Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 52


__ADS_3

HAPPY READING


“mas,” panggil sasmita lagi karena ali diam. Lelaki itu nampak termenung entah apa yang dia pikirkan.


“aku hanya takut,” ucap ali lirih.


“takut kenapa?”


“bagaimana bintang jika mengetahui semua ini?” ucap ali sendu. Tiba-tiba hatinya sebagai seorang ayah bergetar hebat. Membayangkan bagaimana kesedihan anaknya saat tahu semua ini rasanya ali tidak sanggup. Apalagi memang terjadi? Entah kehidupan dan siksa dunia apa yang akan bintang lakukan untuk menghukum dirinya sendiri.


“tapi memang ini yang harus bintang terimas, mas. Tidak ada yang bisa mengobati penyesalan itu nanti kecuali bintang ingin membuka mata dan hatinya sekarang ini. Dia terlalu fokus pada kesalahan arumi sehingga tak bisa berfikir jernih sebagai seorang polisi,” ucap sasmita yang dianggukki oleh ali. Sudah beberapa kali ali melihat sasmita yang meminta zergan untuk lebih menyelidiki kasus ini lagi, tapi anaknya itu tetap kekeuh bahwa arumilah yang telah melakukannya.


Ali menghela nafas. “jadi kasus ini akan kembali naik?” tanya ali yang dianggukki oleh sasmita.


“aku hanya ingin cucuku dapat hidup layak, mas. Kebebasan ibunya akan menjadi awal dari kehidupan yang baik untuk cucu kita,” jawab sasmita yang dianggukki oleh ali.


“kita harus bersiap untuk kemungkinan apapun yang terjadi,” ucap ali.


“iya, mas. Termasuk jika nanti arumi melapor balik mengenai sabotase yang sudah ayah lakukan.”


…..


Sasmita bersama dengan tim pengacara arumi saat ini sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi. Hari ini mereka sudah sepakat untuk memberikan bukti yang mereka dapat kepada Iskandar. Beberapa menit berkendara mobil yang dikemudi oleh rendi itu berhenti dengan tepat di parkiran kantor polisi.


“mi,” panggil seseorang yang membuat sasmita menghentikan Langkah kakinya.


Sasmita yang berjalan bersama agnes berbalik. Agnes yang melihat itu memutar bola matanya malas. Kenapa pagi-pagi begini dia harus bertemu dengan lelaki tak berpendirian seperti bintang? Sungguh menyebalkan. “pemandangan yang buruk,” gumam agnes yang masih bisa di dengar oleh sasmita dan bintang. Sedangkan tasya dan rendi sudah berjalan duluan di depan menuju ruangan Iskandar.


Sasmita hanya tersenyum, sedangkan bintang tak mengindahkan apa yang agnes katakan. “mami kenapa sama mereka?” tanya bintang heran melihat sasmita.


Bintang tidak akan bertanya jika sasmita hanya berdua dengan agnes, tapi ini juga dengan rekan pengacara agnes yang lain.


“agnes,” panggil sasmita pada agnes.


“iya tante,” jawab agnes lembut.


“kamu duluan, ya. tante mau bicara sebentar sama bintang,” ucap sasmita meminta waktu.


Agnes mengangguk dan tersenyum. “agnes duluan ya, tante,” ucap agnes dan pergi begitu saja tanpa menghiraukna bintang sama sekali.


“ayo ikut mami,” ucap sasmita dan menarik tangan bintang agar mengikutinya untuk masuk ke dalam mobil.


“ada apa, mi?” tanya bintang heran setelah mereka berdua duduk diatas mobil.

__ADS_1


Sasmita menghela nafas pelan. “kamu kok gak pake baju seragam lengkap?” tanya sasmita heran. Saat ini bintang memang hanya memakai pakaian santai. Celana jeans panjang, baju kaos dan jaket kulit yang melapisi tubuh tegapnya.


“bintang ada kasus hari ini. Makanya pake baju santai. Mami kenapa disini sama pengacara arumi?” tanya bintang sambil menjawab.


“bintang,” panggil sasmita pelan menatap dalam mata anaknya.


“kenapa mi?” tanya bintang heran.


“kamu masih mencintai arumi?” tanya sasmita tanpa pikir panjang yang membuat bintang sontak terdiam.


“kenapa mami tanya begitu?” tanya bintang mengalihkan pandangannya dari sasmita.


“mami hanya ingin bertanya, nak. Apa kamu masih mencintai arumi?” tanya sasmita lagi.


