
HAPPY READING
Agnes mengangkat kepalanya. dahi bintang berkerut bingung melihat wajah agnes yang sedikit sembab dan mata yang merah. Ketara sekali jika Wanita itu baru selesai menangis.
Agnes menatap bintang. “tolong bicara dengan arumi dan sampaikan bahwa perjodohan kita hanya sebatas formalitas di depan keluarga,” ucap agnes menatap bintang dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
“apa maksudmu? Apa arumi tahu jika kau adalah Wanita yang dijodohkan denganku?” tanya bintang terkejut yang dibalas anggukkan oleh agnes.
“bagaimana bisa?” tanya bintang dengan hati yang gelisah. Namun lelaki itu berusaha untuk menunjukkan sikap tenangnya.
“Ayahku yang memberitahunya,” jawab agnes jujur.
Bintang terdiam. “jika pak harun yang memberitahu, mungkin saja itu permintaan kakek yang ingin agar arumi tak pernah lagi berharap denganku,” jawab bintang yang membuat agnes menatap tak percaya pada lelaki itu.
“bagaimana bisa kau memiliki pemikiran yang seperti ini bintang? Tidakkah kau bisa melihat dari sisi lai?” ucap agnes sedikit emosi.
“arumi seorang pembunuh. Jadi aku lebih percaya pada kakekku,” jawab bintang yakin.
“Ya Allah bintang,” ucap agnes tak habis pikir dengan suara bergetar mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh bintang.
“kenapa kau tidak pernah berpikir lebih luas? Kau seorang polisi, tapi kenapa kau seperti ini?” tanya agnes bergetar.
“apa kau melihat bukti kongrit? Apa kau melihat dokumen asli Pendidikan arumi yang menunjukkan bahwa arumi sekolah di sekolah yang sama dengan kintani? Apkah kau melihat sebuah rekaman yang memang menujukkan arumi yang membunuh kintani?” tanya agnes yang membuat bintang terdiam.
“tidakkan? Kau tidak punya semua itu kan? Kau hanya memiliki bukti dari omongan seorang Wanita gila, kakek mu dan juga tim pengacara kalian. Bahkan kau sama sekali tidak melakukan penyelidikan dengan sangat rinci, bintang,” ucap agnes dengan meluapkan emosinya dan air mata yang tidak bisa Wanita itu tahan.
“aku rasa kau mengikuti semua oersidangan. Dan jangan lupa uika arumi terdaftar sebagai alumni sekolah itu,” jawab bintang keras kepala.
“kenapa kau sekeras ini, bintang? Tidakkah kau berpikir jika arumi di penjara karena hubungan kalian? Tidakkah kau pernah berpikir arumi di penjara karena cintanya untukmu?” tanya agnes yang tidak bisa menahan tangisnya.
__ADS_1
Bintang terdiam. Dia berusaha tenang dan mencoba untuk tak terpengaruh denga napa yang agnes sampaikan.
“jika kau memang berpikir seperti itu tidak apa-apa. Tapi aku tetap minta tolong bicara dengan arumi bahwa kita perjodohan kita hhanya formalitas di depan keluarga. Sama sekali tidak ada cinta, bintang,” ucap agnes memohon menatap bintang.
“yakinkan arumi jika memang tidak ada ikatan spesial diantara kita, bintang,” lanjut agnes memohon.
“biar arumi meyakini apa yang dia ketahui, agnes. Tidak ada yang perlu aku yakinkan padanya,” ucap bintang yang sama sekali tak goyah dengan pendiriannya.
“Ya Allah. Sesulit ini meyakinkan lalat bahwa bunga lebih harum dari sampah,” ucap agnes menatap tajam pada bintang.
Bintang mengangguk. “kau benar. dan aku harap kau tidak lupa, bahwa bunga tidak pernah mengharapkan kehadiran lalat, dia lebih menantikan kedatangan seekor kupu-kupu,” ucap bintang menjawab dengan pandangan kosong ke depan.
“aku harap penyesalan akan segera datang padamu, bintang. Aku harap nanti apapun yang terjadi, itu tidak membuatmu gila. Dan akan aku pastikan, kau akan lebih memilih untuk bunuh diri daripada harus hidup dari sebuah penyesalan,” ucap agnes dan langsung berdiri untuk segera beranjak dari meja meninggalkan bintang sendiri di yang masih termenung disana.
