
HAPPY READING
Sasmita mengangguk dan menatap wajah sang suami. Sasmita tahu, suaminya adalah orang yang berbeda dengan hutama. Meski mereka ayah dan anak, tapi kepribadian ali tidaklah sama dengan hutama yang mengutamakan harta dan kekuasaan.
Sasmita menghela nafas untuk lebih meyakinkan dirinya. Mencoba menghilangkan keraguan yang dalam hatinya. “mas,” panggil sasmita lagi.
“iya sayang. Ada apa?” tanya ali yang cukup heran melihat istrinya. Sepertinya ada hal penting yang ingin sasmita sampaikan. Tidak biasanya istri cantiknya itu ragu begini. Istrinya adalah orang yang percaya diri dan sangat konsisten.
“apa ada sesuatu yang kamu tahu tapi aku tidak tahu, mas?” tanya sasmita menatap dan menyelami penglihatan ali. Sasmita harus memastikan terlebih dahulu.
Ali adalah seorang ayah yang tidak akan lepas tangan begitu saja dalam mengawasi anaknya. Meskipun bintang sudah sangat dewasa, tapia li tetap menyuruh beberapa orang kepercayaanya untuk mengawasi bintang tanpa sepengetahuan anak itu. Buktinya ali bisa tahu mengenai hubungan antara arumi dan bintang. Bukan hal yang mustahil juga jika alit ahu kehamilan arumi.
“tentang apa, sayang?” tanya ali santai menatap istrinya.
“arumi dan bintang. Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui, mas? Atau belum aku ketahui?” tanya sasmita lagi.
Ali berdehem. Dia mengalihkan pandangannya dari sasmita. Membalas tatapan sasmita akan membuatnya serasa terhipnotis dan mengatakan semuanya. “tidak ada, sayang,” jawab ali sambil menatap layer televisi.
“kamu bohong,” jawab sasmita tanpa ragu.
“kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanya ali menatap sasmita. Pandangan lembutnya menatap penuh cinta pada Wanita bijaksana itu.
“ada hal yang ingin aku sampaikan. Tapi sebelumnya, kejujuran kamu sangat aku butuhkan, mas,” jawab sasmita lembut.
“apa sepenting itu?” tanya ai lagi menatap sasmita.
Sasmita mengangguk yakin. “ini menyangkut semuanya, mas. Arumi, bintang, dan keluarga nagara,” jawab sasmita.
Ali menghela nafas pelan. “kamu memang Wanita yang hebat,” ucap ali menjeda sebentar perkataanya dan mengangguk-anggukkan kepalanya. “ada sesuatu yang sudah aku ketahui sejak dari awal,” ucap ali akhirnya mengaku. Bagaimanapun dia menyembunyikan dan menjawab tidak, itu akan percuma jika dia berhadapan dengan sang istri. Bukan hal yang mudah untuk menjawab semua pertanyaan serius yang terucap dari sasmita.
Sasmita diam dengan tatapan yang terus menatap suaminya itu. Dia menunggu ali melanjutkan perkatannya.
“aku tahu bahwa kita akan menjadi kakek dan nenek, sayang,” ucap ali menatap lembut pada sasmita.
Sasmita tersenyum menatap suaminya. “hanya itu?” tanya sasmita lagi.
__ADS_1
Ali mengernyit heran. Dia cukup heran melihat reaksi sang istri yang sama sekali tidak terkejut dan nampak lebih biasa saja. Apa yang dia sampaikan nampaknya bukan maasalah yang besar untuk sasmita. “kamu tidak terkejut?’ tanya ali bingung.
“apa hanya itu, mas? Tidak ada yang lain?” tanya sasmita lagi tanpa menjawab pertanyaan ali.
Ali dengan polos mengangguk. Lelaki itu masih cukup syok dengan ekspresi istrinya. Dia mengira sasmita akan menangis histeris dan memaki-maki dirinya, tapi apa ini? Istrinya malah nampak santai dan biasa saja.
“terimakasih sudah jujur, mas,” ucap sasmita tulus dan memeluk suaminya dari samping.
“kamu beneran tidak terkejut atau marah?” tanya ali lagi setelah sasmita melepas pelukannya.
Sasmita menggeleng dan tersenyum.
“apa kamu juga sudah tahu semua ini?” tanya ali yang dianggukki oleh sasmita dengan santai dan tanpa beban sedikitpun.
“eh jangan marah dulu. Aku akan cerita. Tapi kamu jangan potong sampai aku selesai,” ucap sasmita cepat ketika melihat ali akan melayangkan protesnya.
