Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 70


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


Bintang memutar badannya sedikit menoleh menghadap angkasa. Dengan mata merah dan pipi yang basah itu bintang menatap sahabatnya sendu. "Kesalahan gue bisa dimaafin kan ya, sa?" tanya bintang dengan suara bergetar.


Angkasa diam, lelaki itu tidak tahu harus menjawab apa untuk sekarang ini.


"Om, saya masih bisa dimaafkan kan, om?" ucap bintang yang kini beralih menatap Iskandar.


"Tidak ada kesalahan yang tidak termaafkan, bintang. tetaplah berdoa dan usaha, kamu ungkap kebenarannya dan bersihkan kembali nama arumi yang sudah kamu buat jelek dimata orang terdekatnya," jawab Iskandar memberi semangat.


"Dan satu lagi, jangan pernah gegabah dalam menentukan sebuah kasus, bintang," lanjut iskandar yang dianggukki oleh Bintang.


"Jika arumi tidak bersalah, kenapa pengacara Kakek bisa mendapatkan bukti bahwa arumi pelaku pembunuhan Kintani?" tanya bintang setelah merasa dirinya sedikit tenang.


"Om," panggil bintang menatap iskandar.


"Hem?" jawab iskandar singkat.


"Bukti apa yang diberikan tim pengacara Arumi?" tanya Bintang lagi. lelaki itu mencoba untuk menyusun kepingan puzzle mengenai malasah ini, ditambah lagi mengenai gadis dibalik jendela itu, bintang yakin semua ini pasti berhubungan.


"Semua dokumen sekolah arumi, dan juga sabotase yang dilakukan oleh keluarga kamu mengenai bukti palsu," jawab Iskandar yang membuat Bintang terdiam.


"Sabotase?" beo bintang bingung.


Iskandar mengangguk. "lebih baik kamu tanyakan langsung kepada keluargamu, mereka lebih berhak untuk memberitahumu yang sebenarnya, dan jika kebenaran itu tidak diungkap oleh pak Hutama, maka tanya pada ibumu, dia tahu segalanya," ucap iskandar lembut.


Bintang mengusap wajahnya kasar. Lelaki itu terdiam dengan pikiran yang melayang jauh. Satu hal yang baru dia sadari, kakek dan neneknya pasti mengetahui hubungannya dengan Arumi, oleh karena itu mereka bersikeras memasukkan arumi ke dalam penjara dan mengatur perjodohannya dengan Agnes.


"Huh," suara helaan nafas yang begitu kasar keluar dari mulut bintang.


"Kenapa aku baru sadar sekarang?" gumamnya bertanya merutuki dirinya yang tak bisa membaca situasi dengan baik.


"bintang pamit, om," ucap lelaki itu tiba-tiba dan langsung berdiri dari duduknya.


"lo mau kemana?" tanya angkasa.


"Gue harus selesaiin semuanya dan cari arumi," jawab bintang dan langsung pergi meninggalkan ruangan iskandar.


"Huh, semoga dia gak gila nanti. baru tahu sedikit aja udah kayak orang linglung, apalagi tahu semuanya nanti?" ucap angkasa tak bisa membayangkan bagaimana terpuruknya bintang nanti saat semua kebenaran menghantam dirinya.


"Penyesalan memang akan datang belakangan, tapi semoga saja bintang bisa bijak dalam menyikapi ini semua, karena yang akan dia lawan adalah Hutama Nagara," jawab iskandar.


Angkasa mengangguk. "Ternyata gak enak juga jadi anak dari orang berkuasa. lebih enak jadi anak dari keluarga biasa aja," ucap angkasa menerawang.

__ADS_1


dahi Iskandar berkerut mendengar perkataan anaknya. "Kau pikir dirimu dari keluarga sederhana? kau dan bintang itu sebelas dua belas, hanya saja kau beruntung karena kakekmu sudah di surga, dan sial bagi bintang karena kakek dan neneknya masih di dunia, " ucap Iskandar tanpa filter.


Angkasa yang mendengar perkataan ayahnya itu tersenyum polos, ayahnya jika menyindir tidak pandang bulu, keluarga sendiripun tak apa jika yang dia sampaikan adalah kenyataan.


.....


Hutama dan Tyas kembali ke Jakarta setelah mendapat kabar dari tim pengacaranya bahwa dokumen asli milik arumi yang mereka curi dari rumah wanita itu hilang.


"Kenapa bisa?" tanya Hutama tak habis pikir.


Salah satu tim pengacara yang mengubungi Hutama itu menggeleng tak tahu. Tadi niatnya ingin mengambil berkas itu untuk dipindahkan, tapi nyatanya benda itu sudah tidak ada disana.


"Tuan," suara seseorang yang datang dari arah pintu mengalihkan pandangan Hutama, tyas dan lelaki muda yang merupakan tim pengacara mereka.


