
HAPPY READING
Sedangkan pada suasana tenang siang hari di desa, masing - masing orang sedang melanjutkan kegiatanya. Tyas yang masih disibukkan dengan usaha cateringnya, dan Hutama yang terlihat sedang memperhatikan sekeliling rumahnya. Sambil melihat - lihat, ada sedikit pikiran yang mengusik hatinya.
"Benar sudah kau pastikan semua berkas dan barang bukti aman bukan?," ucap Hutama bertanya lewat panggilan suara kepada Harun.
"Tentu saja, Tuan. Semuanya sudah disimpan dan saya pastikan aman karena dikuncinya pun di tempat penyimpanan yang hanya saya sendiri yang mengetahui kata kunci nya," jawab Harun.
"Ditambah disimpan di kediaman Tuan yang tidak mungkin selain keluarga Tuan bisa memasuki rumah Tuan," lanjut Harun dengan yakin.
"Baiklah, sambil kau pastikan sesekali tempat penyimpanan itu benar tidak ada yang bisa membukanya. Sebagai antisipasi saja jika ada yang mencoba mengambil isi di dalam penyimpanan itu," jawab Hutama.
"Baik Tuan, dalam seminggu sekali saya akan melakukan pengecekan ke rumah Tuan untuk memastikan dokumen - dokumen itu Tuan," ucap Harun seraya dalam hati senang karena mendapat kepercayaan lebih dari calon kakek mertua dari anaknya.
Tentu ini akan jadi langkah awal yang baik. Semoga langkah ini menjadi langkah yang terbaik walaupun menempuh cara yang salah, karena Ayah hanya ingin melihatmu bahagia tanpa harus berjuang sendiri di hidup ini. Harun berbicara sendiri setelah Hutama menutup telfon nya.
"Ayah harap kamu tidak lupa dengan perjanjian perjodohanmu, nak. Ayah sedang mengusahakan yang terbaik untuk hidupmu. Karena sudah cukup Ayah kecewa karena kepergian Ibu mu. Ayah hanya ingin melihatmu hidup bahagia dengan orang yang bisa membahagiakanmu Agnes," ketik Harun menyampaikan pesan di aplikasi hijau kepada Agnes.
.........
Sedangkan di yayasan milik Sasmita, Agnes dan tim nya bersama Sasmita telah selesai menyepakati rencana untuk membuktikan kebenaran untuk Arumi. Mereka akan meminta kepada Iskandar selaku komandan yang memberi perintah untuk membuka kasus kematian Kintani.
"Tante, boleh aku bertanya lagi?," ucap Agnes kepada Sasmita.
"Silahkan, Agnes," ucap Sasmita menatap Agnes.
"Apakah perasaan Tante tidak akan terguncang jika kebenaran pada kasus ini terungkap?" ucap Agnes menatap Sasmita.
"Maksudnya, ketika pada akhirnya Arumi dinyatakan tidak bersalah, sudah tentu Bintang dan karirnya akan dipertaruhkan karena melakukan salah penangkapan. Apalagi Arumi sampai dipenjara," ucap Agnes menjelaskan maksut pertanyaan nya sebelumnya. Agnes hanya berusaha membuat semua keadaan berjalan seharusnya, sambil tetap memikirkan dampaknya.
Sasmita terdiam sejenak, pertanyaan Agnes membuat hatinya sedikit terkejut. "Apakah Bintang bisa dipenjara karena melakukan salah penangkapan ini?" jawab Sasmita dengan raut wajah bingung.
__ADS_1
"Bisa iya bisa tidak, Tante. Karena jika Arumi sudah dibebaskan dan bersedia untuk tidak melaporkan balik Bintang dan pihak keluarga Tante, maka siapapun yang ada di pihak keluarga Tante tidak akan diusut atas kesalahan ini. Namun jika Arumi berpikir sebaliknya, Agnes pun tidak bisa janji untuk membela keluarga hutama," jawab Agnes sedikit tidak enak hati kepada Sasmita
"Karena jika sudah bebas dan Arumi menuntut balik keluarga Tante, tanpa tim pengacara pun Arumi akan menang, karena kebenaran sudah benar - benar terungkap, Tante. Dan itu tentu akan berpengaruh terhadap karir Bintang dan citra keluarga Tante," lanjut Agnes menjelaskan.
Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? batin Sasmita nampak termenung setelah mendengar jawaban Agnes yang menjelaskan kemungkinan terburuk dari terungkapnya kebenaran kasus Arumi. Di satu sisi Sasmita sangat berharap Arumi bisa segera dibebaskan, tetapi sisi lain hatinya tidak ingin anggota keluarganya tertimpa hal buruk dari kasus ini.
