
HAPPY READING
“apa maksudmu, arumi?” tanya agnes tak paham.
“hanya ada aku dan anakku tanpa masa lalu. Aku melanjutkan hidupku dengan anakku, dan kamu, bahagialah nanti dengan seseorang yang sudah dijodohkan denganmu, agnes,” ucap arumi mencoba memberikan senyumnya menatap agnes.
“a-arumi.”
Arumi tersenyum. Tangannya terulur menggenggam tangan agnes. “aku doakan kebahagiaanmu bersama bintang.”
DEG
“a-arumi,” ucap agnes lirih setelah mengerti dengan apa yang disampaikan oleh arumi. agnes menggeleng kuat. “apa yang kamu ketahui, tidak seperti yang kamu pahami, arumi,” ucap agnes mencoba menjelaskan agar arumi tak salah paham.
Arumi tersenyum. “jangan takut, agnes. Aku tidak akan salah paham. Aku tidak marah padamu. Justru aku sangat berterimakasih karena sudah bersedia dengan ikhlas membantuku, agnes,” ucap arumi dengan yakin namun sangat berlainan dengan keadaan hatinya saat ini.
“aku juga sangat berterimakasih karena kau dengan rela melawan ayahmu sendiri untuk membelaku dan memperjuangkan kebebasanku. Kau sampai rela melawan keluarga calon suamimu sendiri,” lanjut arumi denggan mata berkaca-kaca menatap agnes.
“jika ada kata yang lebih bermakna tinggi selain terimakasih, maka itu akan aku ucapkan padamu agnes. Terimakasih banyak sekali lagi,” ucap arumi lagi dengan pandangan tak lepas dari agnes sedikitpun.
Air mata agnes berjatuhan tanpa bisa dia cegah. Wanita itu menggeleng kuat menatap arumi. “aku mohon jangan ucapkan itu, arumi. aku dan bintang memang dijodohkan, dan kami memang menerimanya, tapi itu hanya formalitas di depan keluarga, arumi. tidak lebih sama sekali. Hubunganku dan bintang hanya sebatas teman saja,” ucap agnes mencoba memberitahu arumi.
“apapun hubunganmu, tidak usah menjelaskan kepadaku, agnes. Lagi pula aku tidak butuh itu. aku siapa sampai-sampai kamu harus menjelaskannya? Tapi satu yang pasti, aku minta maaf karena tidak bisa membalas kebaikanmu sekarang, dan aku berdoa semoga tuhan bisa membalas semua kebaikanmu ini padaku, agnes,” ucap arumi lembut menatap agnes.
“kamu yang paling berhak untuk bintang, arumi. di dalam tubuhmu mengandung nyawa yang merupakan darah daging bintang. Mungkin aku memang Wanita yang dijodohkan dengannya, tapi jika kamu Wanita yang ditakdirkan tuhan untuknya kitab isa apa, arumi?” ucap agnes menangis menatap arumi.
__ADS_1
“percayalah, arumi. dengan aku menjadi pengacaramu ini sama sekali tidak berhubungan dengan perjodohanku dengan bintang. Bahkan aku sudah menerima kasus ini dan ingin menjadi pengacaramu sebelum perjodohan dimulai dan sebelum aku tahu bahwa kamu adalah Wanita yang dicintai oleh bintang,” lanjut agnes menjelaskan dengan harapan arumi akan paham dengan maksud perkataannya.
Arumi tersenyum menatap agnes dengan mata berkaca-kaca. Dagu Wanita itu bergetar karena menahan tangis yang memberontak ingin keluar. Sejenak arumi dan agnes hanya saling pandang. Arumi sama sekali berlum memberi tanggapan atas apa yang agnes katakan. Karena sekali saja nanti dia bicara maka tangisnya akan pecah saat itu juga.
“arumi,” panggil agnes yang hanya dibalas tatapan oleh arumi.
“kamu ingin membayar semua jasaku agar kamu tak merasa berhutang budi?” tanya agnes.
Arumi hanya dia. Dia hanya menatap agnes tanpa ingin bersuara.
