
Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
Bintang menggeleng tak terima. Dengan perlahan Bintang mendekati pemilik hatinya itu.
"Lalu bagaimana dengan aku, Arumi? Bagimana aku akan melanjutkan hidupku?" tanya Bintang lirih.
Dagu arumi bergetar karena tangisnya. "Bukan tugasku memikirkan hidup orang lain," ucap Arumi menatap Bintang.
"Maaf jika aku menyakitimu, tapi semua yang kulakukan adalah bentuk dari semua yang telah kamu lakukan padaku, bintang. Maaf jika aku harus bicara yang menyakitimu, karna apa yang aku katakan adalah perlindungan bagi diriku sendiri agar tidak semakin hina di depan keluargamu yang terhormat," lanjut arumu sendu menatap Bintang yang kini tak kuasa menahan tangisnya.
Rasanya seluruh tenaga Bintang sudah hilang entah kemana mendengar apa yang Arumi katakan. Kakinya lemas, sendinya terasa linu dengan dada sesak bagaikan dihimpit bongkahan batu besar tak kasat mata yang membuatnya sulit menghirup udara.
"Aku minta maaf, Arumi," ucap Bintang dengan menyatukan kedua tangannya di depan dada.
Arumi hanya diam, dengan tiba-tiba dan tanpa pertanda, bintang bersimpuh di hadapan Arumi. Sungguh, Arumi terkejut melihat apa yang laki-laki itu lakukan.
"Berdirilah," ucap Arumi pelan.
__ADS_1
"Jangan rendahkan dirimu, Bintang!" ucap Hutama menatap Bintang.
"Diamlah dan biarkan Bintang melakukan tugasnya, Ayah!" jawab Ali tegas yang membuat Hutama diam tak berkutik.
Agnes yang melihat kebungkaman Hutama tersenyum miring, senang sekali melihat ada yang bisa melawan Hutama hingga tak bersuara.
Sasmita menutup mulutnya menahan tangis melihat Bintang yang kini bersimpuh di hadapan Arumi. Dia sakit melihat anaknya, tapi Arumi juga lebih sakit setelah mendapat ketidak adilan dari keluarganya.
"Aku mohon, maafkan aku, Arumi. Aku minta maaf atas kesalahanku padamu, aku minta maaf karena tidak percaya padamu, Arumi, aku minta maaf karena keegoisan ku padamu, aku mohon maafkan aku," ucap Bintang dengan suara bergetar menatap Arumi.
"Hiks," tangis Arumi pecah mendengar apa yang Bintanb katakan. Dia bukan menangis karena iba melihat Bintang, tapi tangisnya adalah bentuk kesakitan dari luka yang selama ini dia Terima.
"Lalu kenapa kamu minta maaf sekarang? Kamu kemana saat aku memohon kepercayaan darimu? Kamu kemana mulutku mengatakan bahwa bukan aku pelakunya? Kamu kemana saat aku butuh dukungan? Kamu kemana Bintang? Kamu kemana?!" lanjut Arumi lagu dengan nada suara yang sedikit tinggi bersamaan dengan tangisnya.
"Aku menyesal, aku minta maaf, Arumi," ucap Bintang memohon.
"Aku tahu aku salah, aku minta maaf," ucap Bintang menggenggam tangan Arumi dan mendekatkan punggung tangan Arumi ke dahinya untuk memohon.
Arumi menggeleng. "Maaf Bintang, hatiku belum bisa berdamai hingga memaafkanmu. Maaf," ucap Arumi tanpa menatap Bintang dan menarik tangannya dari genggaman Bintang hingga lelaki itu sedikit terjatuh ke depan.
__ADS_1
Air mata Bintang semakin deras mengalir mendengar apa yang Arumi katakan. Badannya terasa semakin panas dingin karena itu. "Begitu sakitnya yang aku berikan, Arumi?" tanya Bintang.
Arumi mengangguk. "Sangat sakit sampai aku tak tahu lagi bagaimana caranya untuk sembuh dari luka ini," jawab Arumi.
Arumi berbalik menatap Agnes. "Aku pamit, Agnes. terimakasih banyak atas semua bantuanmu," ucap Arumi yang membuat Agnes terkejut.
"Kita akan pergi bersama, Arumi," ucap Agnes yang berusaha melepaskan genggaman tangan Harun.
Arumi menggeleng. "Mungkin memang lebih baik aku hidup sendiri tanpa ada luka di masa lalu. Maaf," ucap Arumi dan pergi begitu saja meninggalkan mereka semua dengan langkah yang diiringi Air mata.
Sasmita menatap sendu kepergia Arumi, detik ini menjadi hari akhir baginya untuk merasakan kehadiran seorang cucu.
Langkah Arumi terhenti saat dirinya berpapasan dengan Tyas. Arumi menatap Tyas dan tersenyum. "Jaga baik-baik cucumu, Nek. Arumi harap setelah ini mentalnya baik-baik saja."
...----------------...
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**
Jangan lupa masukan cerita ini ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya ya teman-teman, dan follow juga akun penulis aku untuk dapatin notifikasi karya baru, terimakasih.
__ADS_1