"Tante akan coba jelaskan dengan Om Ali kalau gitu. Tetapi untuk Bintang jangan sampai dia tau dulu tentang hal ini. Tante hanya tidak ingin dia mengambil jalan lain untuk penyelesaian ini," ucap Sasmita kepada Agnes
"Dan Tante yakin kalaupun Arumi melaporkan balik keluarga Tante, siapapun termasuk Kakek Hutama akan menerimanya," tambah Sasmita menjelaskan langkah yang akan diambil dari kemungkinan terburuk yang Agnes jelaskan.
"Baiklah, Tante. Semoga semua pihak mendapatkan keadilan yang sebenar benarnya. Dan saya harap, siapapun pelaku dibalik meninggalnya Kintani segera tertangkap," jawab Agnes kepada Sasmita
"Kami mendoakan yang terbaik untuk Tante sekeluarga," tambah Rendi dan Tasya sambil menguatkan Sasmita.
"Terimakasih. Semoga hal baik yang akan kalian lakukan juga memberikan hasil yang terbaik bagi semua pihak di kasus ini ya. Yang Tante mau hanya Arumi dan calon bayinya segera bebas," balas Sasmita kepada Agnes dan tim nya diakhiri dengan harapan hatinya.
"Sama - sama Tante," ucap Agnes dan Tasya sambil memeluk Sasmita mengucapkan terimakasih.
"Kalau begitu, besok siang berkas ini akan kami antarkan bersama permintaan kami untuk dilakukan nya persidangan ulang untuk kasus Arumi. Kalau Tante perlu sedikit waktu untuk menyampaikan kepada keluarga Tante, kami akan menunggu sampai Tante sudah menyampaikan informasi ini kepada keluarga Tante," ucap Agnes
"Kalau begitu kami pamit dulu Tante Sasmita," pamit Agnes dan tim nya meninggalkan yayasan.
Sambil berjalan Agnes mengecek ponselnya. Dan sudah ada notifikasi pesan yang ternyata dari Ayahnya.
"Ciihh," ucap Agnes menyepelekan
"Kenapa?," tanya Tasya
"Gapapa, ini ada yang mengirimkan pesan semangat," jawab Agnes.
"Ciee. Tau aja yang lagi berjuang ya," sahut Rendi mendengar jawaban Agnes.
__ADS_1
"Iya nih, jadi makin semangat buat segera ngebebasin Arumi. Ayo, kita sambil jalan ke kantor," jawab Agnes.
Semangat karena diperlakukan pura - pura baik. batin Agnes. Seandainya Tasya dan Rendi tau isi pesan yang membuat Agnes berdecak kesal itu adalah pesan dari Ayahnya sendiri yang berisi pembicaraan yang tidak sesuai hati.
......
Sasmita memasuki rumah dengan mencoba meyakinkan hatinya. waktu hampir magrib dan dia baru saja sampai di rumah.
"Sayang," panggil ali yang memang sudah pulang beberapa menit lebih awal dari Sasmita.
ali datang dari arah dapur dengan segelas air putih di tangannya. "Kenapa lama?" tanya ali sambil menarik tangan Sasmita dan mengajaknya duduk di ruang keluarga.
"Mas," panggil Sasmita lembut menatap ali.
"Hem," jawab ali berdehem tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Ada yang ingin aku sampaikan, Mas," ucap Sasmita yang membuat ali menoleh.
"Apa, sayang? Sepertinya sangat serius. Ada apa?" tanya ali yang sedikit heran melihat wajah Sasmita yang nampak ragu dan ada sedikit kegelisahan disana.
"Em... ini tentang arumi dan bintang," ucap Sasmita memulai.
"Kenapa?" tanya ali lembut.
Sasmita nampak ragu. dia hanya diam dan memandang wajah teduh sang suami. benar-benar sangat mirip dengan anaknya. Tapi kenapa sifatnya tidak mirip sih? pikir Sasmita sedikit kesal.
"Aku suami kamu. jadi jangan pernah ragu untuk menyampaikan apapun itu," ucap ali mencoba meyakinkan Sasmita.
Sasmita mengangguk. Wanita itu menghela nafas pelan untuk semakin memantapkan hatinya. "apa ada hal yang kamu tahu tapi aku tidak tahu, mas?"
"Maksudnya?" tanya ali bingung.
__ADS_1
"Tentang arumi, hidupnya dan kasus ini. apa ada yang kamu tahu? atau sembunyikan?"
...****************...