
HAPPY READING
“Setelah dilakukan pemeriksaan, kami mendapatkan kejelasan bahwa buku data siswa ini juga asli dan tidak terdapat perbedaan baik dari format tulisan, format gambar, dan format kertasnya. Perbedaan antara kasar dan halus ini adalah kesalahan yang terjadi karena kesalahan produksi perusahaan pembuat kertas ini yang tidak disadari oleh pembuat buku ini. Kami bisa menjamin kalau ini memang asli,” jawab salah satu dari tim forensik persidangan
DEG
Rasa detak jantung Arumi berhenti mendengar pernyataan tim forensik pengadilan yang baru saja mengatakan bahwa bukti yang dibawakan oleh Agnes dan tim nya. Bagaimana tidak, bukti itu ternyata malah menguatkan dugaan bahwa Arumi adalah tersangka pembunuh Kintani. Nampak raut kesedihan dari wajah Arumi setelah mendengar pernyataan yang baru saja disampaikan.
“Mohon izin yang mulia. Kalau memang ini adalah kesalahan dari pihak pembuat kertas di buku itu, bagaimana bisa kalau hanya data satu siswa dan satu lembar saja diantara banyaknya lembar data siswa lain? bahkan saya sudah cek semua lembarnya dan membandingkan sendiri antara lembar yang lain dengan lembar yang kami duga palsu di lembar data Arumi,” bantah Agnes kepada tim forensik atas pernyataan mereka.
“Didalam buku ini tidak terdapat tanda – tanda kalau dirubah secara tidak teratur. Diantara lembar satu dengan lembar yang lainya tidak terdapat tanda apapun yang membekas seperti jika dilakukan perubahan secara tidak teratur. Yang mana artinya, ketika dilakukan perubahan atau penambahan data, pasti dilakukan dengan benar dan teratur, dan penambahan data siswa pun pasti dilakukan berurutan dari tahun yang lebih tua sampai sekarang, ” jawab tim forensik pengadilan.
“Dan pada lembar data Arumi, lembarnya memang berada di urutan data siswa alumni empat tahun silam, dan itu seumuran dengan korban. Kemudian kami pun menyamakan data diri yang ada di ijazah saudari Arumi dengan data diri di dalam buku siswa ini, dan semuanya sama dan asli. Ditambah lagi dari umur saudari Arumi saat ini memang menunjukkan bahwa saudari Arumi memang lulus sekolah empat tahun silam,” tambah tim forensik yang membuat seisi ruangan mempusatkan perhatian kepada Arumi dan tim pengacaranya.
Bintang yang mendengar itu semua menatap arumi. entah apa yang ada di hati dan pikirannya sekarang, tapi yang pasti melihat arumi yang seperti ini membuatnya tidak tega. Tapi apa yang bisa dia lakukan? dia sendiri yang membuka kasus ini. melihat arumi yang terduduk lesu dengan wajah sendu menahan tangis, sungguh, hati dan pikiran bintang berperang hebat saat ini.
Semoga adek disana bahagia, ya. Semua untuk adek. abang sayang sama adek. Abang sayang kintani. Batin Bintang menguatkan diri bahwa semua ini memang benar dan demi keadilan untuk adiknya.
Tyas menitikan air matanya melihat arumi. Dia tahu jika arumi tidak bersalah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Maafkan nenek, arumi. Batin tyas sendu. dengan cepat tyas menghapus air matanya agar hutama tak bisa melihatnya.
Apakah ini balasan yang harus aku terima karena mencintai seseorang yang kedudukan nya jauh di atas ku? Apakah dunia memang sekejam ini ya Allah? batin Arumi yang sudah mulai putus asa, karena semua usaha yang dilakukan oleh Agnes dan tim nya tidak menunjukkan hasil yang positif sejauh ini.
Air mata yang sudah sejak awal mulai persidangan Arumi tahan, kali ini mulai mengalir membasahi pipinya.
Bagaimana ini? Mengapa aku tidak menyangka bahwa jalan nya persidangan ini seakan-akan sudah diatur sedemikian liciknya oleh mereka? Bagaimana bisa jawaban sederhana tadi bisa membuat semua percaya dengan kebohongan ini? gumam Agnes dalam hatinya yang sangat tidak percaya dengan jawaban tim forensik.
__ADS_1
Agnes dan tim nya berdiskusi sebentar, akhirnya mereka memutuskan untuk menerima pernyataan itu dan mengeluarkan cara terakhir yang mereka siapkan untuk membela Arumi untuk mendapatkan kebebasan.
“Baiklah yang mulia, kami terima pernyataan yang disampaikan oleh tim forensik. Namun mohon izin yang mulia, apakah pihak kami sudah boleh menyampaikan keterangan saksi untuk saudari Arumi sekarang yang mulia?” ucap Agnes yakin kepada Hakim Ketua.
“Bagaimana pihak korban? Apakah ada lagi bukti dan keterangan yang akan disampaikan?” tanya Hakim Ketua ke arah Harun dan tim nya.
“Tidak ada yang mulia. Silahkan kepada pihak terdakwa untuk melanjutkan pembelaan yang mulia” jawab Harun dengan nada santai seakan ada maksut lain di dalam ucapan nya itu.
Berusahalah semampu kalian, karena sekuat apapun usaha yang kalian lakukan, tidak akan membuat hasil persidangan ini baik untuk kalian. batin Harun sambil menunjukkan ekspresi senyum menatap Arumi dan Agnes.
