Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 69


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


"Apa maksudmu?" tanya bintang lagi dengan nada suara yang sedikit tinggi karena terbawa emosi.


"Tahanan yang bernama Arumi sudah bebas."


DEG


"A-apa maksudmu?" tanya Bintang dengan perasaan yang tak bisa dia jelaskan saat mendengar kabar tersebut.


Polisi wanita itu mengangguk. "Tahanan atas nama arumi dibebaskan karena terbukti tidak bersalah dalam kasusnya, bintang," jawab polisi wanita itu memperjelas maksud pembicarannya.


Sungguh, rasanya kaki bintang lemas tak bertulang mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh polisi penjaga itu. Sekarang bintang ingat, tadi dia melihat mobil Agnes ada di parkiran kantor polisi, mungkinkah itu untuk menjemput arumi? itu artinnya arumi belum lama bebas dari sini.


Bintang menggeleng berkali-kali menyanggah apa yang kini terlintas di pikirannya. "Gak mungkin, arumi, gak mungkin," gumam bintang linlung.


tanpa berbicara apapun, bintang segera berbalik dan berjalan dengan cepat menuju ruangan komandan iskandar. "ini pasti ada hal yang tidak aku ketahui," ucap lelaki itu dengan langkah yang semakin besar, bahkan kini dia sudah berlari menuju ruangan iskandar.


Bintang terus berlari tanpa menghiraukan polisi lain yang menyapanya. Lelaki itu benar-benar dibuat tak karuan setelah mendengar apa yang tadi dikatakan oleh polisi penjaga itu.


"Om," panggil bintang tanpa mengetuk pintu dan menyebut iskandar dengan panggilan sehari-harinya tanpa embel-embel komandan.


Angkasa dan Iskandar yang kini masih duduk bersama di ruangan itu menatap kedatangan bintang dengan diam. angkasa menatap iba pada sahabatnya itu, entah apa yang akan terjadi pada bintang saat mengetahui semua ini.


"Om," panggil bintang lagi dengan langkah gontai mendekati iskandar.


"Ya, bintang," jawab iskandar pelan..


"Katakan yang sebenarnya, om," ucap bintang memohon menatap bintang.


"Kamu pasti udah tahu," ucap Iskandar setelah menghela nafas pelan.


"Jadi benar arumi bebas?" tanya bintang dengan suara gagap.

__ADS_1


Iskandar mengangguk yakin. "Iya, arumi sudah bebas, aku sendiri yang mengurus kebebasannya," jawab Iskandar jujur.


"Tang," panggil angkasa membawa badan bintang agar ikut duduk bersama mereka.


"lo tau, sa?" tanya Bintang menatap angkasa sendu.


Angkasa mengangguk pelan. "maaf, tang," jawab angkasa menyesal.


"Apa ada yang gak bintang ketahui, om?" tanya bintang lagi menatap Iskandar dengan tatapan sendu. sungguh, hati bintang terasa sangat hancur mendengar apa yang baru saja dia terima. kenapa dia tidak tahu sama sekali mengenai ini.


Iskandar diam, entah apa yang harus dia katakan, lelaki itu bingung. Rasanya banyak sekali yang ingin Iskandar sampaikan kepada bintang, namun lidah seakan kelu untuk mengungkapkannya. Bayangan penyesalan dan kemarahan bintang kepada dirinya sendiri membuat Iskandar bungkam.


"Om? bicaralah, om," ucap bintang lagi memohon.


"Bukan maksud om ingin menyembunyikan semua ini dari kamu, tapi om bingung harus memulai darimana," jawab Iskandar menatap bintang.


Bintang memejamkan matanya. sungguh, dada bintang terasa sakit seakan tali besar mengikatnya kuat hingga tak ada oksigen yang bisa dia hirup. "Apa arumi tidak bersalah, om?" tanya Bintang dengan matanya yang sudah berkaca-kaca menatap iskandar.


Iskandar mengangguk. "Tim pengacara arumi memberikan bukti bahwa klien mereka sama sekali tidak melakukan kasus pembunuhan seperti yang dituduhkan," jawab iskandar jujur.


angkasa yang melihat bintang saling tatap dengan iskandar seolah bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. tapi iskandar hanya diam, dia tidak mengangguk atau menggeleng, matanya hanya terus menatap bintang yang kini seperti orang bingung.


