
Ucapan itu bagaikan tusukan tajam untuk Karina. Hal itu tentu amat mengejutkan baginya bahkan berhasil membuat kedua mata gadis itu melotot. Gadis itu menatap Evelyn dengan ekspresi tak percaya.
"H-hah?" Karina seolah tak bisa langsung mencerna apa yang di katakan Evelyn padanya, "Apa kau bilang barusan?"
Sudut bibir Evelyn tampak melengkung, membentuk senyum sinis. Ia menggelengkan kepalanya, sedikit tak menyangka dengan reaksi yang Karina berikan. Dari reaksi ini setidaknya bisa membuat Evelyn yakin kalau Karina masih menyimpan rasa pada Alvin.
'Ini akan seru,' batin Evelyn.
Karina yang melihat Evelyn tersenyum jadi merasa kesal sendiri. Ia tersinggung. Apa Evelyn sedang mentertawakannya?
"Kau dan Alvin, kalian apa? Cepat jawab aku!" Karina tampak tak sabar
"Aku yakin kau bisa mendengar kata-kataku dengan baik, Karina. Telingamu itu masih berfungsi sebagai mana semestinya. Ah, tapi tak masalah. Aku bisa mengulang perkataanku ribuan kali hanya untukmu."
Evelyn menatap Karina dengan raut angkuhnya. Ia menyeringai kecil lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Karina.
"Aku bilang... Alvin adalah kekasihku." ulang Evelyn.
Karina terhenyak.
Kalimat itu terdengar sangat jelas masuk ke telinganya. Mulutnya seolah terkatup rapat dan tak tahu harus berkomentar apa untuk menanggapi ucapan Evelyn itu. Karina benar-benar hanya bisa terdiam, membeku di posisinya.
Alvin dan Evelyn adalah sepasang kekasih?
Sementara itu, Alvin yang berdiri di belakang Evelyn tampak jauh lebih terkejut saat mendengar kalimat yang Evelyn itu. Apa yang baru saja Evelyn katakan? Siapa yang menjadi kekasih siapa?
Alvin menatap punggung Evelyn yang tengah membelakanginya. Ia mendekat dan memegang lengan Evelyn.
"Nona, apa yang baru saja kau-"
"Diam dulu, Alvin!" potong Evelyn, mengangkat tangannya, matanya menatap Alvin tajam.
"Sebelumnya ini memang urusanmu. Tapi, sekarang ini sudah menjadi urusanku dengannya. Dia mempertanyakan apa hak-ku atas dirimu, kan. Jadi sekarang biarkan aku menjawab pertanyaannya lebih dulu."
Perkataan Evelyn itu malah semakin membuat Alvin melongo. Apa sih maksudnya?
"Apa itu benar, Alvin?" tanya Karina lagi pada Alvin dengan raut wajah tak percaya. Alvin menoleh pada Karina.
Evelyn turut menoleh pada Karina. Menatap gadis itu dengan dagu yang terangkat. Evelyn lalu menarik Alvin agar lebih dekat dengannya dan memeluk lengan pemuda itu sementara wajahnya terus menatap Karina dengan senyum sinis.
"Aku dan Alvin memang menjalin hubungan." ucap Evelyn dengan penuh penekanan. "Kenapa kau terlihat begitu terkejut, hm?"
"Bisakah kau diam! Aku bukan bertanya padamu, tapi pada Alvin." ujar Karina dengan nada tajam. "Lagipula aku tidak terkejut. Aku bahkan tak percaya kalau kalian memang menjalin hubungan."
__ADS_1
Evelyn mendecih.
"Oh, Karina, kalau kau tak percaya pun itu adalah urusanmu. Tapi aku punya kewajiban untuk menjelaskan semuanya disini."
Evelyn kemudian melangkah maju kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Karina membuat Karina langsung beringsut mundur selangkah.
"Dengar baik-baik! Kami sudah berpacaran beberapa hari ini. Dan aku rasa kau baru saja menghina kekasihku tepat di depan mataku? Jadi sudah jelas aku harus ikut campur entah apapun masalahnya."
"Aku tetap tak bisa kalian berdua menjalin hubungan?"
"Wah... Ada apa ini?" sorot mata Evelyn menyiaratkan keterkejutan, tapi ia tetap menjawab dengan nada dan ekspresi tenang. "Kenapa kau terlihat tidak terima mengetahui aku dan Alvin pacaran?"
"Siapa bilang aku tak terima?"
"Ayolah Karina, itu terlihat jelas sekali. Ah, apa kau cemburu?"
"Tentu saja tidak. Maksudku...aku..."
Evelyn terkekeh.
"Aku tidak perlu menjelaskan apapun lagi. Kalau kau tak percaya perkataanku, kau hanya perlu mendengarnya dari mulut Alvin saja. Ya kan, sayang..."
