
HAPPY READING
“Kau ini benar membunuh atau hanya dituduh pembunuh?” ucap Veni meremehkan Arumi karena terlihat lemah
Arumi terdiam sebentar sambil memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan untuk pertanyaan ini, karena jika ia hanya mengaku sebagai yang tertuduh, pasti dia akan diperlakukan lebih buruk lagi dari cara perkenalan yang sudah Arumi rasakan.
“Melakukan atau dituduh, mungkin kalian semua tidak perlu tau. Tapi yang pasti, alasanku jelas ada disini karena perbuatanku yang tidak hanya sebatas main – main,” balas Arumi sambil memberikan tatapan tajam kepada Veni dan tahanan lainya.
Arumi tidak bohong, Arumi hanya memainkan penggunaan kata untuk membuat jawaban yang seakan – akan Arumi terlihat sebagai terpidanam kasus pembunuhan.
__ADS_1
Nampak raut wajah terkejut dari Veni dan narapidana lain yang sekamar dengan Arumi. Kali ini jawaban Arumi membuat mereka ambil jarak karena merasa apa yang dilakukan Arumi jauh lebih berat daripada kasus yang mereka perbuat.
“Lalu mengapa kau kesakitan ketika bersalaman denganku? Itu tidak sampai setengah kekuatanku tapi kenapa kau kesakitan?” balas Veni karena masih belum percaya dengan jawaban Arumi.
“Tangan ini sudah terlalu banyak kehabisan tenaga karena melakukan sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak menyangka bisa melakukan nya. Semuanya sudah kukerahkan lebih dulu untuk melakukan semuanya itu, jadi mungkin saja ketika hanya sebatas bersalaman denganmu aku merasakan sakit, karena sebelum bersalaman denganmu, sudah lebih dulu tangan ini kuhabiskan untuk mengucapkan salam perpisahan selamanya untuk orang lain,” ucap Arumi tegas menjawab ketidakpercayaan Veni.
Entah darimana pikiranya itu berasal, tetapi dia hanya berusaha memberikan jawaban yang memang benar adanya, hanya saja dengan penggunaan kata yang berbeda. Arumi memang melakukan sesuatu yang memang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya untuk melakukan sesuatu itu, salah satunya adalah memperbanyak zikir atas taubatnya. Dan Arumi benar, ketika terakhir kalinya Arumi melepas Bintang, Arumi sambil memegang dadanya lalu merelakan cintanya kepada Putra Keluarga Nagara itu.
Sedangkan Arumi? sebagai tahanan baru yang bahkan tidak tau tentang kehidupan di dalam penjara, Arumi hanya mencoba membaca situasi agar hal yang buruk tidak terjadi pada dirinya dengan cara membuat pengakuan jujur tapi dengan penggunaan kata yang berbeda.
__ADS_1
“Aku tidak berharap kalian untuk percaya kepadaku. Tapia ada satu permintaanku hanya jangan sampai kalian mencoba mengusikku,” ucap Arumi kembali menegaskan kepada narapidana yang lain.
“Baiklah, kami tidak akan mengusikmu. Tetapi kami tidak menjamin jika kamu bisa menjadi teman kami.” Jawab salah satu terpidana yang lain.
Syukurlah ya Tuhan, sedikit usahaku ini bisa membuat keadaanku bisa baik – baik saja. Aku mohon berikanlah selalu perlindungan-Mu bersamaku ya Allah. Batin Arumi sedikit lega karena hampir saja Arumi mendapatkan perlakuan yang kurang baik di dalam sel penjaranya.
…..
Sedangkan di tempat lain yang jauh lebih tenang, Bintang melihat ke arah langit malam. Lelaki itu duduk dengan nyaman namun pikiran yang berantakan. Satu nama saat ini benar – benar memenuhi isi kepalanya. “Bagaimana keadaan Arumiku?”
__ADS_1
...****************...