Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 40


__ADS_3

HAPPY READING


Bintang menghela nafas pelan. Lelaki itu menyandarkan punggungnya dengan kepala menengadah. “bukan hubungan bintang dan arumi yang salah. Hubungan kamu adalah suci meski tidak ada tujuan,” ucap bintang pelan. Setelahnya bintang menolehkan kepalanya menatap tyas. “harusnya keluarga nagara tidak pernah ada, nek,” ucap bintang lirih menatap sendu pada tyas.


Tyas yang mendengar itu mendekatkan tubuhnya pada bintang dan memeluk cucunya. Air mata tyas jatuh saat itu juga melihat cucunya yang nampak sangat putus asa. Seperti ini saja kamu sudah tak waras, nak. Apalagi kamu mengetahui semuanya nanti. Nenek rasanya tidak akan sanggup jika harus menyaksikan penyesalan keluarga kita. Batin tyas menangis.


“jangan bicara seperti itu, nak. Tidak ada keluarga nagara, maka cerita ini juga tidak aka nada. Tidak ada keluarga nagara maka kamu juga tidak akan ada. Yang seharusnya kekuasaan itu tidak boleh di nomor satukan. Tapi apa daya, nak. Kesalahan sudah mandarah daging dalam keluarga besar kita,” ucap tyas sambil mengusap lembut kepala bintang.


Tubuh kekar bintang bergetar dalam pelukan tyas. Tangisnya tumpah saat itu juga.


“boleh nenek tanya satu hal, nak?” tanya tyas lembut yang dibalas anggukkan oleh bintang.


“apa yang membuat kamu menangis sesegukan seperti ini? Cintamu pada arumi? atau ada sesuatu yang tidak bisa kamu sampaikan?” tanya tyas.


Bintang terdiam sebentar. Dia melepaskan diri dari pelukan tyas dan menghapus air matanya. Setelahnya lelaki itu menggeleng. “bintang gak tau, nek. Harusnya bintang senang karena kasus ini kita menangkan. Tapi rasanya hati bintang tidak terima. Ada hal tak kasat mata yang membuat air mata bintang rasanya berbuah menjadi penyesalan, nek. Tapi apa?” tanya bintang benar-benar takt ahu apa penyebabnya.


Karena hati kamu menentang kebenaran yang disampaikan oleh otak kamu, nak. Nurani kamu yang memegang kejujurannya. Batin tyas yang tak bisa berkata apa-apa.


“nenek tidak tahu harus membantu apa untuk kamu, nak. Tapi boleh nenek minta satu hal?” tanya tyas lembut.


Bintang mengangguk.


“belajarlah untuk selalu memaafkan, nak. Terutama diri kamu sendiri,” ucap tyas penuh makna menatap bintang.


“maksud nenek?” tanya bintang dengan mata merah karena menangis.


Tyas menggeleng. “bukan apa-apa, nak. Nenek hanya ingin kamu selalu memaafkan diri kamu sendiri. Jangan sampai melukainya karena itu tidak akan memberikan solusi. Selalu berpikir jernih dan jangan putus asa ya, nak,” jawab tyas mengusap lembut rambut belakang bintang.


Bintang hanya mengangguk. Apa yang dikatakan neneknya memang benar. Tapi untuk nanti, tidak ada yang tahu apakah bintang bisa mengingat dan melakukan nasehat neneknya itu atau tidak.


…..

__ADS_1


Jam makan siang sudah datang. Para tahanan mendapat jatahnya masing-masing untuk mengisi perut mereka siang ini. Hanya ada sayur, tempe goreng dan juga telur dalam piring mereka. arumi tersenyum. Alhamdulillah ya, nak. Setidaknya disini kita masih bisa makan. Dan makanannya cukup bergizi lo, nak. Nanti kamu ikut rasain ya. Batin arumi bersyukur menatap menu makan siang yang sudah ada di piringnya.


“disini makannya memang tak enak. Tapi percayalah, kau akan tetap dijamin makan disini,” ucap veni yang sudah mulai makan.


Nora, teman tahanan arumi yang lain mengangguk. “biasanya, kalau orang yang benar-benar menikmati kehidupan di penjara tanpa berulah akan gemuk keluar dari sini,” ucap nora yang dibalas kekehan veni dan dua teman sel lainnya, Airi dan Kaira.


“kalian semua baik. Terimakasih,” ucap arumi tulus menatap mereka semua bergantian.


