
HAPPY READING
Arumi hanya mengangguk. Dia sudah tidak terkejut mendengar kebebasan ini. Entah karena apa, tapi arumi hanya pasrah dan mungkin ini adalah bentuk ikhlasnya yang paling tinggi. Ingin bebas ataupun tidak, arumi tidak masalah.
“apa kamu akan menuntut balik keluarga Nagara?” tanya iskandar menatap arumi lekat.
arumi tersenyum miring. entah itu tersenyum karena sebuah sakit hati atau karena sebuah kebebasan yang akan dia Terima. tapi pertanyaan iskandar menunjukkan dia untuk tidak menuntut balik keluarga Nagara. "apa polisi akan mendengar laporan orang rendah seperti saya?" jawab arumi dengan telak membalilkkan pertanyaan iskandar.
"tidak ada perbedaan level rakyat bagi kami polisi yang melayani masyarakat, arumi," jawab iskandar yakin.
arumi tergelak heran mendengar jawaban Iskandar. lelaki paruh baya itu dengan yakinnya menjawab apa yang arumi tanyakan seolah apa yang dia sampaikan adalah sebuah kenyataan. "sama? kalau sama mengapa saya dijadikan tersangka atas apa yang tidak saya perbuat? kenapa pembelaan diri saya tidak berarti apa-apa? bapak polisi?" tanya arumi menatao Iskandar. arumi mencoba untuk mengeluarkan isi hatinya melalui pertanyaan yang dia tanyakan kepada Iskandar. sangat jarang sekali dia bisa berhadapan seperti ini dengan Iskandar.
"apa uang mereka lebih banyak dari pada saya, pak polisi? apa karena saya tidak memiliki pengaruh atau jabatan? atau karena saya tidak membantu kantong pribadi kalian?" lanjut arumi bertanya tanpa takut menatap Iskandar.
__ADS_1
Iskandar nampak terdiam. sungguh, lelaki itu cukup terkejut mendengar pertanyaan yang dijadikan jawaban untuk membalikkan pertanyaannya.
"pak polisi tidak bisa menjawabkan?" ucap arumi lagi yang sangat ingin mencecar Iskandar. seluruh keberaniannya untuk melawan keluarga nagara akan dia lampiaskan kepada Iskandar. karena yang arumi tahu, Iskandar salah satu orang terdekat dengan keluarga Nagara.
"Apa yang kamu inginkan, arumi?" tanya Iskandar setelah menghela nafas pelan mendengar semua yang arumi sampaikan. tidak dia tampil, sebagian polisi memang ada yang seperti arumi sampaikan.
arumi terkekeh pelan. sungguh, kenapa orang sehebat Iskandar menanyakan hal yang tidak berguna seperti itu.
"pak polisi yakin menanyakan itu kepada saya?" tanya arumi mencondongkan tubuhnya sedikit lebih dekat dengan iskandar.
kenapa pertanyaan ini tidak diajukan sejak awal saya membuat pembelaan? apa kejahatan keluarga Nagara baru bisa terungkap sekarang?" tanya arumi lagi dengan telak yang membuat Iskandar semakin membisu.
arumi menghela nafasnya pelan. apapun yang dia sampaikan hanya akan mendapat keterdiaman dari Iskandar. arumi menormalkan kembali posisi duduknya. "apalagi yang diinginkan tahanan selain kebebasan, pak polisi? tapi tenang. itu adalah keinginanku dulu. tapi sekarang, mau bebas ataupun tidak, tak ada bedanya untukku. dan pak polisi tenang saja. saya tidak akan melaporkan keluarga Nagara. tapi bisa kabulkan satu permintaan saya?" jawab arumi sambil bertanya.
__ADS_1
Iskandar mengangguk. "jika mungkin, maka akan aku kabulkan, arumi," jawab Iskandar lembut.
"saat bebas nanti, tolong jangan ada keluarga Nagara yang tahu jika aku sudah bebas, pak polisi. termasuk pengacara ku. aku hanya ingin meninggalkan semua masa lalu. jadi apa bisa itu dikabulkan?" tanya arumi.
"tapi-"
"bisa atau tidak, pak polisi?" tanya arumi lagi cepat memotong perkataan Iskandar yang akan memberikan protes.
Iskandar menghela nafas pelan. Perempuan jika sudah tegar dan mandiri, maka dia pasti akan sangat keras kepala akan keputusannya. "baik jika itu yang kau inginkan, arumi. aku akan merahasiakan kebebasan ini termasuk kepada tim pengacara."
...****************...
Semoga menikmati, ya teman-teman. Jangan lupa kasih like dan komentar kalian, biar aku makin semangat, yaa.
__ADS_1
Jangan lupa mampir di Instagram aku ya, @nonamarwa_ Kalian bisa melihat postingan-postingan bermanfaat disana dan juga mengenai semua karya-karya ku. Terimakasih ,,,,,,,