Alvin yang sejak tadi diam membatu karena terkejut langsung menatap Evelyn. Ia menatap Evelyn canggung. Tak tahu harus mengiyakan atau tidak.
Alvin kini menoleh pada Karina. "A-aku..."
"Aku tidak tahu kau punya seseorang yang menggantikan aku secepat ini, Alvin."
Karina menatap Alvin tak percaya. Setahu Karina, Alvin bahkan hampir tidak pernah bergaul dengan wanita. Lantas bagaimana ia bisa dengan cepat menemukan penggantinya.
Mendengar perkataan Karina itu, Evelyn menaikkan sebelah alisnya dan bergerak maju ke hadapan Alvin.
"Kenapa memangnya? Apa dia tidak boleh menemukan penggantimu? Ck, kau pasti kaget saat mengetahui Alvin menemukan seseorang jauh lebih baik darimu kan?"
"Bisakah kau diam? Aku tidak ingin mendengar apapun darimu. Aku hanya ingin mendengarnya dari mulut Alvin sendiri." Karina menatap Evelyn tajam.
Evelyn hanya memutar bola matanya malas. Ia lalu menyikut Alvin. "Ayo Alvin, katakan dengan jelas padanya apa hubungan kita sebenarnya."
"Oh," kata Alvin. "Ah, a-aku...Evelyn dan aku..."
Alvin menatap kembali pada Evelyn yang memberi tanda padanya agar mengangguk saja.
"Katakan padanya, Alvin." ujar Evelyn lagi menyipitkan mata pada Alvin.
__ADS_1
Alvin mengerti dengan jelas maksud Evelyn, gadis itu pasti memintanya agar ikut berbohong saja. Alvin menghela pelan.
Sejujurnya Alvin ingin menolak, tapi Alvin merasa kalau sepertinya Evelyn mempunyai rencana. Lagipula tak ada jalan lain untuk menghindari Karina saat ini selain mengikuti rencana Evelyn dengan berbohong.
Alvin memilih menganggukkan kepalanya. "Ya, benar. Semuanya memang benar. Aku dan Evelyn memang sedang menjalin hubungan."
Karina terkejut bukan main setelah mendengar kalimat itu keluar dari mulut Alvin sendiri. Alvin tidak suka berbohong, Karina tahu itu. Jadi artinya Evelyn berkata sungguh-sungguh. Diam-diam Karina menyadari hatinya terasa panas, entah kenapa.
Evelyn sendiri merasa puas melihat raut wajah Karina.
"Aku rasa semua sudah jelas, bukan?" ujar Evelyn sinis. "Jadi jangan menghina kekasihku lagi atau aku akan mengajakmu bermain bersama sebagai balasannya."
"Apa maksudmu?"
Evelyn tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Karina dan berbisik.
"Maksudku, jika kau berani menyakiti Alvin lagi, maka kau akan terus menerus berurusan denganku. Aku akan mengejarmu bahkan sampai kau masuk ke liang lahat sekalipun."
"A-apa?"
"Aku bersedia menjadi iblis untuk membalas seseorang yang membuat Alvin-ku bersedih." Ujar Evelyn tajam. Setelah mengatakan kalimat itu Evelyn kemudian bergerak mundur.
Mata Karina membulat semakin lebar mendengar perkataan Evelyn padanya. Tangannya gemetar, ia merasa seperti pengecut. Mati kutu. Tak dapat menjawab apapun dari ucapan Evelyn itu.
Evelyn lalu meraih tangan Alvin dan menggengganya erat.
"Sepertinya urusan kita di sini sudah selesai. Ayo kita pergi!" ajak Evelyn pada Alvin sambil menarik tangan pemuda itu.
Karina menatap kedua manusia yang tengah melangkah meninggalkannya itu dengan raut yang tak bisa diartikan.
"Bagaimana bisa.." Karina menggertakkan giginya kesal. Ia merasa sangat marah sekarang.
Alvin, bagaimana mantan kekasihnya itu bisa menjalin hubungan dengan gadis itu. Ini sebuah kebetulan bukan? Ini kebetulan kalau Alvin malah berpacaran dengan gadis yang berkelahi denganya di klub malam.
Ah, apa jangan-jangan Evelyn tahu kalau Alvin adalah mantan kekasihnya lalu ia mendekati Alvin agar bisa membalasnya?
Karina menggeleng, apapun itu Karina benar-benar merasa kesal sekarang. "Bagaimana bisa Alvin malah menjalin hubungan dengan gadis sial@n itu?" gumamnya.
Lihat itu, mereka bahkan melangkah pergi tanpa melihat lagi kebelakang.
"Si@l," umpat Karina.
***
__ADS_1