"Selama ini gue salah paham, sa?" tanya bintang menatap angkasa dengan air bening yang kini mengalir membasahi pipinya.


"Tang," panggil angkasa yang tak kuasa melihat sahabatnya itu.


"Kenapa lo gak cegah gue buat salah paham, sa? kenapa lo diam aja dan gak nasehatin gue?" tanya Bintang lagi dengan sendu.


"Gue udah salah, sa. gue udah salah gak percaya sama orang yang gue cinta, gue gak percaya sama orang yang bahkan udah ngasih seluruh hidupnya sama gue sa, gue bahkan udah gak percaya sama orang yang selalu ada buat gue sa, gue brengsek ya, sa," ucap bintang mengeluarkan kesedihannya menatap angkasa dengan air mata yang tak bisa dia tahan.


"Jangan salahin diri lo sendiri, tang. lo cuma ngelakuin tugas lo sebagai kakak buat kintani," ucap angkasa mencoba sedikit menenangkan emosi bintang.


"Tapi gue gagal jadi laki-laki, sa. nyatanya gue gagal, sa," ucap Bintang memegangi kepalanya dan menenggalamkan di kedua telapak tangannya.


Lo juga gagal menjadi ayah, tang. gue gak tahu gimana keadaan lo kalau tahu semua kebenarannya. batin angkasa menatap sendu bintang yang nampak frustasi.

__ADS_1


"Om," panggil bintang mengangkat kepala menatap iskandar.


Iskandar hanya diam, dia membalas panggilan bintang lewat tatapannya.


"Kenapa gak ada yang kasih tahu saya, om? kenapa gak ada yang kasih tahu bintang?" tanya bintang.


"Bukan om gak mau ngasih tahu kamu, bintang, arumi sendiri yang meminta agar kebebasannya dirahasiakan dari kamu dan juga keluarga Nagara," jawab iskandar jujur.


Hancur sudah hati bintang, sangat hancur saat tahu bahwa arumi sendiri yang meminta seperti ini, itu artinya arumi sudah tak mau lagi berhubungan dengan dirinya dan keluarga nagara.


"Ya Allah," ucap Bintang dengan suara bergetar menahan tangis dan kedua tangannya yang menarik rambut dari kedua sisi kepalanya.


"Gue udah hancurin mental arumi dengan sangat hancur, sa. gue jahat sa, gue jahat!" ucap bintang lagi.


angkasa menggeleng, dengan sigap lelaki itu memeluk tubuh sahabatnya dari samping untuk memberi ketenangan.


"Sejak awal, tidak sekali dua kali om katakan sama kamu untuk lebih teliti dan bijak, bintang. tapi rasa sayang kamu terhadap kintani mengalahkan semua kebenaran yang ada. Om tidak menyalahkan jika kamu sayang sama adik kamu sendiri, tapi jangan sampai logika kamu tertutup oleh perasaan sayang itu," ucap Iskandar menasehati dengan lembut. mungkin perkataan yang dia sampaikan terdengar seperti menyalahkan bintang, tapi memang begitu kenyataannya dan dia ingin bintang sadar dan belajar dari itu semua.


"Apa ada keluarga saya yang tahu semua ini?" tanya Bintang lagi menatap Angkasa dan Iskandar bergantian.


Iskandar mengangguk. "Mami kamu tahu mengenai semua ini, dan mami kamu juga yang membantu tim pengacara arumi untuk mencari bukti bahwa arumi tidak bersalah," jawab Iskandar apa adanya tanpa ada yang di tambahkan.


Bintang terdiam. Dia ingat jika maminya sering mengingatkan untuk lebih memikirkan kasus ini, tapi bintang seolah tutup telinga dan dia memilih untuk melanjutkan penangkapan Arumi.


Bintang memutar badannya sedikit menoleh menghadap angkasa. Dengan mata merah dan pipi yang basah itu bintang menatap sahabatnya sendu. "Kesalahan gue bisa dimaafin kan ya, sa?" tanya bintang dengan suara bergetar.


Angkasa diam, lelaki itu tidak tahu harus menjawab apa untuk sekarang ini.


"Om, saya masih bisa dimaafkan kan, om?"


......................


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**

__ADS_1


__ADS_2