Mereka semua tersenyum. Awalnya mereka memang sangat jutek pada arumi. tapi lama-lama, kelembutan dan ketulusan arumi membuat mereka menganggap Wanita itu sebagai adik. Karena dari mereka berlima, arumilah yang paling muda.


“ayo makan! Kita butuh tenaga untuk disini. Setidaknya untuk berpikir,” ucap airi terkekeh pelan. Setelahnya mereka melanjutkan makan dengan tenang dan sesekali bercanda.


Arumi bersyukur. Bahkan sangat bersyukur. Ketakutannya bahkan tidak terjadi. Orang penjara yang dia pikir jahat ternyata tidak. Mereka semua baik dan bisa menerima keberadaan arumi.


…..


Agnes dan tasya kini duduk Bersama di sebuah restoran untuk melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan sejak lama. Agnes sudah membuat janji dengan sasmita untuk bertemu. Wanita paruh baya itu tidak menolak dan mengiyakan permintaan agnes.


Agnes mengangguk. “tante sasmita gak mungkin ingkar janji,” ucap agnes.


“iya, yang tahu gimana calon mertua,” ledek tasya yang memang sudah mengetahui semuanya. Agnes memang sudah memberitahu semuanya pada tasya dan rendi mengenai perjodohannya dengan bintang. Awalnya mereka cukup syok, tapi agnes mengatakan jika dia dan bintang hanya pura-pura menerima perjodohan ini.


“pura-puranya,” jawab agnes mengoreksi.


“hubungan yang rumit ya, nes,” ucap tasya dengan pandangan lurus ke depan. Tangan Wanita itu mengaduk-aduk minuman di gelas yang sudah mereka pesan.


“maksudnya?” tanya agnes bingung.


“gimana nanti kalau arumi tahu hubungan kamu sama Harun? Gimana kalau nanti arumi tahu jika kamu dijodohkan dengan bintang? Aku gak bisa bayangin gimana perasaan arumi,” ucap tasya menyampaikan apa yang ada di pikirannya.


“makanya arumi tidak boleh tahu. Aku tidak mau arumi merasa tak enak hingga menolak niat kita untuk membantunya. Arumi pantas mendapat keadilan. Lagian, aku dan bintang tidak akan melanjutkan perjodohan ini nanti,” ucap agnes yakin.

__ADS_1


Tasya mengangguk. Dia sangat percaya dengan agnes karena memang agnes sudah memiliki laki-laki lain dalam hatinya. Dan tasya sangat tahu siapa orang itu.


Ditengah perbincangan mereka, sasmita datang dengan sedikit tergesa-gesa. “maaf tante terlambat, agnes,” ucap sasmita tak enak.


“gak papa, tante. Duduk dulu,” ucap agnes mempersilahkan sasmita untuk duduk. Agnes dan tasya menyalami sasmita dengan bergantian dan menawarkan minuman yang sudah mereka pesan untuk sasmita.


“tadi tante ada pekerjaan sedikit yang gak bisa tante tunda. Maaf, ya,” ucap sasmita lagi tak enak.


“tidak apa-apa, tante. Kami juga gak keberatan,” jawab tasya tersenyum.


Sasmita membalas senyum tasya dan agnes lalu mengangguk. “jadi, ada apa?” tanya sasmita menanyakan maksud pertemuan mereka.


“maaf sebelumnya, tante. Bukannya agnes lancang atau apa, agnes dan tasya ingin membicarakan mengenai bintang dan arumi,” ucap agnes menatap yakin sasmita.


“kamu tahu agnes?” tanya sasmita terkejut.


Agnes mengangguk dan tersenyum. “tentu, tante. Arumi adalah klien sekaligus teman untuk kami,” jawab agnes jujur.


“maaf jika sebelumnya tante tidak memberitahu kamu soal ini,” ucap sasmita tak enak. Karena pasalnya, saat ini agnes adalah Wanita yang akan dijodohkan dengan anaknya bintang.


“tidak apa-apa, tante. Jangan merasa tak enak,” jawab agnes santai.


“apa yang ingin kalian sampaikan?” tanya sasmita menatap tasya dan agnes bergantian.


Agnes menghela nafas pelan. “mungkin tante tidak akan percaya, tapi ini adalah kebenaran, tante,” ucap agnes.


“apa?”


“arumi mengandung cucu tante.”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2