Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 59


__ADS_3

HAPPY READING


Arumi terkekeh pelan. “hidup di penjara apa membuat seseorang Bahagia?” tanya arumi bertanya dengan nada yang sedikit menyindir.


Bintang terdiam. Dia merutuki mulutnya yang melontarkan pertanyaan tak penting iitu.


“aku harus menyampaikan sesuatu, arumi,” ucap bintang menatap arumi.


Arumi diam. Dia menunggu kelanjutan ucapan lelaki yang duduk di depannya itu.


“aku dan agnes dijodohkan.”


Arumi hanya diam. Dia tidak menunjukkan ekspresi apapun saat mendengar apa yang disampaikan oleh bintang.


Bintang menatap raut wajah arumi yang tenang. Bukan ini yang bintang inginkan. Bintang tidak suka melihat wajah datar yang arumi tunjukan untuknya.


“lalu?” jawab arumi singkat seolah semuanya baik-baik saja. Padahal hatinya sejak tadi ingin berteriak kencang memaki lelaki yang duduk di depannya.


“aku merasa perlu untuk memberitahumu,” jawab bintang menatap arumi.


“sekarang aku sudah tahu, kan? Apa aku sudah boleh kembali ke sel ku, pak polisi?” tanya arumi membalas tatapan bintang.


Bintang hanya diam. Namun hatinya menjawab bahwa dia ingin sekali duduk disini dengan arumi sampai waktu kunjungan dengan Wanita itu habis.


“jika tidak ada lagi, aku akan kem-”


“tunggu arumi,” ucap bintang menahan arumi dengan memegang pergelangan tangannya.


Arumi kembali mendudukan dirinya. “ada apa, pak polisi?” tanya arumi tegas dengan nada suaranya.


“bisakah kita bicara sebagai orang dekat yang sangat mengenal satu sama lainnya, arumi?” tanya bintang menatap sendu pada arumi.


Tangan arumi terkepal dibawah meja. Ingin sekali dia menampar bibir bintang yang bisa berkata seperti itu dengan santai. Seolah-olah apa yang sudah terjadi bukanlah hal besar bagi mereka.


Arumi menghela nafas pelan menetralkan emosinya. Dia tidak ingin terpancing melihat wajah sendu bintang. Bibir yang dahulu tersenyum hangat menyambut kedatangan lelaki itu kini berubah menjadi datar dan terkesan dingin.


“katakan saja apa yang ingin bapak tanyakan pada saya,” ucap arumi tegas.

__ADS_1


Bintang terkekeh. Dia sangat tidak suka melihat arumi yang seperti ini. Egois mungkin, tapi memang seperti inilah dirinya.


“aku menginginkan dirimu.”


Waktu seolah berhenti diantara keduanya. Arumi dan bintang saling tatap dengan pandangan yang berbeda. Bintang dengan pandangan lembut penuh harap akan cinta arumi, sedangkan arumi dengan pandangan dingin seolah menolak keras apa yang bintang sampaikan.


Sungguh, arumi tidak habis pikir dengan lelaki di depannya ini. Mulut bintang berbicara seolah tak ada beban dan kesakitan disana. “bapak menginginkan saya? Saya yang dulu kekasih gelap bapak atau saya yang sekarang sebagai tersangka pembunuh adik kandung bapak?” tanya arumi berani. Tidak ada rasa takut saat ini bagi arumi. dia hanya perlu berani untuk mempertahankan harga dirinya yang masih tersisa di depan lelaki bejat yang ada di pandangannya saat ini.


“aku hanya menjalankan tugas dan tanggung jawabku sebagai seorang kakak, arumi,” jawab bintang menatap sendu pada arumi.


Arumi terkekeh dengan senyum miring. “dan selamat, bapak polisi. Kau adalah kakak yang baik,” ucap arumi santai.


“jika tidak ada lagi yang dibicarakan, aku harus kembali,” ucap arumi menatap bintang menanti jawaban lelaki itu.


“boleh aku ajukan satu permintaan?” tanya bintang mencondongkan tubuhnya ke depan hingga jaraknya sedikit lebih dekat dan bisa menatap arumi dengan lekat.


Arumi hanya mengangguk.


“jika nanti masa tahananmu selesai, kembalilah padaku, arumi,” ucap bintang yang membuat jantung arumi berdetak tak karuan. Bukan karena debar cinta atau kasih sayang. Tapi debar karena amarah dan emosi yang memuncak saat mendengar bintang berbicara seolah tidak ada beban yang diterima oleh arumi.


“sudah selesai bicaramu, bukan? Aku akan kembali!” ucap arumi yang tak membalas dan lansung berdiri membalikkan badan untuk pergi dari ruangan itu.


