
Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
Bintang memarkirkan mobilnya saat sudah sampai di kantor polisi. mata lelaki itu menyipit melihat mobil yang dia kenali. "Agnes?" gumam bintang bertanya.
"Untuk apa dia kemari? bukankah arumi sedang marah padanya karena tahu perjodohan itu? lalu siapa yang dia temui?" ucap bintang lagi bertanya-tanya.
"Ah sudahlah! bukan urusanku juga," ucap bintang tak. mau pusing.
sekarang, lelaki itu dengan tergesa-gesa dan langkah besar berlari menuju ruangan komandan Iskandar. karena saking tergesanya, teman sesama polisi yang menyapa pun tidak di jawab oleh bintang.
Bintang menghentikan langkahnya saat sampai di depan ruangan Iskandar. lelaki itu mengatur nafas sejenak agar beraturan kembali dan mengetuk pintu ruangan Iskandar.
"Masuk!" instruksi dari dalam setelah tiga kali bintang mengetuk pintu itu.
bintang membuka handel pintu dan masuk ke dalam. Lelaki itu memberi hormat kepada komandannya dan dibalas hal yang sama oleh Iskandar.
"Ada apa?" tanya Iskandar. kini keduanya sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Iskandar untuk bicara lebih santai.
Bintang menunduk, lelaki itu seolah menahan sesuatu yang akan dia sampaikan karena takut akan kenyataan yang diterimanya.
"Komandan," panggil bintang sembari mengangkat kepalanya.
"Ada apa?" tanya Iskandar lagi bingung dengan bintang yang sedikit aneh saat ini. Iskandar dapat menangkap. ketakutan dan kegelisahan dalam tatapan anggotanya itu.
"Apa arumi akan bebas jika sebuah bukti menunjukan dia tidak bersalah?" tanya Bintang.
"Kau ini polisi kan? pastinya kau tahu akan jawaban dari pertanyaanmu, bintang," ucap Iskandar yang tak habis pikir dengan anggotanya itu
Bintang mengangguk. Dia menutup wajah dengan kedua telapak tangannya dan siku yang sudah menyangga di kedua lututnya.
"Aku takut," ucap bintang lirih.
"Takut? kenapa?" tanya Iskandar bingung.
"Aku takut jika aku hanya salah paham kepada arumi," jawab bintang sendu menatap Iskandar.
Iskandar terdiam. pikirannya menerka apakah bintang sudah tahu semuanya atau bagaimana?
__ADS_1
"Apa maksdumu?" tanya Iskandar lagi. lelaki itu ingin tahu dulu kenapa bintang sampai seperti ini.
"Aku menemukan sebuah petunjuk, komandan," ucap bintang mulai memberitahu Iskandar.
"Petunjuk apa?" tanya Iskandar.
Bintang mulai menceritakan semuanya dari awal dia merasa keanehan saat melihat rumah yang sampai sekarang masih jadi pantauannya, dan juga kejadian tadi yang membuat dia cukup terkejut atas petunjuk yang diberikan oleh gadis dibalik jendela itu.
bintang bingung entah dia harus sedih atau senang sekarang. lelaki itu sedih, jika memang benar semuanya hanya salah paham kepada arumi, dia tidak tahu apakah bisa menerima maaf arumi. namun, bintang juga senang karena itu artinya arumi tidak bersalah dalam hal ini.
"Mengapa kau bisa menyimpulkan bahwa ini adalah petunjuk atas kematian Kintani?" tanya Iskandar setelah mendengar cerita Bintang.
"Gadis dibalik jendela itu, dia dilihat sekilas dan dari arah belakang sangat mirip dengan arumi. rambut yang panjang dan tipe wajah yang sama, komandan. saat pertama aku melihat jelas gadis itu, hatiku sempat berkata apakah dia kembaran arumi atau bagaimana, tapi saat aku lihat dengan jarak yang sedikit dekat, mereka tidak sama," ucap bintang menjelaskan.
"Lalu bagaimana dengan bukti foto itu?" tanya Iskandar lagi.