Agnes menangkap tatapan ayahnya. tatapan kecewa itu sangat ketara melihat bagaimana liciknya seorang harun. Jika nanti semuanya terbongkar, maka aku tidak akan melakukan pembelaan pada ayah. Batin agnes menatap Harun.
“Baiklah, sidang dilanjutkan pada tahap kesaksian saksi. Silahkan pihak terdawa mendatangkan saksinya," ucap Hakim Ketua mempersilahkan Agnes memanggil Ibu Ida dan Ibu Rita.
“Kepada Ibu Ida dan Ibu Rita, silahkan menyampaikan keterangan kalian yang melihat sendiri ada pihak yang menyabotase rumah Arumi,” ucap Agnes yang mengisyaratkan Ibu Ida dan Ibu Rita menyampaikan keteranganya.
Semoga kali ini benar – benar bisa membuktikan kebenaran di dalam skenario licik mereka. gumam Agnes berharap keterangan dari saksi ini bisa membuktikan kecurangan di pihak keluarga Hutama.
“beberapa hari yang lalu, memang saya menerima tamu yang mengaku sebagai tim pengacara nak Arumi. Karena mereka bilang tujuan mereka untuk membantu Arumi, maka dari itu saya mempersilahkan mereka memeriksa rumah Arumi,"ucap Ibu Ida mengawali kesaksianya.
“Saat itu saya bersama Ibu Ida memang tidak melihat kejanggalan. Mereka ramah dan tidak ada kecurigaan dari kami bahwa mereka punya tujuan lain selain membantu Arumi. Tetapi kami memang tidak tahu barang atau dokumen apa yang mereka bawa, karena setelah sekitar empat puluh lima menit, mereka pamit pulang karena telah mendapatkan bukti-bukti untuk membuat nak Arumi bisa bebas," tambah Ibu Rita.
“Izin menambahkan yang mulia. Saya sendiri pun sudah datang langsung ke rumah saudari Arumi dan bertemu dengan dua saksi ini. Dan mereka juga heran dengan kedatangan saya karena menurut mereka, beberapa hari sebelum saya datang, sudah lebih dulu ada yang datang seperti yang disampaikan oleh saudari saksi tadi. Yang artinya, ada sabotase dan kecurangan yang bisa jadi dilakukan oleh pihak lain untuk menuduh jika Arumi bersalah,” ucap Agnes menegaskan jawaban Ibu Ida dan Ibu Rita.
“Dan bisa jadi, tim yang melakukan sabotase itu adalah bagian dari tim korban. Karena mereka berhasil mendapatkan bukti ijazah saudari Arumi yang mana menurut keterangan saudari Arumi kepada saya ijazahnya ada di rumah saudari yang mulia,” tambah Agnes dengan nada dan pandangan tegas ke arah tim pengacara Hutama.
__ADS_1
“Saudari Arumi, apakah benar dari apa yang disampaikan pengacara anda?” tanya Hakim memastikan kepada Arumi langsung.
“Iya benar yang mulia. Saya mempercayai apa yang disampaikan saksi dan pengacara saya, karena saya tidak pernah menaruh ijazah itu selain di rumah saya yang mulia,” jawab Arumi dengan nada sebisanya karena sudah pasrah dengan keadaanya sekarang.
“Baiklah. Pengacara korban, bagaimana tanggapan anda?” lanjut Hakim bertanya kepada Harun.
“Tidak benar yang mulia! Kami mendapatkan bukti ini karena kami mencari informasi di sekolahan tempat korban dan saudari Arumi pernah bersekolah. Kenapa juga bukan kami yang memberikan buku data siswa itu sebagai bukti, karena pihak terdakwa sudah mempersiapkannya. Entah dengan tujuan apa, yang pasti yang mulia bisa melihat sendiri apakah bukti yang mereka berikan meringankan terdakwa, atau bahkan memberatkan terdakwa dalam peradilan kasus ini?" balas Harun tidak kalah tegas dan menusuk kepada Arumi dan tim pengacaranya.
Ya Allah, bagaimana ini? hamba memasrahkan segala urusan hamba kepadamu ya Allah. Kali ini, air mata Arumi tidak terbendung. Air matanya deras mengalir sampai membasahi baju yang Arumi gunakan. Arumi sudah membayangkan arah persidangan ini akan berakhir. Arumi benar – benar putus asa dan hanya bisa menunduk untuk menyembunyikan kesedihanya.
“Dan tidak ada bukti yang bisa mereka tunjukkan jika memang kami adalah pelaku sabotase seperti yang disampaikan saudari pengacara terdakwa. Siapakah orang tersebut, silahkan cari diantara kami, apakah ada orang yang seperti dua saksi itu lihat," tantang Harun berani kepada Agnes yang tak lain anak kandungnya.
“Ada dua orang laki – laki, namun memang tidak ada saya lihat diantara semua orang di dalam persidangan ini," jawab Ibu Ida jujur karena memang ia tidak melihat orang yang sama seperti yang datang pada waktu itu.
Agnes terduduk lemas. Artinya kali ini dia dan timnya benar – benar kalah telak. Bukti yang disiapkannya pun justru malah membuat keadaan Arumi semakin terdesak. Maafkan aku Arumi. Batin Agnes yang melihat Arumi terduduk pasrah dan tidak semangat lagi.
“Baiklah, hanya itu saja keterangan dari saudari Saksi?” tanya Hakim memastikan.
“Iya yang mulia.”
“Iya yang mulia.” jawab Ibu Ida dan Ibu Rita bergantian.
“Baiklah, berarti sidang akan kita lanjutkan ke tahap tuntutan terhadap terdakwa.”
...****************...
__ADS_1