“apa mami akan marah jika bintang masih mencintai arumi?” tanya bintang menatap lurus ke depan.


Sasmita tersenyum dan menggeleng. Namun lain dengan bintang yang terkekeh pelan. “tapi itu dulu sebelum semua ini terjadi, ma. Sekarang rasanya sudah tak sama lagi,” ucap bintang yang memudarkan senyum sasmita.


“nak,” panggil sasmita lembut.


Bintang hanya berdehem tanpa menoleh.


“bagaimana jika sebenarnya arumi tidak bersalah?” tanya sasmita sedikit hati-hati.


“hakim juga manusia yang bisa khilaf, nak,” ucap sasmita lagi.


Bintang menggeleng. “hakim tentu memutuskan berdasarkan bukti, mi,” jawab bintang.


“dan bukti bisa saja keliru, bahkan palsu,” ucap sasmita tanpa ragu.


Bintang menatap lekat maminya. “entah apa yang membuat mami seperti memihak arumi daripada kintani. Tapi yang pasti, bintang sedikit leg ajika seseorang yang menyebabkan kematian adik bintang sudah di penjara,” jawab bintang sedikit tegas.


“mami percaya jika arumi tidak bersalah, nak,” ucap sasmita pelan. “dan itu bukan berarti mami tidak memikirkan keadilan untuk kintani,” lanjut sasmita lembut.


“bintang harus pergi sekarang,” ucap bintang dan langsung membuka pintu mobil.


“nak,” panggil sasmita memegang lengan bintang untuk menahan lelaki itu.


Bintang hanya diam.


“kamu memang polisi, tapi belum tentu kamu menangkap orang yang benar. Hakim memang mengadili, tapi belum tentu keputusannya adalah benar. dan arumi, dia orang yang diadili atas kesalahan yang dibuktikan oleh keluarga kita, nak. Satu hal yang harus selalu kamu ingat, kamu, mami, keluarga nagara, hakim, pengacara dan arumi, kita semua adalah manusia,” ucap sasmita lembut mencoba memberi pengertian kepada bintang agar paham dengan maksud yang dia sampaikan.


“bintang harus pergi,” ucap bintang dan melepaskan tangan sasmita dengan sedikit paksa.

__ADS_1


Sasmita menghela nafas pelan. “jika bukan karena janji dengan arumi, sudah mami bilang semuanya sama kamu, nak,” gumam sasmita sendu menatap punggung anaknya yang berjalan menjauh dari tatapannya.


…..


Kini agnes, tasya, rendi dan sasmita sudah berada di ruangan Iskandar. Tujuan mereka kesini adalah untuk memberitahu Iskandar mengenai bukti yang mereka dapatkan.


“jadi tujuan kalian menemuiku ramai seperti ini ada apa?” tanya Iskandar yang belum mengetahui apa-apa.


Tadi saat tasya, rendi dan agnes datang duluan mereka hanya berbincang biasa dan akan mengatakan yang sebenarnya nanti saat sasmita datang.


“kami ada bukti bahwa arumi tidak bersalah, pak,” ucap rendi buka suara.


Iskandar menatap bingung. “maksudnya?” tanya Iskandar lagi.


“Bukan arumi yang membunuh kintani, is,” ucap sasmita lirih.


“kalian bercanda?” tanya Iskandar sedikit tak percaya.


“kami tidak pernah bercanda mengenai kebebasan arumi, om. Ini buktinya,” ucap tasya memberikan bukti yang mereka dapatkan.


“om bisa lihat itu semua,” tambah agnes tegas.


Iskandar membuka map itu satu persatu. Matanya membulat tak percaya jika bukti yang dia lihat saat ini benar-benar kunci yang bisa membebaskan arumi saat ini juga. “kalian mendapatkannya dimana?” tanya Iskandar lagi.


“ayah mertuaku menyabotasenya, is.”


“Tuan hutama?” tanya Iskandar lagi memastikan.


Sasmita dan yang lainnya mengangguk.


“kenapa semakin rumit begini,” gumam Iskandar lirih. Kepalanya terasa pening memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.



apa bukti ini cukup untuk membebaskan arumi, pak?” tanya rendi menatap penuh harap pada Iskandar. Begitu juga dengan agnes dan tasya.


Iskandar mengangguk. “sangat bisa. Tapi,,,”


“tapi apa, pak?” tanya agnes.


“kemungkinan keluarga nagara yang akan terancam.”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2