
HAPPY READING
“apa bukti ini cukup untuk membebaskan arumi, pak?” tanya rendi menatap penuh harap pada Iskandar. Begitu juga dengan agnes dan tasya.
Iskandar mengangguk. “sangat bisa. Tapi,,,”
“tapi apa, pak?” tanya agnes.
“kemungkinan keluarga nagara yang akan terancam,” ucap iskandar yang membuat semuanya terdiam.
Iskandar menatap kepada sasmita. Sasmita merupakan menantu satu-satunya keluarga nagara. “bagaimana sasmita? Apa kamu sudah membicarakan ini dengan ali?” tanya Iskandar.
Sasmita menganggu. “aku tidak mungkin berani melakukan ini jika tanpa izin suamiku. Kami siap akan semua konsekuensinya. Tapi dalam hati, aku berharap arumi mampu membuat pilihan yang terbaik nanti,” ucap sasmita penuh harap. Dia tahu bahwa ibu dari cucunya bukanlah Wanita yang egois. Dan sasmita percaya arumi tidak akan mengambil keputusan yang merugikan banyak pihak.
“tapi sebelum itu, boleh saya tanya sesuatu, tante?” ucap tasya menatap sasmita.
Sasmita mengangguk menatap tasya.
“jika saja nanti arumi memilih untuk melaporkan balik keluarga nagara, apa tante bisa menerima atau justru membenci arumi?” tanya tasya penuh selidik. Tentu dia harus mempertanyakan ini terlebih dahulu. Tasya takut jika nanti sasmita berbalik Haluan dan malah membenci arumi dan anaknya. “maaf jika aku harus bertanya seperti ini, tante. Tapi aku hanya takut nanti kehidupan arumi kembali tersiksa karena masalah ini. Harapan kami, setelah semua ini selesai kehidupan arumi juga lebih baik,” lanjut tasya menjelaskan maksudnya mempertanyakan ini kepada sasmita.
Sasmita tersenyum menatap tasya. Setelahnya dia menggeleng dengan yakin. “jika saja aku memiliki pemikiran seperti itu, maka aku tidak akan membantu kasus ini dari awal, nak. Dan satu lagi, aku tidak akan membenci Wanita yang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan cucuku,” jawab sasmita tenang. Dia sangat mengerti akan maksud pertanyaan tasya hingga dia tidak merasa terintimidasi.
Agnes, tasya dan rendi tersenyum mendengar jawaban sasmita. Wajah sasmita sangat sinkron dengan mulutnya yang mengatakan dengan tulus.
Iskandar yang mendengar itu menghela nafas pelan. “semoga yang terbaik yang akan terjadi,” ucap Iskandar
yang dianggukki oleh semuanya.
“tapi boleh saya minta satu hal, pak?” tanya agnes menatap Iskandar.
“silahkan,” jawab Iskandar memberi izin.
“apakah bisa bebas dengan diam-diam?” tanya agnes yang mengundang raut wajah bingung dari Iskandar.
“satu keinginan arumi, pak, yaitu ketenangan. Arumi hanya ingin hidup tenang jika nanti dia bebas dari penjara. Jika kebebasan arumi sampai ke telinga tuan hutama atau pengacaranya, atau bahkan bintang, maka kehidupannya tidak akan pernah tenang. Arumi pernah bilang sama saya bahwa dia tidak ingin hidup barunya diganggu oleh masa lalu,” ucap agnes menjawab raut tanya dari wajah iskandar.
__ADS_1
“jadi bintang belum mengetahui semua ini?” tanya Iskandar yang dijawab gelengan oleh mereka semua.
“bintang sangat berhak tahu mengenai anaknya,” ucap Iskandar sedikit tegas.
“tapi arumi berhak untuk memilih kehidupannya, pak,” jawab agnes berani.
“saya mohon, pak. Tolong usahakan ini. Bintang memang ayahnya, tapi arumi adalah ibunya. Dan jangan lupakan fakta bahwa bintang yang membuat arumi tinggal di penjara,” lanjut agnes meyakinkan
Iskandar.
“maaf jika agnes harus bicara seperti ini, tante,” ucap agnes sedikit tak enak menatap sasmita.
Sasmita mengangguk tersenyum meski dalam hatinya sedikit tercubit dengan apa yang agnes sampaikan. Tidak ada yang bisa dia lawan karena semua yang agnes katakan adalah benar.