"Harun, ini kenapa bisa hilang? bukannya aku menitipkan semua padamu?" tanya Hutama langung tanpa basa-basimu menanyakan kabar Harun.


Harun menghela nafas pelan. Sebelum dia menjawab pertanyaan Hutama, Harun menatap lelaki muda itu dan memberi kode agar segera pergi meninggalkan mereka. Pria itu mengerti dan langsung pergi dari tempatnya.


"Aku juga tidak tahu kenapa berkas itu sampai hilang, tuan, tapi yang pasti ada kabar yang lebih buruk lagi," ucap Harun menatap serius pada Hutama.


"Apa?" tanya Hutama penasaran.


"Arumi sudah dibebaskan," ucap Harun memberitahu.


"Satu hal yang pasti, tuan, ini semua pasti ada hubungan dengan berkasnya yang hilang," ucap Harun.


"Dan pasti ada orang dalam yang berkhianat," lanjut Harun menatap Tyas yang berdiri di sebelah Hutama.


"Kamu menuduhku, Harun?" tanya Tyas tak percaya.


Harun terkekeh. "Aku tidak menuduh, nyonya, aku hanya memastikan, tapi nyonya malah merasa bahwa aku menuduhmu," jawab Harun enteng.


Hutama menatap tajam Tyas. Tyas yang mendapat tatapan dari suaminya membalas tatapan itu. "Aku memang mengetahui kebenarannya, tapi untuk berkhianat dengan suami sendiri, aku tidak sejahat itu," jawab Tyas dan segera pergi dari sama meninggalkan Harun bersama Hutama.


Hutam membuang nafas kasar. "Hanya tim pengacara kita yang bisa masuk ke dalam rumah ini. Apa kau sudah memeriksa semua tim mu?" tanya Hutama menatap Harun.


Harun mengangguk. "Sudah tuan, dan mereka berani bersumpah bahwa mereka tidak melakukan itu," jawab Harun yakin.


"Bagaimana ini? Aku tidak mau jika bintang kembali bersama wanita kampung itu," ucap Hutama tak sudi.


"Aku ada satu solusi, tuan," ucap Harun yang membuat Hutama menatapnya.


"Apa?"


"Kita percepat pernikahan Agnes dan Bintang, setelah itu arumi tidak akan pernah mendekati bintang lagi," ucap harun dengan pikiran liciknya.

__ADS_1


"Kau pikir akan mudah melakukan itu sekarang? akan sangat susah membujuk bintang," jawab Hutama bingung.


"Siapa yang berani mengkhinatiku?" gumam Hutama berpikir.


"Boleh aku menyampaikan kecurigaan ku, tuan?" tanya Harun sebelum mengatakan maksudnya.


"Apa?" tanya Hutama.


"Maaf jika aku lancang, tapi aku mencurigai istri dan menantumu, tuan," ucap Harun menyatakan kecurigaanya.


"Sasmita?" tanya Hutam tak percaya.


Harun mengangguk. "Karena menantu Tuan itu mengetahui rahasia arumi," ucap Harun dengan senyum penuh maksud.


"Rahasia apa?" tanya Hutama tak mengerti.


"Biar menantu tuan sendiri yang mengatakannya."


"Kita ke rumah Ali dan Sasmita," ucap Hutama dan mereka segera pergi menuju rumah anaknya. Tyas yang melihat itu dari lantai dua langsung menyusul. Dia takut akan ada pertengkaran besar antara Ali dan. Hutama nanti.


.....


Agnes dan arumi sampai di rumah Sasmita, entah kenapa perasaan arumi gelisah tak karuan. "Kamu kenapa?" tanya Agnes.


"Aku sedikit gelisah, nes, gak tahu kenapa," jawab arumi jujur.


"Kita jadi masuk?" tanya Agnes lagi menanyakan.


Arumi mengangguk. "Kita udah sampe, gak mungkin harus menyeret langkah lagi untuk kembali," jawab arumi meyakinkan dirinya.


"kalau begitu, ayo," ajak Agnes dan mereka berdua turun dari mobil Agnes.


Agnes dan arumi berjalan menuju teras rumah yang sangat besar itu. Arumi sadar sekarang, pantas saja Hutama dan Tyas tidak menyetujui hubungannya dengan bintang, mereka bagaikan langit dan bumi.


Agnes mengangkat tangannya untuk menekan bel, namun belum sempat bel itu ditekan, sebuah suara mengejutkan keduanya.


Agnes dan Arumi berbalik, tubuh arumi bergetar hebat melihat siapa kini berdiri disana.


"Bi-Bintang."


...----------------...


Duuuuh, author deg-degan, semoga jantung kalian aman, ya, hehe ✌


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**

__ADS_1


__ADS_2