Kamu Target Obsesiku

Kamu Target Obsesiku
Dia Datang


__ADS_3

Pagi menjelang.. kamu menikmati pagi di taman mansion Arvan, jogging pagi selalu kamu lakukan untuk menghabiskan waktumu di temapt yang menyekapmu ini.


"pagi..." ucap Nizam menyamai lari pagimu.


Kamu menatap ke arah Nizam lalu melanjutkan lari pagimu tanpa mempedulikannya, Nizam berhenti dan mencekal pergelangan tanganmu.


"lepaskan.." ucapmu memberontak di pergelangan tanganmu.


"intan.. dengarkan aku" ucap Nizam. tapi kamu tetap memberontak.


Karena geram Nizam memegang kedua bahumu dan memfokuskanmu padanya.


"intan... tatap mataku" teriak Nizam menggema di gendang telingamu.


Kamu menatap tajam pada Nizam.


"apa.. kau mau apa.. lepaskan aku" teriakmu dan memberontak lagi.


"ikutlah denganku" ucap Nizam dan menggenggam tanganmu membawamu ke arah kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Nizam menghempaskan cekalannya darimu, dan mengunci kamar itu.


"apa yang kau lakukan... buka pintunya" teriakmu dan berlari meraih kunci kamar.


"tenanglah.. jika kau diam maka aku akan membuka pintunya" ucap Nizam.


"kenapa kau mengganggu hidupku, berbahagialah dengan istrimu itu" teriakmu lagi pada Nizam.


Nizam mengantongi kunci itu dan mendekatimu.


"aku akan menunjukkan bukti bahwa aku tidak bersalah" ucap Nizam dengan nada penekanan.


"bukti apa.. aku tidak butuh bukti, aku butuh keluar dari tempat ini dan kembali ke suamiku" teriakmu lagi.


Mendengar kamu mengucap kata suami Nizam semakin marah dan membanting semua barang yang ada di dekatnya.


"aaaarrrrkkkk.... kau hanya milikku intan dan akan tetap seperti itu, kau tau pria yang sekarang menjadi suamimu itu adalah pria yang licik dia telah menjebakku hanya untuk mendapatkanmu" teriak Nizam frustasi.


"jangan asal bicara kau.. bukti apa yang kau bawa hanya untuk menutupi kesalahanmu Nizam" teriakmu pada Nizam.


"ingatlah.. janin yang ada dalam kandungan wanita itu adalah anakmu" teriakmu sekali lagi menyadarkan Nizam akan statusnya sekarang.


Bruuuaaaakkkkkk.....


Dobrakan pintu kamar Nizam terdengar keras, dan terlihat Arvan dengan tatapan tajam berjalan ke arah Nizam.


Buugghhh... Buuuggghhh...


pukulan keras menghantam wajah Nizam.


Beberapa saat yang lalu..

__ADS_1


Kring... kriing....


Suara dering telepon kamar Arvan terdengar, Arvan mengangkat telepon itu dengan malas.


"maaf tuan saya mengganggu.. saya melihat tuan Nizam membawa nona intan masuk ke kamarnya" ucap panggilan telepon itu yang di duga salah satu maid Arvan.


"apa..." ucap arvan terbangun dari tidurnya seketika.


Arvan segera keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Nizam secara terburu-buru.


"sialan.. berani-beraninya dia membawa wanitaku masuk ke kamarnya akan kuberi pelajaran padanya" Batin Arvan.


Saat telah berada di depan kamar Nizam, Arvan mendengar segalanya, dia mendengar keributan antara kamu dan Nizam di dalam.


Hati Arvan berdegup sangat kencang mengetahui siapa kamu sebenarnya, karena sejak kamu berada di rumahnya dia tidak pernah menyuruh Rendi asistennya untuk menelisik asal muasalmu.


"Jadi intan adalah calon istinya Nizam dulu.. itu sebabnya Nizam berkata bagaimana jika nanti dia jatuh hati padanya !!!" Batin Arvan bertarung dengan pemikirannya sendiri.


"aku harus mendobraknya.. tak akan ku biarkan intan kembali pada Nizam" gerutu Arvan dan mundur mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.


Buugghhh... Buuuggghhh...


"Beraninya kau membawa wanitaku masuk ke dalam kamarmu hah..." teriak Arvan dan memukuli Nizam secara brutal.


"Arvan hentikan... Arvan..." teriakmu ingin melerai perkelahian antara dua sahabat itu.


Arvan dan Nizam tidak mendengarkanmu, mereka tetap melanjutkan perkelahian itu di dalam kamar.


"okay... lanjutkan saja.. berkelahi lah sampai puas aku tidak peduli" teriakmu kesal pada sikap mereka berdua.


"pergi kau dari sini" usir Arvan pada Nizam.


