Keluarga Untuk Anakku

Keluarga Untuk Anakku
BAB 41


__ADS_3

HAPPY READING


“apa yang ingin kalian sampaikan?” tanya sasmita menatap tasya dan agnes bergantian.


Agnes menghela nafas pelan. “mungkin tante tidak akan percaya, tapi ini adalah kebenaran, tante,” ucap agnes.


“apa?”


“arumi mengandung cucu tante,” ucap agnes tanpa ragu memandang mantap pada sasmita.


Sasmita terdiam. Jantungnya berpacu hebat dengan darah yang tiba-tiba terasa berhenti mengalir dari tubuhnya. Waktu terasa berhenti saat telinganya menangkap rangkaian kata yang disampaikan oleh agnes. “co-coba ulangi,” ucap sasmita ingin memastikan lagi.


Agnes mengangguk. “dengan yakin dan penuh kejujuran saya sampaikan, tante. Arumi mengandung anak bintang,” ucap agnes menuruti perkataan sasmita.


Sasmita memejamkan matanya. Dia mengambil nafas banyak dan membuangnya perlahan untuk meredakan keterkejutan mendengar berita ini. “apakah ada bukti, agnes?” tanya sasmita memastikan kebenarannya.


Agnes mengambil dua benda yang akan dia jadikan bukti untuk membenarkan apa yang dia sampaikan.


Agnes sudah menyangka ini. Sasmita memang tidak akan mudah percaya, tapi dia juga Wanita yang bisa diajak bicara dan bekerja sama. Agnes percaya sasmita bisa bersikap bijaksana dalam hal ini.


“ini tante,” ucap agnes memberikan kedua bend aitu kepada sasmita.


Sasmita menerima. Dengan lekat sasmita menaatap benda pipih dan selembar foto yang memperlihatkan wajah lelaki yang sangat dia kenali.


“itu adalah tespack milik arumi, tante. Saya menemukan ini saat pencarian bukti ke rumah arumi. maksud saya ingin mengambil berkas Pendidikan arumi, tapi saya menemukan ini. Dan foto itu, tante tentu tahu pasti siapa yang ada di foto itu. Kedua bend aini saya temukan di dalam tempat sampah kamar arumi. setelah saya menanyakan mengenai ini pada arumi, arumi memang mengaku jika dia dan bintang memang memiliki hubungan bahkan sampai menghasilkan janin tak berdosa dalam Rahim arumi,” ucap agnes menjelaskan pada sasmita.


Air mata sasmita jatuh begitu saja tanpa bisa dia cegah. Ternyata ini yang membuat aku begitu merasa dekat dengan arumi. ini yang membuat aku begitu menyayangi arumi. cucuku ingin neneknya menyayangi ibunya. Batin sasmita dengan pikiran menerawang mengenai sikapnya terhadap arumi.


“maaf jika apa yang kami sampaikan membuat tante sedih,” ucap agnes.


“kami tidak bermaksud apa-apa, tante. Semua ini demi keadilan untuk arumi. dia sangat pantas mendapat keadilan dalam hidupnya,” ucap tasya menambahkan.


Sasmita menghapus air matanya. Setelahnya Wanita paruh baya itu mengangkat kepalanya untuk menatap agnes dan tasya. “tante sangat malu dengan kalian,” ucap sasmita menatap sendu dua Wanita muda di depannya.


“harusnya tidak seperti ini yang terjadi,” gumam sasmita sendu.

__ADS_1


“tante,” panggil agnes lembut menggenggam tangan sasmita di atas meja.


“ada satu pesan arumi yang harus tante tahu dan tante penuhi,” ucap agnes menatap lembut sasmita.


Sasmita diam. Tapi tatapannya meminta agnes untuk melanjutkan perkataannya.


“arumi meminta untuk menyembunyikan mengenai ini semua, tante. Arumi tidak ingin ada keluarga nagara lain yang tahu mengenai kehamilannya,” ucap agnes.


“kenapa? Cucu tante berhak mendapat kehidupan yang layak dan kasih sayang dari keluarganya, agnes. Terutama dari ayah dan ibunya. Orang tua yang lengkap akan memberikan pertumbuhan yang baik untuk seorang anak, agnes,” ucap sasmita sedikit tak setuju.


