
Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
"bisa atau tidak, pak polisi?" tanya arumi lagi dengan cepat memotong perkataan Iskandar yang akan memberikan protes.
"saya hanya tidak ingin untuk kembali berhubungan dengan keluarga Nagara," lanjut arumi menatap isoandat datar, namun nada suaranya penuh akan kekecewaan dan permohonan.
"termasuk dengan ibunya bintang?" tanya iskandar lagi memastikan. iskandar tahu betapa
Iskandar menghela nafas pelan. Perempuan jika sudah tegar dan mandiri, maka dia pasti akan sangat keras kepala akan keputusannya. "baik jika itu yang kau inginkan, arumi. aku akan merahasiakan kebebasan ini termasuk kepada tim pengacara."
"tapi bisa penuhi satu permintaan saya, Arumi?" lanjut iskandar bertanya pada arumi dengan tatapan lurus pada wanita itu.
Arumi mengangguk tanpa suara.
"jangan halangi seorang nenek dan kakek untuk bertemu dengan cucunya nanti, arumi," ucap iskandar yang membuat arumi memenuhkan tatapannya kepada iskandar.
arumi dengan wajah bingungnya menggeleng menatap iskandar. "lalu kenapa tadi bapak polisi memenuhi permintaan saya untuk merahasiakan kebebaasan ini dari keluarga Nagara?" tanya arumi dengan sedikit menaikan nada suaranya.
Iskandar menghela nafas pelan. "Saya hanya tidak tega dengan kedua sahabat saya, arumi. apapun alasannya, ali dan sasmita juga berperan dalam kebebasan kamu ini," ucap iskandar mencoba memberitahu arumi.
"saya lebih baik di penjara jika seperti itu, pak polisi," jawab arumi datar.
lagi-lagi iskandar menghela nafas pelan. "baiklah. jika memang itu yang kamu inginkan, maka saya akan merahasiakan kebebasan kamu dari keluarga iskandar," ucap iskandar akhirnya menuruti apa yang disampaikan arumi.
__ADS_1
"terimakasih," jawab arumi dengan memberi sedikit senyumnya pada iskandar.
iskandar mengangguk. "hiduplah dengan baik dan ciptakan kebahagiaan dengan keluarga kecilmu nanti," ucap iskandar yang dianggukki oleh arumi.
"mimpi yang dulu pernah saya rencanakan dengan bintang, mungkin akan saya wujudkan dengan lelaki lain yang bisa menerima kehidupan saya dengan ikhlas," jawab arumi yakin.
Tapi maaf jika nanti saya tidak bisa menepati janji saya, arumi. sasmita dan Ali sangat berhak untuk mengetahui tumbuh kembang cucunya. mungkin kamu tidak menjadi menantu mereka, tapi kamu ibu dari cucu mereka, arumi. batin iskandar yang ragu dengan janjinya sendiri.
"apa saya sudah boleh kembali ke sel?" tanya arumi sopan.
iskandar mengangguk. "pergilah untuk berpamitan dengan teman satu sel mu. sekitar dua atau tiga jam lagi akan ada penjaga yang membebaskanmu," ucap iskandar memberitahu.
"terimakasih banyak sekali lagi," ucap arumi dan setelahnya wanita itu berdiri untuk segera berjalan menuju selnya.
.....
Arumi kembali ke selnya. wanita itu tersenyum menatap ke tiga teman selnya yang sejak tadi menunggu kedatangan wanita itu.
"bagaimana?" tanya veni yang sudah tak sabar ingin tahu berita baik untuk arumi. wanita itu sampai berdiri dan menggiring arumi untuk duduk bersama nora dan airi yang juga ikut menunggu.
"gimana arumi?" tanya airi juga ikut memegang lengan arumi.
arumi tersenyum. matanya menatap satu persatu teman satu sel yang sangat baik kepadanya. arumi bagaikan adik bungsu bagi ketiga teman selnya ini.
"aku dibebaskan," ucap arumi dengan mata yang berkaca-kaca menatap ketiganya.
__ADS_1
"ALHAMDULILLAH," ucap ketiganya serentak dan langsung memeluk wanita itu. sungguh, mereka ikut bahagia atas apa yang arumi dapatkan hari ini. mereka ikut senang karena arumi akan lepas dari hukuman atas kesalahan yang tak pernah dia lakukan.
"lalu kenapa kau menangis?" tanya Nora setelah mereka melepaskan pelukannya.
Arumi menggeleng. "aku hanya sedih karena akan berpisah dengan kakak-kakakku," jawab arumi dengan suara bergetar.
Veni tersenyum lembut. wanita cuek itu kini menjadi sangat lbur kepada arumi. "lanjutkan hidupmu, arumi. jangan pikirkan kami, kau dan anakmu harus hidup dengan sangat layak setelah ini," ucap Veni lembut mencoba menenangkan arumi.
"Apa kau kembali pada bapak dari anakmu?" tanya airi pelan. wanita itu bertanya, tapi nada bicaranya seolah tak setuju jika arumi akan menjawab iya.
Arumi tersenyum dan menggeleng. "Aku hanya akan hidup berdua dengan anakku nanti," jawab arumi tenang.
mereka bertiga mengangguk dan setelahnya kembali memberikan pelukan hangat untuk arumi.
Tidak penting dengan cintaku, kini duniaku sudah untuk anakku sepenuhnya.
......................
Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.
BTW, cuma mau kasih info kalau mulai sekarang, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, aku akan aktif nulis lagi, ya. kita akan berkomunikasi intens lewat karya-karya aku.
dan yang paling penting, aku minta maaf karena baru bisa update lagi, soalnya kemarin-kemarin itu aku harus ngurus pendidikan dan nikahan aku 🙏, jadi dimaafin, ya semuaa 🤗
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰
__ADS_1