“aku pemilik kesucianmu. Jadi hanya padaku kamu akan kembali,” ucap bintang tegas.


Arumi tersenyum miring. Dengan perlahan dia membalikkan badannya menatap bintang. “meski hanya ada kau laki-laki di dunia ini, aku lebih memilih berjodoh dengan maut daripada harus kembali padamu!” ucap arumi dan dengan seribu langkahnya arumi benar-benar meninggalkan ruangan itu.


BUGH


Kepalan tangan bintang spontan meninju meja saat mendengar apa yang arumi sampaikan. Wajahnya memerah menahan emosi mendengar apa yang arumi sampaikan. Niat awalnya yang ingin membuat arum cemburu karena perjodohannya dengan agnes malah berakhir dengan kesakitan hatinya sendiri. “tidak ada yang boleh mengambilmu dariku meski maut sekalipun, arumi.”


…..


Agnes pulang ke rumahnya. Wanita itu memasuki pintu dan menghentikan Langkah saat deheman lelaki yang berstatus sebagai ayahnya itu terdengar.


“ayah memanggilmu,” ucap harun saat agnes hendak melangkahkan kakinya lagi.


“aku tidak dengar suara siapapun menyebut namaku di rumah ini,” jawab agnes yang masih berdiri dan berbalik menghadap harun.

__ADS_1


Harun menghela nafas pelan. Memang salahnya yang tidak memanggil nama agnes dengan jelas tadi.


“siapkan dirimu,” ucap harun singkat mengundang kebingungan di wajah agnes.


“untuk apa?” tanya agnes.


“lusa kau dan bintang akan bertunangan,” ucap harun santai.


“dan aku tidak akan ada disana,” ucap agnes tegas dan berbalik meninggalkan harun.


“jangan durhaka atau aku akan mengambil seluruh fasilitasmu di rumah ini!”


Langkah agnes yang akan menaiki tangga terhenti. Dia tertawa pelan dan memandang harun seolah tak ada beban disana. “ambil saja. Rasanya aku sangat bersyukur jika harus berpisah dari orang tua durhaka sepertimu!” ucap agnes tajam dan dengan cepat berbalik menaiki tangga tanpa menghiraukan panggilan harun yang penuh emosi menyebut Namanya.


…..


Hari ini adalah hari dimana arumi bisa dibebaskan. Dengan segala kekuasaannya iskan dar bisa dengan cepat mengurus kebebasan arumi tanpa harus membuka kembali kasus ini. Bukannya dia salah menggunakan wewenang, tapi jalan ini harus dia tempuh untuk menyelamatkan Wanita itu dari hutama dan harun. Tapi sebelum kebebasan itu, Iskandar harus memastikan sesuatu terlebih dahulu dari arumi.


Disinilah arumi sekarang. Di dalam ruang kunjungan dengan Iskandar beserta agnes, tasya dan rendi.


“arumi,” panggil agnes lembut.


“ada apa, agnes? Kenapa kalian semua disini?” tanya rumi bingung.


Agnes tersenyum. Memang begitu baik arumi. padahal kemarin arumi mendapat kabar yang take nak mengenai perjodohan dirinya dan bintang, sekarang Wanita itu nampak sangat biasa saja, bahkan dia bicara dengan lembut.


“hari ini kamu akan bebas,” ucap agnes memberitahu dengan senyum mengembangnya.


Arumi terdiam. Dia dengan bergantian menatap tasya dan randi yang dibalas anggukan kepala oleh mereka.


setelahnya arumi beralih menatap Iskandar. “iya, arumi. kamu akan bebas. Ada bukti yang di dapatkan oleh tim pengacaramu bahwa kamu tidak bersalah. Tapi sebelum itu, aku ingin menanyakan satu hal padamu,” ucap Iskandar bersuara.


Arumi hanya mengangguk. Dia sudah tidak terkejut mendengar kebebasan ini. Entah karena apa, tapi arumi hanya pasrah dan mungkin ini adalah bentuk ikhlasnya yang paling tinggi. Ingin bebas ataupun tidak, arumi tidak masalah.


“apa kamu akan menuntut balik keliarga Nagara?”


...****************...

__ADS_1


Semoga menikmati, ya teman-teman. Jangan lupa kasih like dan komentar kalian, biar aku makin semangat, yaa.


Jangan lupa mampir di Instagram aku ya, @nonamarwa_ Kalian bisa melihat postingan-postingan bermanfaat disana dan juga mengenai semua karya-karya ku. Terimakasih ,,,,,,,


__ADS_2