Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 56


__ADS_3

HAPPY READING


Agnes mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Wanita itu benar-benar emosi saat ini dan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang yang membuatnya marah seperti ini. Beberapa menit berkendara, mobil agnes sampai di rumahnya sendiri.


Agnes tahu ayahnya itu pasti berada di rumah sekarang ini. Tadi dia sudah datang ke kantor hukum ayahnya namun lelaki paruh baya itu tidak ada disana.


Agnes menutup dengan keras pintu mobilnya. Dengan Langkah lebar dan wajah yang sembab arumi berjalan memasuki rumahnya. Sampai di ruang keluarga, arumi menatap harun yang duduk sambil membaca koran. Ini masih pukul sepuluh pagi, tapi kelakuan harun benar-benar membuat agnes marah. Wanita itu benar-benar tak habis pikir dengan apa yang sudah harun lakukan.


“ada apa?” tanya harus buka suara yang memang menyadari kedatangan agnes dari suara sepatu Wanita itu.


“apa maksud ayah mengatakan semua itu pada arumi?” tanya agnes dengan mata tajamnya menatap harun.


Harun terkekeh pelan. “jadi wanita murahan itu mengadu padamu?” tanya harun lagi dengan santai.


“jaga mulut ayah! Dia punya nama dan Namanya adalah arumi!” ucap agnes marah.


Harun mengangguk. “jadi arumi mengadu padamu?” tanya harun lagi.


“apa maksud ayah mengatakan itu semua pada arumi?” tanya agnes lagi tanpa mengindahkan pertanyaan harun. Yang dia butuhkan adalah jawaban buakn tanya balik untuk dirinya.


Harun menghela nafas pelan. Lelaki itu menutup korannya dan menatap agnes. “tujuanku hanya untuk menyelamatkan perjodohanmu dengan bintang,” ucap harun jujur tanpa ada bersalah.


Agnes berdecak. “segitunya ayah ingin menjadi bagian keluarga nagara?” tanya agnes lagi tak mengerti dengan jalan pikiran harun.


“aku hanya melakukan tugasku sebagai ayah. Aku hanya mempertahankan posisi anakku sebagai calon menantu keluarga nagara. Lagi pula, arumi memang berhak tahu mengenai jati diri pengacaranya. Dia harusnya bersyukur jika masih ada orang yang mau membelanya sekaligus itu calon istri dari laki-laki yang dia cintai,” jawab harun gamblang.


“tapi apa yang ayah sampaikan membuat arumi terluka!” teriak agnes kesal dengan harun. Emosinya sungguh sangat dikuras jika berhadapan dengan ayahnya itu.


“aku tidak peduli dengan perasaanya,” jawab harun singkat.


“harusnya kau senang karena aku memperkuat posisimu, agnes. Jadilah anak yang tahu diri!” ucap harun


“aku justru malu jika harus senang karena ulahmu! Kau benar-benar keterlaluan, ayah!” ucap agnes dengan mata berkaca-kaca menatap harun.

__ADS_1


“apa kau tidak tahu seberapa sakit yang sudah arumi dapat karena ulah kalian? Dan sekarang kau menambah lukanya dengan semua kenyataan ini. Aku sengaja tidak memberitahu arumi karena perjodohan itu tidak akan pernah sampai pada jenjang pernikahan,” jawab agnes yakin tanpa ragu.


“apapun alasaanya, kau harus tetap menikah dengan bintang!” ucap harun tegas menatap agnes tajam.


“untuk kali ini, aku sangat yakin untuk melawanmu! Dan satu lagi. Aku baru sadar, baru kali ini hatiku mengatakan syukur atas kematian mamaku. Karena jika mamaku masih disini, entah berapa banyak lagi air mata yang harus dia keluarkan untuk suami sepertimu,” ucap agnes berani menatap harun.


“jangan membuatmu marah dan berbuat kasar, agnes!” desis harus tajam.


“aku tidak takut! Memang wajib hukumnya menghormati orang tua. Tapi tidak dengan orang tua dan ayah sepertimu!” ucap agnes lantang dan pergi begitu saja keluar dari rumahnya. Jika dia terus berada disana, maka bisa-bisa akan terjadi perang besar antara dirinya dan juga harun.


Tangan harun mengepal kuat menatap kepergian anaknya. Langkah agnes tidak berhenti karena teriakannya. Bahkan kini mobil Wanita itu sudah keluar dari pagar rumah. “tapi aku melakukannya sebagai ayahmu,” gumam harun lirih setelah menetralkan emosinya.