"tidak.. sebelum aku membawa intan keluar dari sini" ucap Nizam menyela darah pada ujung bibirnya.


"kita lihat saja nanti.. dia akan memilih ikut denganmu atau tetap disini" ucap Arvan padanya.


Arvan keluar dari kamar Nizam dan menyusulmu ke ruang tv, sedangkan Nizam mengambil map merah yang ada pada kopernya lalu berjalan menuruni tangga menyusul Arvan.


"Sudah selesai ???" tanyamu melihat para sahabat itu turun hampir bersamaan.


Sedangkan mereka saling memperlihatkan tatapan permusuhan dan duduk di sofa, Nizam meletakan map merah tepat di meja depanmu.


"ini bukti yang kau minta" ucap Nizam padamu.


Kamu ambil map itu dan membukanya, bola matamu membulat melihat beberapa foto yang menunjukan dua Nizam tengah berfoto disana.


"apa ini.." tanyamu tak percaya.


"itulah kebenarannya.. suamimu menggunakan cara licik untuk menjebakku hanya untuk memilikimu, dia memanipulasi semuanya hingga memberatkan ayahmu dan usahaku agar tidak ada yang bisa melawannya" terang Nizam padamu penuh keyakinan.


"foto ini bisa barang edit, aku tidak percaya" ucapmu enteng pada Nizam dan membanting map itu diatas meja.

__ADS_1


Nizam mengambil video dimana Aiden mengakui segalanya tentang dirinya, kamu masih diam menonton video itu sampai habis.


Kemudian Nizam kembali menunjukan video dimana Aiden dan dirinya tengah berdiri sejajar, tapi kamu tetap diam.


Melihat semua bukti itu kamu menjadi bungkam dan terfokus dengan pemikiranmu sendiri.


"bukti ini sudah valid intan, ayo kita pergi dari sini ikutlah bersamaku kita pulang bersama" ajar Nizam padamu.


Kali ini kamu membuka suara.


"maaf tapi aku tidak bisa.." ucapmu santai pada Nizam.


"kau dengar.. intan tidak ingin kembali bersamamu" tukas Arvan di sela pembicaraan kalian.


"kau lupa.. statusmu sekarang adalah seorang suami dan akan segera menjadi ayah, begitu juga statusku aku adalah seorang istri" ucapmu tegas pada Nizam.


"aku akui bukti itu sangat valid.. tapi aku tetap tidak percaya sebelum aku melihat orang yang bernama Aiden itu dengan mata kepalaku sendiri, dan perlu kau ingat terbukti maupun tidak keputusanku tetap sama.. aku tidak bisa kembali bersamamu Nizam" ujarmu sekali lagi.


Nizam hanya diam mendengar semua perkataanmu yang sangat menyakitkan baginya.


"tidak.. aku tidak akan keluar dari sini tanpamu" ucap Nizam lalu mencekal tanganmu mengajak keluar dari tempat ini.


Arvan yang sedari tadi menjadi penonton kini tidak tinggal diam dan mencekal tanganmu yang satunya.


Mata kedua pria itu saling menatap tajam dan mengintimidasi satu sama lain.


"kau dengar perkataannya tadi... dia tidak akan kembali padamu" ucap Arvan penuh dengan penekanan.


BOOMMM.... BOOMMM..


"kyaaa..." teriakmu terkejut mendengar suara ledakan bom berada dekat dari kediaman mansion Arvan.


Rendi asisten arvan masuk ke dalam dan menginformasikan bahwa kediaman ini di serang musuh.


"cepat panggil para Mafioso.. dan kirim mereka kemari" titah Arvan pada Rendi.


"baik tuan" jawab Rendi.


"siapa yang telah berani menyerangku hah.." teriak Arvan penuh amarah.


"dari pengintaian saya.. logo mafia black fogs dari Amerika yang telah menyerang kita tuan" terang Rendi.


"apa... black fogs.. untuk apa dia menyerangku" tanya Arvan tak percaya karena mafia black fogs adalah salah satu mafia yang sama berbahayanya dengan dirinya.


"pelayan... cepat bawa nona ke ruang bawah tanah, pastikan dia aman" teriak Arvan para para maidnya.


Kamu berjalan mengikuti arahan para maid yang membantumu, sedangkan Arvan kelagapan karena mendapat serangan mendadak seperti ini.


"aku akan ikut bersamamu" ucap Nizam pada Arvan.


Walaupun mereka sempat berkelahi hanya karena dirimu, jiwa persahabatan mereka tetap ada.

__ADS_1


"dia datang... dia menepati janjinya.." Batinmu tersenyum mendengar nama mafia black fogs milik suamimu disebut oleh Rendi.


To be continue...❤️


__ADS_2