“jika memang kamu ingin membalas semuanya, mudah saja, arumi. tolong jangan minta kami, para pengacaramu untuk ikut menjauh dari hidupmu. Apa kamu tidak memikirkan bagaimana pengorbanan kami? Dan satu lagi juga yang harus kamu tahu, jangan buat pengorbanan tante sasmita sia-sia. Dia ingin kamu bebas demi cucunya, arumi. dia ingin kamu dan anakmu hidup dengan layak,” ucap agnes meyakinkan arumi.
“jika saja tidak ada anakku, apa aku tetap menjadi penjahat dan tidak dibebaskan?” tanya arumi setelah menghela nafas beberapa kali untuk menetralkan keadaan hati dan emosinya.
“bukan itu maksudku, arumi,” ucap agnes menggeleng bersamaan dengan isak tangisnya yang kembali terdengar.
“arumi, hiks.”
“aku mohon, agnes,” jawab arumi masih dengan memohon kepada agnes.
Tangis agnes semakin kuat. Rasanya sudah tak tahan, agnes berdiri dan keluar begitu saja dengan sedikit berlari. Semakin lama dia disana, maka akan semakin bahaya untuk hubungan baiknya dengan arumi.
Arumi memandangi kepergian agnes. Tangis Wanita itu semakin pecah dalam kesendirian. “aku hanya ingin hidup sebagai manusia yang bisa Bahagia,” gumam arumi dalam tangisnya.
Beberapa menit berada disana, akhirnya arumi memilih untuk berdiri setelah meredakan tangisnya. Dengan Langkah pelan, wajah yang sembab dan badan yang masih bergetar arumi keluar dari ruang kunjungan untuk menuju sel nya. Entah apa tanggapan teman satu selnya nanti saat melihat keadaanya, arumi hanya perlu tersenyum untuk menjawab sambil mengatakan ‘aku tidak apa-apa’.
__ADS_1
*Flashback Off*
Setelah mengirimkan sebuah pesan kepada seseorang, agnes mematikan ponselnya. agnes kini kembali melanjutkan mobilnya menuju suatu tempat. Wanita itu masih saja menangis mengingat bagaimana wajah arumi yang nampak kecewa mendengar semua fakta ini. Harun benar-benar keterlaluan. Rasa hormat yang masih ada sedikit untuk harun tiba-tiba hilang begitu saja karena semua ini. Bukan karena dia lebih menyayangi arumi, hanya saja sikap harun benar-benar membuat agnes kecewa.
…..
Bintang yang sedang sibuk di kursi kerjanya memeriksa beberapa berkas mengenai kasus yang sedang dia tangani mengalihkan pandagannya.
Matanya menyipit melihat nama agnes mengirimnya sebuah pesan. Bintang mengambil ponsel yang ada di sebelahnya dan langsung membuka notif pesan itu.
Bintang menghela nafas pelan. Lelaki itu menatap jam di tangannya. Masih ada beberapa menit untuk penyelidikan yang akan dia lakukan. Mungkin sekarang dia harus berhenti dari kertas-kertas itu dan memenuhi permintaan agnes yang mengajaknya bertemu. “aku juga akan menyempaikan pesan kakek padanya,” gumam bintang dan berdiri dari duduknya untuk segera pergi menemui agnes.
…..
Berkendara beberapa menit, mobil bintang sampai di parkiran sebuah restoran yang menjadi tempatnya bertemu agnes. Laki-laki itu langsung keluar dan masuk ke dalam restoran. Mata bintang menyapu setiap meja dan melihat agnes yang duduk di meja pojok dinding.
Sampai di meja agnes bintang langsung duduk di kursi. “jadi ada apa?” tanya bintang langsung tanpa basa-basi.
Agnes mengangkat kepalanya. dahi bintang berkerut bingung melihat wajah agnes yang sedikit sembab dan mata yang merah. Ketara sekali jika Wanita itu baru selesai menangis.
Agnes menatap bintang. “tolong bicara dengan arumi dan sampaikan bahwa perjodohan kita hanya sebatas formalitas di depan keluarga.”
...****************...
Semoga menikmati, ya teman-teman. Jangan lupa kasih like dan komentar kalian, biar aku makin semangat, yaa.
__ADS_1
Jangan lupa mampir di Instagram aku ya, @nonamarwa_ Kalian bisa melihat postingan-postingan bermanfaat disana dan juga mengenai semua karya-karya ku. Terimakasih ,,,,,,,