
Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
Jantung Hutama berdetak tak karuan mendengar apa yang baru saja Bintang katakan. Dengan segera lekaki tua itu pergi dari sana karena tak ingin membuat Bintang bicara lebih banyak lagi.
Bintang tersenyum miring. "Ternyata benar, gadis itu ada hubungan denganmu, Kakek!" ucap Bintang dan menutup pintu kamarnya kembali.
Bintang segera kembali ke kasur dan mengambil ponsel yang terletak di atas nakas. Tangannya dengan lihai memainkan ponsel untuk mengirim pesan kepada seseorang.
Setelah pesan terkirim, senyum miring terbit di bibir Bintang. "Jika Arumi tidak mau memenjarakan keluarga Nagara, maka aku sendiri yang akan melakukannya," gumam Bintang dengan keyakinan penuh atas apa yang akan dia lakukan.
.....
Sasmita menatap foto USG ditangannya. Ya, wanita paruh baya itu memang pernah sekali membawa Arumi untuk USG saat masih di penjara. Sasmita tentu bisa melakukannya atas bantuan Iskandar. "Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang kuat, Nak. Semoga kamu adalah anugrah bagi bunda kamu, nak," gumam Sasmita sendu.
Ali yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membasuh wajahnya kini berjalan mendekati sang istri.
"Jangan sedih, Nenek," ucap Ali tersenyum mencoba untuk menghibur Sasmita.
Sasmita tersenyum. "Kenapa harus ada kata perpisahan ua, Mas?" tanya Sasmita lirih menatap Ali.
"Perpisahan mengajarkan kita makna pertemuan dan betapa indahnya kenangan, Sayang. Jangan sesali sesuatu yang tak sesuai dengan keinginan kita, barangkali itu yang akan menjadi sumber bahagia kita nanti," ucap Ali menjawab dengan lembut sambil mengusap kepala istrinya yang tidak tertutup kerudung.
__ADS_1
Sasmita tersenyum. "Orang kamu masih terus memantau Arumi, kan?" tanya Sasmita penuh harap.
Ali tersenyum dan mengangguk. "Mungkin dia bukan menantu kita, tapi dia ibu dari cucu kita, aku akan selalu menjaganya walau tidak secara langsung," jawab Ali yakin..
Sasmita tersenyum dan memeluk tubuh sang suami. "Aku bersyukur kamu gak kayak Ayah, mas," ucap Sasmita yang membuat Ali tertawa.
"Aku memang darah dagingnya, tapi setiap manusia memiliki pikiran dan hatinya masing-masing," jawab Ali penuh kelembutan.
"Bintang gimana, Mas?" tanya Sasmita lagi.
Ali menghela nafas pelan.
"Apa kita akan beritahu keberadaan Arumi sama Bintang?" tanya Sasmita menstap ragu suaminya.
"Tapi-"
"Dia memang anak kita, makanya setiap kesalahan yang dia lakukan harus dia selesaikan dengan usahanya sendiri. Kita cukup memberinya semangat dan dukungan, selebihnya biarkan dia bertindak sesuai pikirannya selagi itu masih dalam batas wajar," ucap Ali bijak.
Sasmita tersenyum dan mengangguk. "Tidak tahu akhirnya seperti apa, tapi aku berharap Bintang dan Arumi mendapatkan kebahagiaan."
.....
Arumi menatap Alamat ditangannya. Saat ini wanita itu sudah menaiki bus untuk menuju alamat itu. Arumi. ragu, apakah dia harus kesana atau tidak? Jika nanti Bintang tahu bagaimana? Bukan hal yang mustahil bagi Bintang untuk meminta Agnes memberitahu mengenai keberadaanya.
__ADS_1
Arumi berpikir sejenak, dia menatap juga mengingat uang yang tadi diberikan oleh Tasya. "Sudah cukup mereka susah karena aku, sekarang saatnya kita bangun kehidupan berdua, Nak. Kita susah dulu gakpapa ya, Nak?" gumam Arumi bertanya sambil mengusap perutnya.
Pandangan Arumi beralih pada penumpang yang ada di depannya. Disana, terdapat sepasang suami istri dan juga seorang bayi yang ada di timangan suaminya. Sedangkan istrinya tertidur dengan pundak sang suami sebagai sandaran nya. "aku juga ingin diratukan."
.....
Iskandar dan Angkasa menikmati permainan PlayStation mereka di ruang keluarga. Keduanya sangat menikmati waktu bermain hingga seorang wanita yang merupakan ibu Angkasa, yang saat ini duduk di sofa menggeleng menatap nya. Pandangan Binar, yang merupakan Mama Angkasa mengalihkan pandangannya ke ponsel sang suami saat mendengar notifikasi pesan masuk.
"Mas, ada pesan di ponsel Mas," ucap Binar memberitahu Iskandar.
"Siapa Sayang?" tanya Iskandar.
Binar mengambil ponsel yang ada disebelahnya dan membuka pesan itu. "Bintang," jawab Binar singkat.
"Bintang bilang apa, Ma?" tanya Angkasa yang mendengar jawab Mamanya.
"Aku izin melakukan penggeledahan malam ini, Komandan."
...----------------...
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**
Jangan lupa masukan cerita ini ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya ya teman-teman, dan follow juga akun penulis aku untuk dapatin notifikasi karya baru, terimakasih.
__ADS_1