Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 45


__ADS_3

HAPPY READING


Sasmita menatap angka di kertas itu. “TIGA PULUH LIMA!”


“YEAY ARUMIII!”


Deg.


Arumi terdiam. Dia masih menunduk sambil menatap angka yang ada di kertas itu. Setelahnya dia mengangkat kepala menatap veni, airi dan nora bergantian.


“kamu menang undian, arumi,” ucap veni memeluk teman satu selnya itu.


“ayo maju, arumi,” ucap airi semangat yang ikut dianggukki oleh nora.


Sedangkan sasmita yang melihat itu teramat Bahagia. Beribu syukur dia ucapkan dalam hati karena tujuannya untuk mengadakan penyuluhan ini akhirnya tercapai. Dia bisa memberi hadian untuk cucunya secara tak langsung.


Dibelakang sana, bintang masih mematung. Setelahnya senyum tercetak di wajah lelaki itu melihat arumi yang kini sudah berdiri dan berjalan ke depan.


“bisa saya lihat kertasnya?” tanya sasmita tersenyum lembut.


Arumi mengangguk. Tangannya terulur memberikan kertas itu pada sasmita. “ini, nyonya sasmita,” jawab arumi lembut dan sedikit menunduk sopan.


“benar. Kali ini tahanan dengan nomor baju satu dua lima pemenangnya,” ucap sasmita melihat nomor baju tahanan yang ada di dada arumi. semua tahanan yang ada disana ikut bersorak senang. Tapi ada juga yang memandang arumi dengan sinis karena keberuntungan Wanita itu.


Arumi tersenyum. Arumi sama sekali tidak melihat kemarahan di wajah sasmita untuknya. Padahal saat ini statusnya saat ini adalah narapidana karena kasus pembunuhan anaknya. Nenek kamu sangat baik, ya nak. Dia tampak sekali iklhas dan tulus. Batin arumi bersyukur. Mata Wanita itu sedikit berkaca-kaca melihat sasmita. Andaikan dia sudah lama bertemu sasmita sebelum kasus ini terjadi, mungkin arumi akan menceritakan mengenai hubungannya dengan bintang pada sasmita. Dan mungkin saja garis hidupnya akan sedikit berbeda.


Arumi menggeleng. Tidak ada gunanya dia menyesal atau mengumpati semua ini. Pasti setelah ini aka nada hikmah yang akan dia terima. Kebahagiaan itu pasti akan datang. Tidak di dunia, tapi di akhirat pasti akan dia terima.


“untuk memberikan hadiah ini, kita akan minta kepada salah satu polisi yang menjadi panita penyelenggara dalam kegiatan ini. Saya minta kepada bapak bintang untuk membantu saya memberi hadiah ini kepafa tahanan yang beruntung,” ucap sasmita yang membuat bintang terkejut setengah mati. Begitu juga dengan arumi.

__ADS_1


Sedangkan tahanan yang lain bersorak riang karena mereka akan menyaksikan wajah seorang polisi tampan itu berada di depan mereka. betapa beruntung arumi bisa bersalaman nanti dengan polisi tampan itu. Begitu pikir para tahanan disana. Tidak tahu saja mereka bagaimana bejadnya seorang bintang dan bagaimana dia tidak bertanggung jawab. Hanya arumi yang tahu itu. Dia yang tahu luar dan dalam seorang Bintang Samudera Nagara.


Bintang menatap angkasa yang berdiri tak jauh darinya. Angkasa mengangguk sambil menggerakkan bibirnya untuk meminta bintang agar maju. Tante sasmita benar-benar cerdas. Batin angkasa kagum dengan apa yang dilakukan oleh sasmita. Secara tidak langsung, apa yang diterima oleh arumi adalah pemberian dari nenek dan ayah anaknya.


Bintang berjalan dengan Langkah yakin dan menampilkan wajah tegasnya. Arumi yang melihat itu hanya menunduk. Sungguh, saat ini jantungnya terasa seperti lari marathon. Disaat arumi mencoba untuk melupakan hubungannya dengan bintang, sasmita malah datang untuk memberi mereka akses bertemu.


Semua ini seperti disengaja. Sasmita tahu mengenai hubungannya dengan bintang. Sasmita juga tahu mengenai kehamilannya. Arumi mulai berpikir, apakah acara ini memang dibuat khusus untuknya agar bertemu dengan bintang? Pikir arumi bertanya-tanya.


Arumi langsung menggelengkan kepalanya. dia tidak se istimewa itu sampai-sampai sasmita rela membuat acara ini untuknya.


