Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 63


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


Agnes terkekeh. "kau pikir aku takut?" ucap Agnes berani. wanita itu meluruskan badannya sejajar dengan harun dan menatap tajam sang ayah, seolah memperlihatkan bagaimana dia sangat tidak suka dengan ayahnya itu.


"berani kau ganggu temanku, maka penjara juga menantimu!" ucap Agnes tajam menatap harun penuh emosi. sama sekali tidak ada pandangan lembut yang Agnes berikan kepada Harun.


Ahrun terkekeh mendengar ancaman yang diberikan oleh anaknya itu. "kau yakin dengan apa yang kau ucapkan?" tanya Harun dengan tatapan jahatnya.


Tangan Agnes mengepal kuat. sungguh, Harun ayah salah satu ayah yang sama sekali tidak punya perasaan. "tentu! kau dan semua tim berengsekmu itu akan ikut mengisi penjara jika berani mengganggu arumi lagi," jawab Agnes tegas.


"menikah dengan bintang dan wanita kampung itu akan aman," ucap Harun masih percaya dengan segala kekuasaan yang dia miliki.


"Aku ini manusia, bukan robot yang bisa menuruti semua keinginanmu!" jawab arumi dengan nada suara yang meninggi.


Muak menatap wajah sang ayah, Agnes melanjutkan kegiatannya. Dengan kasar wanita itu menarik resleting koper dan menguncinya setelah selesai memasukkan semua barang yang dia bahwa.

__ADS_1


Agnes berbalik sambil menurunkan koper dengan kasar. "Satu pertanyaanku kepada Tuhan," ucap Agnes menatap tajam Harun dan menjeda perkatannya. wanita itu berjalan mendekat dan dengan jarak dekat dia semakin menatap dalam dan tajam tatapan ayahnya itu. "Kenapa aku harus dilahirkan sebagai anakmu?" ucap Agnes dengan penuh emosi dan segera menyeret kopernya untuk keluar dari kamar itu.


Harun mengepalkan tangannya. wajah lelaki itu memerah menahan amarah melihat sikap berani Agnes yang tiada takutnya. "Bagaimanapun kau harus menjadi istri bintang, Agnes," ucap Harun dengan kekeuh untuk melanjutkan rencananya.


Harun mengalihkan pandangannya ke dinding kamar Agnes. senyum miring tercetak dibibirnya saat pandangannya menatap foto besar Agnes bersama sang mama. "Sepertinya aku tahu bagaimana memaksamu," gumam harun dengan pikiran licik yang selalu ada di dalam otaknya.


.....


Agnes menghirup udara berkali-kali dan membuangnya perlahan. Wanita itu mencoba untuk menetralkan emosinya setelah berbicara dengan Harun. setelah Mamanya meninggal, tidak ada kata tenang, damai dan lembut saat dia berbicara dengan haruh.


Setelah beberapa menit menangkan dirinya, Agnes mulai menjalankan mobil keluar rumah. wanita itu harus bertemu seseorang yang kini menjadi objek perjuangannya. "kita harus tetap bicara dan bertemu😉, arumi," ucap Agnes dan membelokkan stir kemudinya ke arah kantor polisi.


Sedangkan di tempat lain, Bintang kembali menatap sebuah rumah yang sangat mencurigakan baginya. "aku harus nyamar gimana lagi?" gumam bintang bertanya entah pada siapa.


saat ini lelaki itu tidak mengajak angkasa karena dia merasa ini adalah urusannya sendiri. sejak pertama kali melihat rumah itu, ada hal aneh yang bintang rasakan saat matanya menangkap seseorang yang berdiri di jendela rumah tersebut waktu itu.


Bintang menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi mobil. "Sudah satu jam aku disini tapi tidak ada tanda apapun," gumam bintang frustasi. menyamar jadi kurir paket sudah, tukang AC sudah, bintang bingung harus menyamar jadi apa lagi sekarang untuk mencari tahu informasi mengenai rumah itu.

__ADS_1


Mata bintang menatap seorang penjual bakso bakar keliling yang kebetulan berhenti di dekat mobilnya. "Mungkin aku harus seperti itu," gumam bintang mendapat ide.


bintang menatap bergantian rumah dan tukang bakso bakar keliling itu. "Saatnya penyamara-" omongan bintang terhenti saat dia tak sengaja melihat tirai jendela salah satu kamar rumah itu tertutup.


"Pasti ada orang di kamar itu. Jangan-jangan dari tadi aku kecolongan," gumam Bintang menerka.


Bintang menghela nafas sebentar. "Apapun yang ada dibalik rumah itu, aku yakin pasti berhubungan dengan kehidupanku."


......................


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.


BTW, cuma mau kasih info kalau mulai sekarang, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, aku akan aktif nulis lagi, ya. kita akan berkomunikasi intens lewat karya-karya aku.


**dan yang paling penting, aku minta maaf karena baru bisa update lagi. Dan semoga, setelah ini aku bisa update rajin biar kalian gak rindu lagi 🤭


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**

__ADS_1


__ADS_2