Agnes mengendarai mobilnya tanpa arah. laju mobilnya lambat karena takt ahu arah yang harus dia tuju. Teringat akan sesuatu, agnes memberhentikan mobilnya dipinggir jalan dan mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya yang diletakkan di kursi sebelah kemudi. Tangan agnes tergerak lincah mengetikkan sesuatu di ponselnya.


Setelah selesai, agnes menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi mobil. Pertemuaanya dengan arumi hari ini benar-benar penuh akan kejuta. Niat hati ingin memberi kabar gembira mengenai kebebasaanya, justru dia yang mendapat kejutan dari arum.


*Flashback On*


Hanya dua menit, polisi penjaga datang bersama arumi. senyum agnes mengembang, tapi sedetik setelahnya senyum itu langsung berubah menjadi khawatir melihat wajah arumi yang nampak semakin tirus dengan mata sembab. Agnes percaya jika arumi menangis semalam.


“kenapa wajahmu berubah begitu, agnes?” tanya arumi heran melihat perubahan ekspresi agens.


Kini mereka berdua sudah duduk di kursi masing-masing dengan posisi berhadapan. “kamu kenapa, arumi?” tanya agnes lembut.


Arumi menggeleng. “aku tidak apa-apa. Hanya kurang tidur,” jawab arumi tidak sepenuhnya berbohong. Arumi jujur mengenai dia yang kurang tidur, tapi dia hanya tidak mengatakan apa penyebabnya.


“arumi,” panggil agnes lagi.


“iya, agnes,” jawab arum tersenyum.


“aku ada kabar Bahagia untukmu,” ucap agnes tersenyum lembut.


“kabar apa?” tanya arumi santai. Wanita itu sungguh tak berharap kabar Bahagia kini datang menghampirinya. Rasanya dia memilih untuk hidup di penjara saja saat ini.

__ADS_1


“kita berhasil menemukan berkas sekolahmu dan itu artinya kau bisa bebas, arumi,” ucap agnes antusias memberitahu arumi.


Arumi tersenyum. Dalam hati dia mengucap syukur dan terimakasih atas apa yang disampaikan oleh agnes. “terimakasih, agnes,” ucap arumi tulus.


“sama-sama. Dan sudah tugasku sebagai pengacaramu, arumi. dan selain itu, sudah tugasku untuk membantu saudaraku ini. kamu berhak atas kebebasan ini, arumi,” ucap agnes lembut.


“bisa aku minta satu permintaan?” tanya arumi lembut menatap agnes.


Agnes mengangguk.


“aku berterimakasih karena segala perjuanganmu bersama tasya dan rendi. Terimakasih banyak, agnes. Tapi setelah bebas nanti, bisakah aku meninggalkan semuanya dan membangun hidupku yang baru?” tanya arumi menatap sendu pada agnes.


“tentu arumi. kau akan hidup berdua dengan anakmu. Dan aku akan selalu membantu kalian jika ada kes-”


Ucapan agnes terhenti begitu melihat arumi menggeleng. “hanya aku dan anakku, agnes. Bisakah?” tanya arumi lagi yang membuat agnes tergagap.


“a-apa maksudmu, arumi?” tanya agnes terbata.


“di kehidupan nanti setelah bebas, biarkan aku pergi jauh bersama anakku, agnes. Biarkan aku membangun keluarga berdua dengan anakku,” ucap arumi yakin.


“apa maksudmu, arumi?” tanya agnes tak paham.


“hanya ada aku dan anakku tanpa masa lalu. Aku melanjutkan hidupku dengan anakku, dan kamu, bahagialah nanti dengan seseorang yang sudah dijodohkan denganmu, agnes,” ucap arumi mencoba memberikan senyumnya menatap agnes.


“a-arumi.”


Arumi tersenyum. Tangannya terulur menggenggam tangan agnes. “aku doakan kebahagiaanmu bersama bintang.”


...****************...


Semoga menikmati, ya teman-teman. Jangan lupa kasih like dan komentar kalian, biar aku makin semangat, yaa.


Jangan lupa mampir di Instagram aku ya, @nonamarwa_ Kalian bisa melihat postingan-postingan bermanfaat disana dan juga mengenai semua karya-karya ku. Terimakasih ,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2