Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 16


__ADS_3

HAPPY READING


Bintang mengernyit heran melihat arumi yang seperti menahan kesakitan. Dengan segera bintang menghampiri salah satu rekan polisinya yang bertugas mengawal arumi. Bintang berdiri di sebelah pengawan itu dan membisikkan sesuatu.


Polisi yang mendapat bisikan dari bintang beralih menatap arumi. Ternya benar, arumi seperti menahan sakit saat ini. Dengan segera polisi itu memberi kode pada Iskandar. Iskandar yang merasakan tepukan di pundaknya berbalik. Mata Iskandar menatap arumi Ketika pengawal menyampaikan sesuatu tentang arumi.


“bawa dia ke ruang perawatan,” ucap Iskandar yang dianggukki oleh polisi itu.


Bintang yang melihat arumi sudah dibawa menghela nafas lega. Setidaknya arumi bisa segera mendapat perawatan. Tapi dalam hati lelaki itu tetap saja tidak tenag sebelum mendengar langsung bagaimana kabar arumi.


Arumi dibawa ke tempat pengobatan. Saat ini dokter sedang memeriksa keadaanya. Hanya ada arumi dan dokter di dalam. Sedangkan polisi yang mengawalnya berjaga di luar ruangan.


“apa kamu sudah menikah?” tanya dokter Wanita paruh baya itu lembut.


Arumi menggeleng. “belum dokter,” jawab arumi jujur.


“apa kamu tahu kenapa perutnya keram begini?” tanya dokter dengan name tag Yuniar di jas putihnya.


Arumi mengangguk. “anakku mungkin malu dengan ibunya, dokter,” jawab arumi sambil mengusap perutnya.


Yuniar tersenyum menggeleng. “tidak ada yang seperti itu. Perutmu keram karena kau terlalu Lelah dan kurang istirahat,” jawab yuniar lembut. Dokter itu tidak berpikir buruk dengan arumi. Dia tidak tahu apa yang terjadi sebenranya, jadi tidak ada hak untuknya menghakimi sendiri. Ingin sekali yuniar bertanya siapa ayah dari kandungan Wanita cantik ini, tapi dia merasa belum berhak menanyakan privasi pasiennya.


“jagalan kesehatanmu. Dalam dirimu kini ada nyawa lain. Jangan egois,” ucap yuniar menasehati arumi.


Arumi mengangguk dan tersenyum. “aku sudah coba untuk istirahat dan tidur dengan tenag. Tapi yang Namanya penjara, tidak akan pernah kita temukan kenyamanan, dokter. Mata bisa terpeja, tapi otak terus berpikir siang malam. Takdir dan nasib memang kejam ternyata,” ucap arumi sedikit mencurahkan isi hatinya.


“dan aku pikir semua orang akan bersikap sama terhadap seorang yang tertuduh sebagai penjahat, ternyata dokter tidak,” lanjut arumi menatap yuniar.


“bukan hak saya untuk menilai sesame manusia,” jawab yuniar tulus.


“aku sudah mendengar mengenai kasusmu. Beritanya sudah tersebar dimana-mana. Apalagi korbannya adalah cucu kesayangan keluarga nagara yang meninggal empat tahun lalu. Semoga kau selalu baik-baik saja, ya. Terlepas kau bersalah atau tidak, aku akan tetap bersikap professional sebagai seorang dokter,” lanjut yuniar penuh kelembutan.


“terimakasih banyak, dokter yuniar,” ucap arumi tersenyum menatap name tag dokter itu.


“aku nanti akan resepkan obat dan biar para polisi yang menebusnya untukmu,” ucap dokter yuniar.


Arumi menahan tangan dokter yuniar yang akan kembali ke meja kerjanya. Dokter yuniar berbalik dan menatap arumi yang kini sudah bangun dari tidurnya dengan posisi duduk. “boleh saya minta satu hal, dokter?” tanya arumi menatap penuh harap pada yuniar.

__ADS_1


“silahkan,” jawab yuniar memutar badan sepenuhnya menghadap arumi.


“tolong jangan beritahu mengenai kehamilan saya dengan polisi itu, dokter. Bisakah obatnya saya terima disini saja?” tanya rumi lembut.


“kenapa? Nanti mereka akan curiga,” jawab yuniar.


“saya mohon dokter, yuniar. Jangan beritahu kehamilan saya pada polisi. Saya mohon,” ucap arumi memohon dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada. “saya mohon, dokter,”ucap arumi lagi memohon.


