ada hal penting yang ingin saya sampaikan" ucap bara pada panggilan itu.
"besok anda akan tahu siapa saya" ucap Bara lagi.
"kalau anda tidak ingin menemui saya, maka anda akan menyesal, karena saya tahu dimana posisi orang yang selama ini anda cari" tukas Bara kemudian menutup panggilan itu.
Tak lama dari panggilan tadi, suara dentingan ponsel milik Bara berbunyi, notifikasi masuk ke ponselnya.
__ADS_1
Bara membukanya dengan tersenyum, dan membalas chatting itu mengirim alamat dimana dia ingin bertemu dengan orang yang sudah di telfonnya tadi.
To be continue... ❤️