Setelah kepergian agnes, bintang tersenyum lirih. “seekor kupu-kupu akan lebih membahagiakan untuk bunga. Bukan aku, hanya seekor lalat yang bisa merusaknya,” gumam bintang dengan lirih.
“tapi kau sudah terlanjur merusaknya bajingan!” maki bintang pada dirinya sendiri dengan menundukkan kepalanya dalam. Lelaki itu nampak sangat putus asa dan bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
Bintang sama sekali tak bisa mengendalikannya. Lelaki itu benar-benar diperbudak oleh pikirannya.
…..
Bintang mengingkari apa yang dia katakan pada agnes. Nyatanya, disinilah pria itu berada sekarang. Di ruang kunjungan untuk bertemu dengan Wanita yang saat ini menjadi pusat pikiraanya. Bintang menggunakan seragam polisinya lengkap. Lelaki itu setelah dari café langsung kesini untuk menemui arumi. setelah berperang dengan hati dan pikiraanya, bintang memilih untuk mebikuti kata hatinya kali ini. Entah apa yang akan dia katakan, yang pasti dia akan bertemu dengan arumi hari ini.
Sedang arumi kembali berpikir siapa yang menemuinya. Mungkin selama di penjara dialah orang yang paling banyak menerima tamu. Entah itu memang wajar atau tidak arumi sama sekali tidak tahu, tapi yang pasti dia hanya perlu menemui orang itu. jika memang harun lagi yang datang, kali ini arumi tidak akan lagi mengeluarkan air matanya.
Sampai di pintu, Langkah arumi terhenti. Tubuhnya terasa kaku. Kakinya terasa sangat berat untuk sekedar melangkah.
Ada apa? Batin arumi bertanya. Disaat arumi bertekad untuk melupakan kenangan dan semua perasaanya untuk bintang, kenapa lelaki itu malah datang kesini?
__ADS_1
Rencana apa yang sudah engkau siapkan tuhan? Aku tahu bahwa tidak baik untuk mempertanyakan takdirmu. Tapi kali ini, untuk apa dia kesini? Batin arumi terasa ingin menjeritkan protesnya.
Arumi menghela nafas pelan beberapa kali. Setelahnya Wanita itu mencoba untuk kembali melangkah mendekat kepada bintang.
Suara kursi yang ditarik membuat bintang mengangkat kepalanya. Lelaki itu menatap arumi yang kini sudah duduk berhadapan dengannya. bintang hanya diam, tapi pandangannya tak lepas dari wajah arumi yang sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu. Pipinya semakin tirus. Pergelangan tangana rumi semakin kecil di penglihatannya.
“ada apa?” tanya arumi buka suara setelah beberapa menit mereka hanya diam.
Bintang tetap diam. Matanya sibuk membingkai setiap inci wajah arumi. Wanita itu tetap cantik namun kali ini dengam versi lebih kurus. Beginilah kelemahan bintang. Arumi tetap cantik baginya bagaimanapun keadaannya.
“jika tidak ada yang ingin disampaikan aku a-”
“apa kabar?’ tanya bintang memotong perkataan arumi.
Arumi terdiam. Setelahnya dia mengangguk menatap bintang. “sangat baik,” ucap arumi menjawab.
“kamu nampak lebih kurus,” ucap bintang sendu.
Arumi terkekeh pelan. “hidup di penjara apa membuat seseorang Bahagia?” tanya arumi bertanya dengan nada yang sedikit menyindir.
Bintang terdiam. Dia merutuki mulutnya yang melontarkan pertanyaan tak penting iitu.
“aku harus menyampaikan sesuatu, arumi,” ucap bintang menatap arumi.
Arumi diam. Dia menunggu kelanjutan ucapan lelaki yang duduk di depannya itu.
“aku dan agnes dijodohkan.”
...****************...
__ADS_1
Semoga menikmati, ya teman-teman. Jangan lupa kasih like dan komentar kalian, biar aku makin semangat, yaa.
Jangan lupa mampir di Instagram aku ya, @nonamarwa_ Kalian bisa melihat postingan-postingan bermanfaat disana dan juga mengenai semua karya-karya ku. Terimakasih ,,,,,,,