“tapi itu melanggar kode etik saya sebagai dokter, arumi,” jawab yuniar jujur.


“saya mohon, dokter. Kehamilan saya nanti akan menjadi musibah untuk mereka. saya tidak ingin nanti mereka melakukan sesuatu terhadap saya,” ucap arumi menjelaksan pada dokter arumi.


Dokter yuniar menghela nafas pelan. “saya akan memberikan vitamin kehamilan padamu. Tapi untuk resep obat yang lain, saya akan memberikan pada polisi. Maaf arumi. Bukan saya tidak mau membantumu, tapi saya tidak bisa melanggar profesionalitas kerja saya,” jawab dokter yuniar mencoba memberi solusi untuk arumi.


Arumi terdiam sebentar. Apa yang dikatakan oleh dokter yuniar rasanya lebih baik daripada memberitahu mengenai kehamilannya pada polisi. “terimakasih banyak, dokter,” ucap arumi tersenyum tulus.


Dokter yuniar mengangguk. Dia segera mengambil vitamin yang berada di jejeran obat lemari belakang tempat duduknya dan memberikannya pada arumi.


“sekali lagi terimakasih, dokter,” ucap arumi tulus dengan tangan menerima vitamin dari dokter yuniar.


…..


Setelah selesai dengan tugasnya, bintang pulang kembali ke rumah orang tuanya karena ada hutama dan tyas yang datang dari desa. Malam ini mereka akan membicarakan mengenai kasus kintani Bersama dengan pengacar keluarga.


Mobil bintang sampai di parkiran rumah. Dia keluar dan berjalan menuju pintu. Sampai di ruang tamu, dia mendengar suara dari ruang keluarga. Dengan perlahan bintang mengayunkan langkahnya ke ruang keluarga.


“Nek, Kek,” ucap bintang menyalami tyas dan hutama.


“cucu nenek sudah pulang rupanya,” jawab tyas mengecup singkat pipi bintang.


Bintang tersenyum dan mengangguk. Lalu dia beralih menatap ke sebelah hutama. Disana suadah duduk seorang lelaki yang dia kenal sebagai pengacara keluarganya. “apa kabar om harun?” sapa bintang sopan dan bersalaman.


“om baik, bintang,” jawab harun yang dianggukki oleh bintang.


“mami mana, dad?” tanya bintang beralih pada ali yang duduk berhadapan dengan tyas, hutama dan haru.


“ada di dapur,” jawab ali sekenangnya.

__ADS_1


“bintang mau ke mami dulu,” ucap bintang berpamitan pada mereka semua. Sekarang dia harus membujuk ibunya agar tak marah seperti tadi saat di kantor polisi.


…..


Sasmita membantu pelayan untuk menyiapkan minum dan cemilan. Namun kegiatannya terhenti saat sebuah tangan melilit perutnya.


“mami,” panggil bintang manja.


Sasmita hanya diam. Dia tidak melepaskan tangan bintang dan tetap melanjutkan pekerjaanya meski sedikit kesusahan.


“mami, bintang minta maaf,” ucap bintang lagi dengan lembut.


“untuk apa?” tanya sasmita cuek.


“untuk semua kesalahan bintang. Maaf, mi,” jawan bintang penuh penyesalan.


Sasmita berbalik dan melepaskan pelukan bintang padanya. “kamu tahu apa kesalahan kamu, nak?” tanya sasmita menatap bintang sendu.


Bintang terdiam. Dia memang tidak tahu dimana kesalahannya. Apa yang harus dia jawab sekarang. Salah jawab sedikit bisa membuat maminya semakin marah.


“tidak tahu kan? Pikirkan dulu dan setelah itu baru bicara dengan mami,” ucap sasmita dan berlalu pergi meninggalkan bintang sambil membawa minum dan cemilan diatas nampan.


…..


“pengadilan sudah menjadwalkan siding untuk kasus kita,” ucap pak harun memberitahu semuanya.


“secepat itu?” tanya sasmita terkejut. Begitu juga dengan bintang dan ali.


Pak harun mengangguk. “dari awal kasus ini naik lagi, pak hutama sudah meminta saya untuk mengurusnya segera. Dengan begitu pelaku pembunuh kintani bisa segera diadili,” ucap pak harun.


“Ayah?” tanya Ali menatap hutama.


Hutama mengangguk. “kalian terlalu lambat. Jadi biar ayah yang bergerak untuk keadilan kintani,” jawab hutama tegas.


“apa ini semua memang untuk keadilan kintani atau ada maksud lain yang kakek tujukan?”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2