“tante tentu tidak lupa bagaimana keluarga nagara. Arumi memiliki alasan untuk ini tante. Dia tidak mau nanti anaknya yang akan menjadi korban. Cukup dirinya saja. Arumi takut jika nanti kakek hutama mengetahui semua ini, maka keselamatan anak arumi dan arumi sendiri pasti terancam, tante,” ucap agnes terus terang yang membuat sasmita terdiam. Entah sasmita akan tersinggung atau tidak, tapi yang pasti dia harus menyampaikan semua ini dengan jelas.


“contohnya saja sekarang ini, tante. Dengan yakin saya katakana kalau arumi adalah korban kekuasaan dari ayah mertua tante. Penjara yang kini arumi tempati, status tahanan yang kini dia terima bukan karena dia membunuh anak perempuan tante. Tapi karena dia dengan berani menjalin hubungan dengan anak laki-laki tante, bintang,” lajut agnes tegas tanpa ragu.


“maaf jika kami harus menyampaikan ini, tante,” ucap tasya menatap sasmita.


“kalian benar. Tidak ada yang salah dari apa yang kalian sampaikan. Sejak awal kasus ini memang tidak ada bukti yang jelas dan pasti. Tapi sebagai Wanita dan menantu, tante tidak memiliki kekuasaan untuk melawan ayah mertua tante. Terimakasih karena kalian sudah memberitahu ini pada tante. Dan terimakasih karena selalu menemani arumi,” ucap sasmita tulus menatap agnes dan tasya bergantian.


“sudah tugas kamu sebagai pengacaranya arumi, tante,” jawab tasya yang dianggukki agnes.


Sasmita mengangguk. “apa yang bisa tante bantu?” tanya sasmita lembut.


“bantu kami untuk mendapat bukti jika arumi tidak bersalah, tante,” ucap agnes memberitahu.


“dengan cara apa? Tante tidak bisa membuktikan apa-apa,” ucap sasmita bingung.


“tante memang tidak punya bukti apa-apa. Tapi tante bisa memberi kami jalan untuk mendapatkan bukti itu,” ucap tasya bersuara.


“katakana caranya,” ucap sasmita yakin.


“bantu kami masuk ke rumah kakek hutama.”


…..


Lepas magrib, sasmita telah sampai dirumahnya. Saat masuk rumah, dia ruang tamu sudah ada bintang, hutama, tyas dan juga suaminya. Sasmita menyalami mertua dan suaminya. Terakhir bintang yang menyalaminya. “maaf sasmita terlambat. Ada kerjaan yang mendesak tadi,” ucap sasmita tak enak dan duduk di sebelah ali.

__ADS_1


Tyas mengangguk dan tersenyum. “iya nak. Ibu dan ayah juga akan berangkat selepas isya,” ucap tyas memberitahu. Niat mereka yang akan pulang tadi sore setelah ashar tertunda karena hutama yang masih memeiliki beberapa urusan di kantor Bersama ali.


“siapa yang akan nyetir nannti?” ucap sasmita.


“ada sopir kantor nanti yang akan bantu ayah,” jawab hutama yang dianggukki oleh sasmita.


“kamu nginap disini, nak?” tanya sasmita beralih pada bintang.


Bintang mengangguk. “iya mi,” jawab bintang lembut.


Sasmita mengangguk. Setelahnya mereka beranjak ke maja makan untuk makan malam Bersama.


Setelah makan malam dan sholat isya Bersama, hutama dan tyas segera melakukan perjalanan untuk kembali ke desa diantar sopir.


Ali masuk ke ruang kerjanya. Sedangakan bintang dan sasmita masih berada di ruang keluarga.


“bintang,” panggil sasmita pada bintang yang fokus pada tablet di tangannya.


“iya mi,” jawab bintang tanpa mengalihkan pandangannya.


“besok kamu sibuk?” tanya sasmita.


Bintang berpikir sejenak. Setelahnya dia menggeleng. “hanya ada beberapa tinjauan ke lokasi kasus yang sudah di tangani, mi. memang ada apa? Mami butuh bantuan bintang?” tanya bintang lembut.


Sasmita mengangguk. “temani mami besok setelah sholat zuhur,” ucap sasmita.


“kemana?” tanya bintang lagi.


“temani mami ke super market.”


“beli perlengkapan rumah? Kenapa gak minta bibi aja, mi?” tanya bintang heran.


Sasmita menggeleng. “mami mau beli susu dan vitamin ibu hamil.”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2