Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 66


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


Di tempat lain, kini Agnes masih berada di dalam mobilnya, wanita itu sudah sampai di kantor polisi untuk bertemu dengan Arumi.


Agnes menghela nafas pelan. "Semoga kamu merubah pikiranmu, Arumi," ucap Agnes pelan. setelah menimbang beberapa lama, akhirnya Agnes turun dan berjalan memasuki kawasan kantor polisi.


Sampai di sana, Agnes bertemu dengan Komandan Iskandar yang entah datang darimana. "Komandan," ucap Agnes memberi hormat.


"Kau ingin menenui Arumi?" tanya Iskandar menebak tujuan kedatangan Agnes.


Agnes mengangguk. "Aku ingin berbicara dengan arumi sebelum kebebasannya," jawab Agnes jujur.


Iskandar mengangguk. "sebentar lagi dia akan bebas, aku sudah mengurus sendiri berkas-berkasnya, kau temuilah sekarang," ucap Iskandar lembut.


"Terimakasih banyak, komandan," ucap Agnes tulus dan segera berlalu dari hadapan Iskandar.


Iskandar menghela nafasnya. lelaki itu menatap punggung Agnes yang sudah menjauh dari pandangannya. "Kenapa dia harus menjadi anak dari ayah yang kejam?" gumam Iskandar tak habis pikir.


Iskandar cukup kagum dengan Agnes karena wanita itu benar-benar menjunjung tinggi kebenaran walaupun harus melawan ayahnya sendiri di meja hijau. "Ternyata masih ada buah yang jatuh jauh dari pohonnya," gumam Iskandar dan berbalik untuk segera menuju ruangannya.


.....


Agnes duduk di kursi ruang tunggu. beberapa menit menunggu, arumi datang dengan pakaian yang sudah biasa. pakaian yang dulu dia pakai saat pertama kali masuk penjara.


Agnes menatap arumi dengan senyum penuh haru. akhirnya, perjuangannya untuk kebebaaan arumi tidak sia-sia, dan sekarang wanita itu pasti sudah resmi bebas karena pakaiannya sudah berganti.


"Arumi," panggil Agnes lembut yang dibalas senyuman oleh wanita itu.


Arumi duduk di kursi yang ada di depan Agnes. kini hanya meja yang menjadi penghalang mereka. "Semua ini berkatmu, Agnes. aku sangat berterimakasih atas kebebasan ini," ucap arumi tulus.


Agnes mengangguk. "Bukan hanya aku, banyak orang yang berjasa atas kebebasanmu ini, Arumi," ucap Agnes lembut.


Arumi mengangguk. "Ada apa?" tanya arumi menatap Agnes.


"Arumi," panggil Agnes lembut.


"Iya," jawab arumi pelan.

__ADS_1


"Kau ingin hidup bebas tanpa ikatan dengan keluarga Nagara, bukan?" tanya Agnes pelan.


Arumi mengangguk. "Rasanya aku akan tenang jika tidak berhubungan dengan keluarga Nagara, Agnes," jawab arumi yakin.


"Kalau begitu ayo lakukan itu," ucap Agnes tulus.


"Maksudmu?" tanya arumi heran dengan pengacaranya itu.


"Aku kabur dari rumah, Arumi. Demi Allah, aku tidak mau menikah dengan bintang. semua ini terjadi karena paksaan dari ayahku dan kakeknya bintang," juga Agnes jujur memberitahu Arumi.


"Agnes," panggil arumi menggenggam lembut tangan Agnes.


Agnes tidak membalas dengan suara namun dia memberi tatapan sebagai jawaban dari panggilan Arumi.


"Turuti ayahmu, nes. Jangan hanya karena aku, kamu melawan ayahmu sendiri. cukup waktu menjadi pengacara ku, sekarang sudah bukan lagi, kan. kamu berhak untuk berhubungan dengan siapapun termasuk bintang," ucap arumi mencoba memberi pengertian kepada Agnes.


"Bukan hanya kamu alasanku untuk tidak ingin menikah dengan bintang, arumi. Kami tidak saling mencintai, dan aku punya pilihan sendiri yang akan aku ajak hidup bersama sampai tua, Arumi," jawab Agnes menatap arumi sendu.


Arumi menatap dalam mata Agnes, dan memang sebuah kejujuran atas apa yang baru saja Agnes sampaikan.


"Seumur hidup itu lama, arumi. dan menikah dengan orang yang tidak tepat, akan membuat kita sengsara seumur hidup," ucap Agnes lagi lembut.