“lakukanlah, is. Sudah konsekuensinya bagi bintang nanti,” ucap sasmita tersenyum lembut pada Iskandar.
Iskandar menghela nafas pelan. Setelahnya lelaki itu nampak mengangguk. “baiklah. Tunggu kabarnya tiga hari ini,” ucap Iskandar yang dibalas senyum oleh mereka semua.
…..
“apa kabar, nak?” tanya sasmita menatap lembut arumi.
Arumi mengangguk. “arumi baik, mi,” jawab arumi pelan.
Sasmita tersenyum. Meskipun terdengar sedikit aneh, tapi setidaknya arumi tidak lupa jika dia pernah meminta arumi untuk memanggilnya dengan panggilan mami sama seperti bintang.
“apa cucu mami baik?” tanya sasmita perhatian.
“dia tidak pernah merepotkan arumi, mi,” jawab arumi dengan tangannya yang kini mengusap lembut perut yang sedikit membuncit.
Sasmita tersenyum. Dia lantas berdiri dan mendekat kea rah arumi. sampai di sebelah kursi arumi, sasmita bersimpuh. Tanpa diduga ternyata Wanita itu mengangkat tangannya untuk mengusap perut arumi. “nenek merindukan kamu, nak. Cepat lahir dan jadilah pahlawan untuk ibu kamu,” ucap sasmita tulus dengan mata berkaca-kaca.
“mi,” panggil arumi lirih meletakkan tangannya diatas tangan sasmita yang berada di perutnya.
“jika nanti kita jauh atau mami tidak bisa melihat kalian, tolong jangan lupa ceritakan pada di ajika mami adalah neneknya ya, nak,” ucap sasmita mendongak menatap arumi. sungguh, hati sasmita sangat tercubit melihat wajah arumi yang nampak kurus. Mungkin teman selnya memperlakukan arumi dengan baik, tapi bagaimana dengan batin arumi? pikiraanya pasti sangat kacau karena semua ini.
__ADS_1
Arumi memegang lembut tangan sasmita dan membantu Wanita itu berdiri. “mami akan jadi nenek terbaik untuk anak arumi,” jawab arumi tulus.
“terimakasih banyak, nak,” ucap sasmita memeluk tubuh arumi.
Arumi terdiam. Entah apa yang sebenarnya terjadi arumi tak paham. Ini terasa sangat aneh karena sasmita yang tiba-tiba menangis dan sedih seperti ini. Tangan arumi terangkat membalas pelukan sasmita.
“terimakasih kembali karena sudah menjadi nenek yang bijak, mi,” ucap arumi jujur.
“sudah seharusnya, nak. Bukan mami yang bijak, tapi memang sifat dasar manusia adalah kebaikan,” jawab sasmita lembut setelah melepaskan pelukannya.
Kini sasmita sudah duduk seperti semula di kursi yang membuat mereka kini berhadapan. “nak,” panggil sasmita lembut.
“iya, mi,” jawab arumi pelan.
“jika nanti kamu bebas, apa yang akan kamu lakukan pada keluarga nagara?” tanya sasmita menatap arumi dalam.
“menjauh, mi,” jawab arumi yakin tanpa ada keraguan sedikitpun dari nada suaranya.
Sasmita tersenyum getir. Memang pilihan yang akan dilakukan oleh arumi adalah benar. jika dia menjadi arumipun mungkin dia akan memilih melakukan hal yang sama.
Arumi tersenyum. Tangannya menggenggam lembut tangan sasmita yang ada diatas meja. “menjauh bukan berarti tidak akan pernah bertemu, mi. aka nada akses special untuk mami nanti main dengan cucu mami,” ucap arumi yang menerbitkan senyum di bibir sasmita.
…..
“ada yang ingin bertemu denganmu, arumi,” ucap penjaga membuka pintu sel.
“lagi?” tanya arumi heran. Pasalnya baru setengah jam yang lalu dia bertemu dengan sasmita, dan sekarang masih ada yang akan menemuinya.
“mungkin pengacaramu, arumi,” ucap veni yang dianggukki oleh lainnya.
Arumi menghela nafas pelan. Dia mengikuti Langkah penjaga untuk ke ruang tunggu.
Sampai disana, Langkah arumi terhenti dengan tubuh sedikit membeku melihat siapa yang menemuinya. Arumi sangat ingat dengan lelaki ini. Tapi ada urusan apa dia menemui arumi disini?
“apa kabar, arumi?"
__ADS_1
...****************...