Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 77


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


"Hiks, kenapa harus Bintang dan Arumi, Mi?" ucap Bintang mengadu dengan tangisnya.


Sasmita tidak tahu harus menjawab apa, rasanya apa yang saat ini ada di bibirnya hanyalah ucapan yang akan menyalahkan Bintang. Lebih baik dia diam dari pada semakin menyakiti sang anak dan semakin terpuruk.


Sasmita mengusap lembut punggung Bintang. Lelaki itu menumpahkan segala sedihnya dipelukan Sang Ibu.


"Andai Bintang lebih percaya Arumi, mi, andai Bintang dengar segala ucapan Mami untuk menghentikan kasus Kintani, andai saja, mi, pasti Bintang masih bersama Arumi sekarang ini," ucap Bintang mengeluarkan penyesalannya.


Dan kamu juga pasti bahagia dengan kehamilan Arumi sekarang, Nak. Batin Sasmita menjawab tanpa bisa mengeluarkan suara.


Seteleh memeluk maminya selama beberapa menit untuk menumpahkan tangisnya, kini Bintang bangkit dan beralih menatap Sasmita. "Maaf jika Mami harus lihat Bintang seperti ini," ucap Bintang lirih.


Sasmita menggeleng. "Tidak apa, nak. Tapi hati Mami hancur liat kamu kayak gini. Mungkin kamu memang salah, tapi cobalah ambil pelajaran dari semuanya," ucap Sasmita lembut.

__ADS_1


Bintang mengangguk. "Bintang akan bawa Arumi kembali, Mi. Mami mau Terima Arumi kan?" tanya Bintang tersenyum dalam tangisnya.


Sasmita mengangguk. "Sangat mau, nak. Berusahalah dan bawa pulang calon menantu Mami," jawab Sasmita lembut memberi semangat kepada Bintang agar tak putus asa.


Bintang tersenyum dan mengangguk. Setelahnya lelaki itu berbalik dan berjalan menuju kamarnya sendiri.


Pandangan Sasmita bertemu dengan pandangan Tyas yang ternyata berdiri di belakang Bintang tadi.


Tyas tersenyum menatap menantunya itu. "Ibu bangga sama kamu, Sasmita," ucap Tyas tulus.


Sasmita tersenyum. "Maaf jika caranya salah, Ibu," jawab Sasmita menunduk.


Ya, Tyas percaya bahwa Sasmita terlibat dari hilangnya berkas Arumi yang dicuri oleh Hutama dan Tim Pengacaranya. Tyas tidak marah, dia bersyukur karena cepat atau lambat Hutama dan Harun harus dihentikan.


.....


Arumi bernafas lega karena dia sudah berjalan cukup jauh dari lingkungan perumahan tempat Bintang tinggal. "Kita kemana ya, nak? Bunda sama sekali gak punya uang," gumam Arumi bicara sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


"Maaf ya, nak. Kita jalan kaki dulu, bunda harap kamu mengerti. Dan juga, terimakasih karena udah ngasih Bunda keberanian melawan mereka semua," lanjut Arumi bangga dengan calon bayi yang masih di dalam perutnya itu.


"Sekarang hanya kita berdua, nak. Aunty Agnes tidak jadi ikut. harusnya dari awal memang hanya kita berdua, maaf jika Bunda sempat berharap kembali dengan manusia, karena lagi-lagi kamu harus sedih karena Bunda juga kecewa," ucap Arumi sendu.


Hidup sungguh tak adil baginya, apalagi bagi anaknya yang belum lahir. Masih di dalam perut saja sudah sangat berat ujiannya, apa lagi nanti lahir? Bunda janji akan lakukan apapun untuk kebahagian kamu, Nak. Bunda janji. Batin Arumi beetekad untuk kebahagiaan calon buah hatinya.


Arumi terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang tiada ujungnya. Entah kemana dia akan pergi, Arumi hanya mengikuti ayunan kakinya ini.


Saat Arumi hendak menyebrang, langkahnya terhenti katika pendengarannya menangkap seseorang memanggil namanya. Arumi berbalik, dengan seribu langkah Arumi berjalan cepat setelah melihat siapa yang memanggil. Arumi hanya berusaha lari dari orang yang berkaitan dengan masa lalunya.


"Berhenti, Arumi."


"Ya Allah, jangan lagi."


...----------------...


Duuh, itu siapa lagiiii??!!

__ADS_1


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**


Jangan lupa masukan cerita ini ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya ya teman-teman, dan follow juga akun penulis aku untuk dapatin notifikasi karya baru, terimakasih.


__ADS_2