Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 73


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah arumi dan bintang balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


"Selain murahan, kau juga wanita yang angkuh dan sombong," ucap Hutama bersuara menatap Arumi tajam.


"Aku bersumpah semoga hidupmu selalu susah sampai anakmu sekalipun!"


"AYAH!"


"KAKEK!"


Mereka semua terkejut mendengar apa yang Hutama sampaikan. Begitu benci Hutama sampai dia mengutuk Arumi hingga dengan keturunannya sendiri?


Tangan Arumi mengepal. Dengan seribu langkah dia berbalik menatap Hutama dan berjalan mendekati lelaki itu. "Aku tidak takut dengan kutukanmu! Bukan orang sepertimu yang ucapannya kan terkabul. Dan satu hal yang harus kau ingat, Kakek Hutama Nagara yang sangat terhormat, kau memang orang yang paling terhormat, tapi melihat kelakuan dan ucapanmu, kau tidak lebih baik dari anjing yang menggonggong!"


PLAK


"ARUMI!"


"JAUHKAN TANGAN KAKEK!" ucap Bintang marah menatap tajam Hutama.


Hutama tak peduli, dia semakin mengepal kuat tangannya yang baru saja melayangkan tamparan di pipi kanan Arumi.

__ADS_1


Arumi mengangkat wajahnya yang tertunduk karena tamparan Hutama, beruntung wanita itu bisa menahan tubuhnya karena tak jatuh ke lantai.


"Lepaskan aku!" ucap Agnes yang ingin menolong Arumi.


"Kau jangan ikut campur!" ucap Harun semakin menguatkan pegangan tangannya.


"Jangan sikapmu, Ayah!" ucap Ali yang kini ikut mendekati Hutama dan Arumi.


"Apa yang baru saja Ayah lakukan membuktikan semua yang Arumi katakan, jadi jangan sampai mencoreng nama baik yang sudah ayah bangun sejak lama," ucap Ali menatap tegas Ayahnya itu.


"Mulut wanita itu memang pantas diberi pelajaran. Selain kampung dan murahan, dia juga tidak tahu sopan santun kepada yang lebih tua!" jawab Hutama yang tak mau disalahkan.


Bintang menggeleng tak percaya mendengar apa yang Hutama katakan. Kakeknya itu masih saja tak menyadari kesalahannya.


"Arumi," panggil Bintang lirih.


"Sebenarnya apa yang Kakek inginkan?" tanya Arumi sendu menatap Hutama. Sekuat apapun Arumi, dia tetap wanita yang penuh kasih dan kelembutan.


"Kakek ingin saya menjauhi Bintang, bukan? Tenang, kek, Arumi akan lakukan," ucap Arumi menjeda perkataanya dan beralih menatap Bintang.


"Dengan senang hati saya akan melakukanya," lanjut Arumi yakin dengan pandangan yang tak lepas dari Bintang.


Sedangkan Bintang, lelaki itu menggeleng dan menatap dengan wajah sendu. Begitu bencinya kamu sama aku, Arumi. Batin Bintang iba.

__ADS_1


"Tapi tolong pastikan juga jika cucu tersayang Kakek ini tidak mencari dan mendekati saya lagi," final Arumi dengan menekankan setiap katanya.


Arumi menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh. Sakit di pipinya tidak seberapa, iba hati dan luka batinnya yang membuat Arumi menangis seperti ini. "Saya juga gak mau hidup dengan laki-laki yang keluarganya tidak menerima saya, Kakek. Saya juga tidak akan hidup dengan lelaki yang tidak bisa melindungi saya. Saya sangat sadar diri akan hal itu, tapi tolong jaga cucu kakek untuk tidak mengganggu hidup saya!" ucap Arumi menatap Hutama dengan tangis yang sudah tak bisa dia tahan.


"Arumi," lirih Bintang tak percaya mendengar apa yang Arumi katakan.


"Lepaskan, Bintang! Sudah cukup bagi kamu menyakiti Arumi," ucap Ali tegas.


"Sudah cukup kesakitan nya, sekarang biarkan dia hidup dengan kebahagiaannya sendiri," lanjut Ali yang paham dengan keadaan Arumi saat ini. Lelaki itu tahu semuanya, kehamilan dan kondisi Arumi Ali sangat tahu, tapi sebagai Kakek dari cucunya, Ali hanya melindungi Arumi secara diam. Karena jika sampai Arumi tahu, sudah dipastikan wanita akan menolaknya.


Bintang menggeleng tak terima. Dengan perlahan Bintang mendekati pemilik hatinya itu.


"Lalu bagaimana dengan aku, Arumi? Bagimana aku akan melanjutkan hidupku?" tanya Bintang lirih.


Dagu arumi bergetar karena tangisnya. "Bukan tugasku memikirkan hidup orang lain."


...----------------...


Duuh, jawaban yang tepat sekali Arumi.


Duuuuh, author deg-degan, semoga jantung kalian aman, ya, hehe ✌


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**

__ADS_1


Jangan lupa masukan cerita ini ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya ya teman-teman, dan follow juga akun penulis aku untuk dapatin notifikasi karya baru, terimakasih.


__ADS_2