
HAPPY READING
“ada sesuatu yang harus aku katakan padamu,” ucap angkasa yang membuat bintang menoleh.
“apa?” jawab bintang sekilas dan kembali fokus pada rumah itu.
Baru angkasa akan membuka mulutnya untuk bicara, bintang lansgung menyela. Dengan tergesa-gesa bintang melepas seatbeltnya. “aku ke rumah itu sebentar!” ucap bintang dan langsung meninggalkan angkasa di dalam mobil.
Bintang menajamkan penglihatannya. Dengan Langkah pasti laki-laki itu mendekati rumah yang menjadi targetnya saat ini. “siapa dia?” tanya bintang entah pada siapa melihat seorang Wanita yang berdiri di jendela. Bintang dapat melihat itu adalah Wanita karena rambutnya yang setengah punggung.
“aku tidak bisa melihat jelas,” gumam bintang. Wajah Wanita itu tertutup oleh tirai jendela yang tipis.
Bintang semakin mendekatkan dirinya ke pagar rumah. Semua ini benar-benar mencurigakan untuk bintang. Dua kali dia mengawasi tempat ini, dua kali juga dia merasa diawasi dari rumah itu.
“Ah sial!” umpat bintang saat melihat jendela sudah tertutup oleh gorden yang tebal.
“ini sangat aneh,” gumam bintang lagi. Pasalnya, laki-laki itu dapat melihat jika tangan Wanita itu ditarik menjauh dari jendela dan kain penutup jendela langsung di rentangkan agar tak ada yang bisa melihat dari luar.
Bintang kembali berjalan menuju mobil. Apapun caranya dia harus bisa memasuki rumah itu. “kau kenapa?” tanya angkasa begitu bintang memasukii mobil.
Bintang menoleh. Dia menghela nafas pelan. “aku mau masuk kerumah itu,” ucap bintang menunjuk rumah sederhana itu dengan pandangannya.
“ada apa?” tanya angkasa lagi.
“ada yang aneh di dalam rumah itu. Sudah dua kali aku kesini, dua kali aku merasa di awasi dari jendela rumahnya,” jawab bintang jujur.
Angkasa ikut menoleh begitu mendengar jawaban bintang. Dia menatap setiap sudut rumah itu yang dapat ditangkap oleh pandangannya. “rumahnya sama seperti rumah pada umunya,” gumam angkasa.
Bintang mengangguk setuju. Bagi orang biasa, rumah itu memang nampak sama saja dengan rumah pada umumnya. Tapi bagi bintang, ada yang aneh dengan rumah itu. “kau ada rencana?” tanya bintang menatap angkasa.
Angkasa terdiam. “kau sudah coba menyamar?” tanya angkasa setelah berpikir.
Bintang mengangguk. “aku sudah pernah menjadi kurir. Tapi tetap saja tidak dipersilahkan masuk. Aku hanya disuruh tunggu di depan pintu. Tidak ada yang bisa aku lihat. Orang rumah itu sangat membatasi pihak luar,” jawab bintang memberitahu.
__ADS_1
Angkasa nampak mengangguk. Kedua lelaki itu nampak berpikir apa yang akan mereka lakukan. “kita akan cari setelah kasus ini selesai saja,” ucap angkasa yang dijawab gelengan oleh bintang. “jika bisa hari ini. Ada sesuatu dalam rumah itu,” ucap bintang yakin.
“kau ingin ini dikadukan pada komandan?” tanya angkasa.
Bintang menggeleng. “aku akan selidiki terlebih dahulu. Setelahnya semua jelas, baru akan mengatakan ini pada komandan.”
“memang harusnya seperti itu. Selidiki, baru menggebu untuk diangkat menjadi sebuah kasus,” jawab angkasa.
Bintang berdehem pelan. Apa yang disampaikan angkasa sedikit mengusik hatinya. Jujur saja, bintang merasa tersindir dengan apa yang angkasa sampaikan. “ada yang ingin kau sampaikan?” tanya bintang pelan.
“bagaimana jika arumi tidak bersalah?” tanya angkasa langsung tanpa menyaring apa yang akan dia tanyakan.
“apa kau akan menyesal?” tanya angkasa lagi yang melihat bintang tidak bereaksi apapun.
“menyesal?” tanya bintang yang diakhiri dengan tawa sumbangnya. “kenapa kau tanyakan itu?” lanjut bintang bertanya.
Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya? Bintang sangat berhak tahu tentang hal ini. Batin angkasa menimbang apa yang harus dia lakukan saat ini. Bintang adalah sahabatnya. Sebagai sahabat tentu dia tidak ingin bintang mengalami penyesalan yang semakin dalam nantinya. Diluar arumi bersalah atau tidak, bintang adalah ayah dari anak yang arumi kandung.
Bintang hanya diam. Dalam hati dia sedikit terkejut mendengar ini. Sedikit? Ya. angkasa adalah orang yang peka akan keadaan. Sikap dan gerak gerik bintang terhadap arumi tentu dapat dibaca oleh lelaki itu.
“lalu kenapa?” tanya bintang lagi.
Yang berjanji untuk diam dan tidak mengatakan apapun pada bintang adalah ayah. Aku tidak terikat janji apapun. Tidak akan berdosa jika aku memberitahu seorang ayah mengenai keberadaan anaknya. Batin angkasa mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
…..
Sedangkan di tempat lain, tasya, agnes dan rendi telah sampai di Yayasan milik sasmita. Mereka akan bersama-sama untuk memberikan bukti kepada pihak kepolisian dengan sasmita dari pihak keluarga korban.
“bagaimana?” tanya sasmita begitu ketiga pengacara itu sudah duduk di sofa ruangan pribadinya yang ada di Yayasan.
Agnes menghela nafas pelan. Lalu setelahnya dia tersenyum menatap sasmita. “maaf sebelumnya, tante. Tapi klien kami terbukti tidak bersalah,” jawab agnes sembari memberikan sebuah berkas pada sasmita.
Sasmita menerimanya. Dia membuka map berkas itu dan melihat satu persatu kertas yang sangat berharga itu. Alhamdulillah. Ibu dari cucuku bukanlah orang jahat. Batin sasmita mengucap syukur atas apa yang dia ketahui ini.
__ADS_1
Sasmita menatap agnes dengan pandangan berkaca-kaca. “terimakasih banyak,” ucap sasmita tulus bergantian menatap ketiga pengacara itu.
Agnes, tasya dan rendi mengangguk. “keberhasilan terbesar kami adalah keadilan dan kebebasan untuk arumi, tante,” jawab agnes yang ikut terharu. Betapa beruntung arumi memiliki sasmita sebagai nenek dari anaknya. Betapa beruntung arumi bisa mengambil hati sasmita dengan mudah meski dia diberikan status tahanan atas kasus pembunuhan anak sasmita sendiri.
“kalian pengacara hebat. Terimakasih banyak,” ucap sasmita lagi dengan air mata yang sudah tak bisa dia tahan. Ini bukan air mata kesedihan, ini adalah bentuk dari kebahagiaan yang tak terbendung rasanya.
“sudah tugas kami, tante,” jawab rendi yang diangukki ketiganya.
“tante,” panggil agnes lembut mengenggam lembut tangan sasmita.
“iya, agnes,” jawab sasmita tersenyum tulus.
“terimakasih telah membantu untuk kasus ini. Saya ingin mengatakan hal lain,” ucap agnes sedikit ragu.
Sasmita menatap agnes bingung menunggu apa yang akan di katakana oleh Wanita itu.
“saya dan bintang tidak serius menjalani hubungan pertunangan ini,” ucap agnes menatap sasmita tak enak.
Sasmita tersenyum. “tante tahu itu. Tante dukung apa yang menjadi keputusan kalian. Pernikahan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan,” jawab sasmita bijak.
Agnes tersenyum cerah. Dia menatap rendi dan tasya bergantian. Akhirnya apa yang selama ini menjadi pikiran agnes berkurang juga. Setidaknya dia bisa keluar dari pertunangan ini dengan bantuan sasmita dan bisa Bersatu dengan pujaan hatinya sendiri.
“tante memang yang terbaik,” ucap agnes memeluk sasmita senang.
Sasmita mengangkat tangannya membalas pelukan agnes. “tante tidak ingin merenggut kebahagiaan kalian dengan perjodohan ini,” jawab sasmita tulus.
Tasya dan rendi ikut tersenyum. Sebaik ini seorang sasmita, tapi kenapa dia harus menjadi menantu dari keluarga nagara? Tapi apapun itu alasannya, bintang harusnya sedikit bersyukur bahwa dalam keluarganya masih ada orang yang waras seperti tante sasmita.
Sasmita melepaskan pelukannya dari agnes. Dia tersenyum dan menatap berganti ketiga pengacara itu.
“jadi kita serahkan ini kepada Iskandar?”
...****************...
__ADS_1