Arumi setuju, apa yang Agnes sampaikan memang benar. Seumur hidup itu terlalu lama untuk pasangan yang tidak kita cintai dan tidak mencintai kita.


"Aku mau kabur," jawab Agnes singkat.


"Aku tidak akan kabur jauh, aku hanya tidak ingin berada dalam satu neraka dengan Harun," ucap Agnes lagi menjelaskan.


"Neraka?" tanya arumi bingung.


Agnes mengangguk. "Rumah yang dulunya adalah surga, kini terasa seperti Neraka karena kejahatan Harun dan kelicikan yang tiada hentinya," jawab Agnes tanpa pikir panjang.


"Agnes," panggil arumi lembut.


Agnes berdehem.


"Pasti ada sisi baik dari ayahmu. Sejahat nya orang tua, walau sedikit pasti ada kasih sayang untuk anaknya. Perjodohan yang dilakukan oleh ayahmu kepadamu, barangkali adalah bentuk peduli yang diimpikan oleh gadis lain yang tak memiliki orang tua," ucap arumi lembut menatap Agnes.


"kamu gak bakal ngerti, rumi," jawab Agnes sendu.

__ADS_1


"tidak semua orang tua itu baik, dan tidak semua suami itu tulus dengan istrinya, dan tidak semua ayah itu adalah cinta pertama anak perempuannya," lanjut Agnes dengan mata berkaca-kaca.


Arumi menghela nafas pelan. Mungkin dia salah bicara kali ini, dia tidak merasakan bagaimana berada di posisi Agnes malah memberi nasehat untuk wanita itu.


"Aku minta maaf jika membuatmu sedih, nes," ucap arumi tulus.


Agnes mengangguk dan tersenyum. "Kamu sudah bebaskan?" tanya Agnes lagi yang dianggukki oleh Arumi.


"Aku sudah boleh kembali ke rumahku," jawab Arumi. senang.


"Aku ikut, ya?" ucap Agnes memohon.


Arumi menggeleng. "Kehidupanmu disini, nes. Jangan buat susah dirimu sendiri karena ikut denganku," ucap Arumi menolak halus.


"Kamu juga jangan merepotkan diri sendiri dengan pergi sendiri, arumi. bukankah memiliki teman lebih baik daripada kesepian karena sendiri?" ucap Agnes membalikkan perkataan arumi.


Arumi menunduk. "Aku hanya tidak ingin berhubungan dengan masa lalu lagi, nes," jawab arumi pelan.


"tidak semua orang di masa lalu mu itu jahat, arumi. jangan menghilangkan rasa Terimakasih karena sedikit luka sari orang yang tak bertanggung jawab. mungkin aku memang pernah menyembunyikan hubunganku dengan bintang darimu, tapi hubungan kami hanya dasar perjodohan, tidak ada perasaan disana," ucap Agnes menjelaskan.


arumi mengangkat kepalanya dan menatap Agnes dengan mata yang berkaca-kaca. "Apa aku salah jika ingin melupakan kalian semua dan memulai hidup baru dengan anakku?" tanya Arumi.


"Tidak salah, yang salah jika kamu membuat melupakan semua kebaikan kami," jawab Agnes sedikit menyindir arumi agar wanita itu sadar. bukan maksud agnes membuat arumi sakit hati, tapi jika tidak seperti ini maka arumi akan bersikeras untuk pergi sendiri.


Arumi yang tadinya akan menangis kini sedikit terkekeh mendengar sindiran Agnes. sungguh, arumi sangat merasakan ketulusan dari Agnes.


"Kamu mau jadi sahabatku, nes?" tanya Arumi lembut.


Agnes tersenyum. "Bahkan aku sudah menganggapmu adikku sendiri, arumi," jawab Agnes yakin. kedua wanita itu berdiri dan saling berpelukan penuh kasih sayang.


"Pulang sekarang?" tanya Agnes yang dijawab anggukkan oleh arumi.


"Baiklah ponakanku, mulai sekarang aunty yang akan menjaga kau dan ibumu. kita akan jadi manusia tangguh," ucap Agnes mengusap perut arumi.


Arumi tertawa, mungkin memang salah baginya untuk melupakan jasa Agnes dan memutuskan hubungan dengan wanita itu, karena dengan begini dia merasa lebih baik dan tenang.


akhirnya kebebasan ini aku dapatkan.


...****************...

__ADS_1


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**


__ADS_2