“ini bapak bintang,” ucap sasmita memberikan beberapa kotak susu ibu hamil dan juga vitamin yang sudah di kemas dalam bentuk parsel.


Hanya ini yang dapat nenek lakukan sekarang, nak. Nenek akan mengusahakan yang terbaik untuk kamu. Jika di dalam perut saat ini penjara adalah rumahmu, dan para napi ini adalah keluargamu. Nanti aka nada istana untuk kamu, nak. Akan ada keluarga lengkap dan utuh untuk mau. Nenek janjikan itu, nak. Batin


sasmita menatap perut arumi dengan mata berkaca-kaca.


Bintang menatap maminya dan mengangguk dengan sedikit senyuman. “terimakasih, bu sasmita,” ucap bintang menerima parsel itu.


Bintang berjalan pelan mendekati tempat arumi berdiri. dari jarak yang sudah dekat ini, bintang dapat melihat wajah teduh Wanita cantik itu. Meski lingkaran mata sedikit hitam dan pipi yang sedikit lebih tirus tidak mengurangi kecantikan arumi.


“selamat,” ucap bintang menyodorkan paresl itu kepada arumi.


Arumi ragu. Dia menatap sebentar kepada sasmita. Samita mengangguk. Setelahnya tangan arumi terangkat menerima parsel itu. “terimakasih, pak bintang,” ucap arumi menunduk sopan.


Arumi pikir setelah dia menerima parsel semua akan selesai. Namun sepertinya salah. Bintang menyodorkan tangannya untuk mengajak arumi bersalaman. Mau tidak mau arumi menerima uluran tangan bintang dan membalas jabatan tangannya. Suara tepuk tangan terdengar memenuhi aula. Sasmita ikut senang. Kali ini bintang seperti menuruti apa yang diinginkan oleh hatinya.


“karena sudah semua, ayo kita foto Bersama dengan para pemenang undian lebih dulu. Untuk ibu sasmita, perangkat Yayasan dan juga bapak bintang silahkan mengambil posisinya,” ucap moderator memberikan instruksi.


Para tahanan yang menang undian berdiri dengan berderat. Arumi dan sasmita berdiri bersampingan. Sedangkan di barisan belakang ada bintang dan beberapa perangkat Yayasan yang ikut dalam kegiatan ini. Mereka juga tadi yang memberikan hadiah kepada pemenang undian selain arumi.

__ADS_1


Bintang berdiri tepat dibelakang arumi. dari jarak ini dia bisa mencium wangi rambut arumi yang kini sedikit berubah dari terakhir kali dia bisa dengan leluasa menciumnya.


Arumi tidak tahu siapa yang ada dibelakangnya. Dia seperti sedikit di dorong dari belakang hingga akhirnya menoleh. Tampaklah wajah bintang yang datar dengan pandangan lurus ke depan. “bisa geser sedikit pak polisi? Anda mendorong saya,” ucap arumi menatap bintang.


Sasmita yang berada disebelah arumi mendengar itu. Dia tersenyum melihat wajah anaknya yang seperti orang tak berdosa. Bisa-bisanya kamu bintang. Batin sasmita menggeleng.


Tanpa bicara apapun bintang sedikit mundur. Barulah arumi bisa menegakkan tubuhnya dengan sempurna seperti tahanan yang lain.


…..


Arumi berjalan sambil bercanda dengan veni, airi dan nora. Acara telah selesai dan mereka akan kembali ke sel.


“tahanan arumi,” panggil sasmita yang tiba-tiba datang dan berhenti tepat di depan ke empat tahanan wanita itu.


“nyonya sasmita,” ucap arumi sedikit terkejut.


Sasmita tersenyum. “bisa kita bicara sebentar?” tanya sasmita yang membuat arumi menggeleng. “saya harus segera kembali ke sel, nyonya,” jawab arumi menolak.


“sebentar saja. Saya juga sudah izinkan kamu dengan polisi yang mengawasi kalian. Ini terkait undian tadi,” ucap sasmita beralasan.


“pergilah arumi. nanti kita bertemu di sel lagi,” ucap nora.


“iya arumi. kalau begitu kami duluan, ya,” ucap veni ikut bersuara.


Arumi mengangguk. “baiklah,” jawab arumi pelan. Dan setelahnya arumi mengikuti Langkah kaki sasmita yang membawanya menuju ruangan yang tidak arumi ketahui Namanya.


Sedangkan veni, nora dan air menatap teman mereka itu. “arumi seperti dekat dengan ibu itu, ya?”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2