“lagian harusnya aku yang protes karena kamu gak jujur,” tambah sasmita malah balik menyerang ali.
Ali menghela nafas pelan. Setegas apapun Wanita, mereka tetaplah Wanita. Semandiri apapun sasmita, dia tetaplah Wanita yang sikap alamiahnya tidak mau disalahkan.
“tapi sebelumnya aku mau tanya lagi, kamu sejak kapan dan tahu darimana mengenai kehamilan arumi?” tanya sasmita menatap suaminya.
Sasmita membulatkan matanya terkejut mendengar apa yang ali sampaikan. Sudah selama itu tapi dia baru tahu sekarang? “dan kamu gak berniat untuk iba atau kasihan dengan cucu kamu sendiri, mas?” tanya sasmita tak percaya.
“aku mengetahui kehamilan arumi memang sejak awal, sayang. Anak buahku mengawasi arumi dan bintang bahkan sebelum kasus ini terjadi. Hingga akhirnya kabar mengenai kehamilan arumi aku dapatkan pada hari ke tiga penangkapan arumi,” jawab ali jujur.
“dan kamu tidak melakukan apapun?” tanya sasmita masih dengan suara tak percaya dengan apa yang ali lakukan.
“yang akan aku lawan adalah ayah dan harun, sayang. Jika sikapku membuat mereka curiga maka itu akan lebih membahayakan untuk arumi dan anaknya,” jawab ali masuk akal.
Sasmita menghela nafas pelan. “aku juga sudah tahu ini sebelumnya, mas. Tim pengacara arumi yang memberitahu. Dan maaf jika hal ini membuat kamu akan emosi, mas,” ucap sasmita sedikit ragu.
“apa?” tanya ali bingung.
“aku membantu tim pengacara arumi untuk mencari bukti dengan menggunakan kartu pengacara keluarga kita,” ucap sasmita dengan irama sedikit cepat dan kepala menunduk karena takut dengan ekspresi apa yang akan ali berikan setelah mendengar apa yang dia sampaikan.
__ADS_1
Ali tersenyum. Dia mengangkat dagu sang istri agar menatapnya. “aku tidak marah,” ucap ali lembut.
“hanya saja, kenapa kamu melakukan itu? Bukankah kamu mengkhianati keluarga nagara?” lanjut ali pelan.
“maaf mas. Tapi aku harus melakukan ini untuk cucuku. Aku tidak mau cucuku tumbuh di penjara. Dan itu tidak sia-sia, mas. Kemungkinan…”
“kemungkinan apa?” tanya ali menunggu kelanjutan apa yang akan dikatakan oleh sasmita.
“kemungkinan kasus ini akan dibuka lagi, mas,” lanjut sasmita yang membuat ali terdiam.
“apa tim pengacara arumi mendapatkan bukti?” tanya ali yang dijawab anggukkan kepala oleh sasmita.
“bukti apa?” tanya ali.
“berkas sekolah arumi. berkas dari dia sekolah dasar sampai sekolah menengah atas,” jawab sasmita yakin.
“kamu yakin?” tanya ali cukup terkejut.
Sasmita mengangguk. “ternyata ayah sudah sabotase semuanya lebih dulu, mas. Kamu ingat saksi dua orang ibu desa yang dibawa oleh pihak arumi?” tanya sasmita.
Ali nampak berpikir. Tapi setelahnya dia mengangguk. “iya, kenapa?”
“apa yang mereka sampaikan memanglah benar. Anak buah harun memang datang kesana untuk menyabotase berkas sekolah arumi. dan jelas sekali tertulis di berkas itu bahwa arumi sama sekali tidak pernah bersekolah di tempat yang sama dengan almarhumah anak kita, mas,” ucap sasmita menjelaskan.
“ayah melakukan ini semua?’ tanya ali tak percaya.
“bahkan ibu juga sudah tahu, mas. Ibu tidak berani bicara karena takut akan kemarahan ayah,” ucap sasmita lagi yang membuat ali terdiam.
“arumi di penjara bukan karena kesalahannya. Dia dipenjara karena cintanya untuk anak kita, mas,” ucap sasmita sendu.
“mas,” panggil sasmita lagi karena ali diam. Lelaki itu nampak termenung entah apa yang dia pikirkan.
“aku hanya takut,” ucap ali lirih.
“takut kenapa?”
__ADS_1
“bagaimana bintang jika mengetahui semua ini?”
...****************...