"Aku hanya melihat foto itu berdasarkan tulisan dibaliknya, Komandan. Ada nama yang sama tertulis disana, Nama Tirani. Arumi memiliki nama belakang Tirani, dan difoto itu memang ada salah satu siswa yang wajahnya mirip arumi," jawab bintang lagi.
"Aku bingung denganmu, bintang. dari awal aku sudah mengatakan untuk lebih teliti. Apa kau sudah lihat jelas foto itu?" tanya Iskandar.
"Aku hanya melihat sekilas, dan penglihatanku yang sekilas itu mirip dengan arumi. makanya aku berasumsi bahwa arumi adalah pembunuh adikku, dan juga umur arumi yang sama dengan Kintani, komandan," jawab Bintang pelan dengan kepala tertunduk.
"Bisa aku minta bantuanmu untuk menyelidiki ini, Komandan? aku butuh persetujuan mu untuk melakukan pengeledahan rumah itu," ucap bintang memohon menatap Iskandar.
"Bagaimana jika semua dugaanmu benar dan arumi tidak bersalah?" tanya Iskandar lagi.
Bintang menggeleng. "Itu artinya aku gagal. aku gagal menjadi kakak untuk Kintani, dan aku gagal menjadi pasangan untuk arumi," jawab Bintang pelan.
dan kau gagal menjadi ayah, bintang. Batin Iskandar menjawab perkataan bintang. ingin rasanya Iskandar berteriak mengatakan bahwa arumi saat ini sudah bebas dan dia mengandung anak bintang. tapi dia bisa apa? ada janji yang harus dia jaga dengan arumi.
"Aku akan panggil angkasa terlebih dahulu," ucap Iskandar. lelaki itu berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya untuk melakukan panggilan dengan angkasa.
selang beberapa menit setelah panggilan selesai, angkasa datang ke ruangan Iskandar.
"Hormat komandan!" ucap angkasa tegas dan dibalas hal yang sama oleh Iskandar.
Angkasa menatap bintang yang masih menunduk, lalu dia menatap Iskandar seolah bertanta melalui pandangan.
"Duduklah dulu," ucap Iskandar dan dianggukki oleh Angkasa.
__ADS_1
"Ada apa komandan?" tanya Angkasa setelah dia duduk di sebelah Bintang.
"Bintang," panggil Iskandar yang membuat bintang mengangkat kepalanya.
Iskandar menatap bintang dan Angkasa bergantian. Setelahnya Iskandar mulai menceritakan semuanya kepada Angkasa dan meminta lelaki itu untuk membantu bintang.
.....
Agnes dan arumi kini berjalan keluar dari kantor polisi dengan langkah ringan dan senyum di bibir keduanya. "Nes," panggil arumi lembut.
"Kenapa arumi?" tanya Agnes.
"aku ingin bertemu Komandan Iskandar terlebih dahulu sebelum benar-benar pergi. bisa antar aku ke ruangannya?" tanya arumi yang dianggukki Agnes.
"ayo lewat sini," ajak Agnes membawa arumi ke ruangan komandan Iskandar.
berjalan beberapa menit, kini langkah kaki kedua wanita itu terhenti di depan ruangan Iskandar. Terutama arumi yang tak jadi masuk karena mendengar suara orang yang sangat dia kenali.
Arumi menatap Agnes lalu menggeleng. "Kita pergi saja," ucap arumi memohon.
Agnes mengangguk. Kedua wanita itu kini benar-benar berjalan menuju pintu keluar kantor polisi untuk segera pergi dari sana.
.....
"Kau akan kemana?" tanya Angkasa saat pembicaraan mereka baru saja selesai di ruangan Iskandar.
"Aku akan menemui arumi sebentar," ucap bintang dan langsung pergi begitu saja tanpa mendengar panggilan Angkasa.
Angkasa dan Iskandar saling pandang. "biar dia tahu dari penjaga sel Arumi."
"Aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi setelah ini," jawab Angkasa mengusap kepalanya bingung dengan apa yang akan terjadi.
"sudah resiko yang harus bintang terima atas semua kesalahannya, angkasa."
...----------------...
Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**
__ADS_1