Kembali Muda

Kembali Muda
Pekerjaanku!


__ADS_3

Rin Fedila adalah namaku. Aku anak pertama dari keluarga yang kurang mampu, hidupku pas-pasan. Kalian tau pasti bagaimana rasanya jadi anak pertama, harus menjadi contoh untuk adikadiknya. Sehingga dari setelah kuliah aku mulai mencari pekerjaan kesana kemari. Yahhh orang tuaku bersusah payah menguliahkan ku dan sangat ingin aku menjadi wanita yang sukses dan tidak bergantung pada siapapun. Tentu saja dan secara tidak langsung hal itu sangat membebaniku, otomatis aku harus membahagiakan kedua orangtuaku.


Kini aku bekerja di sebuah perusahaan ternama dikotaku, aku menjadi sekertaris disini. Tapiiiii....... Bosku begitu sangat menyebalkan, dia menyuruhku ini itu dan itu sangat tidak wajar menurutku. Kadang dengan entengnya dia sampai menamparku dan menyiramku dengan air. Aku tau disini tugasku membantu Bos dan bekerja sesuai perintah Bos, tapi ya enggak begini juga.


"kerjaan mu sangat tidak becus, kenapa istriku bisa sampai tau?" Bosku berteriak


"ma...maa.. maaf pak, saya sudah melakukannya dengan hati-hati". jawabku dengan menduduk dan memegang tanganku yang gemetaran.


"tapi buktinya istriku memergokiku dihotel dengan selingkuhanku, atau jangan-jangan kamu bersekongkol dengan istriku". Ucap Bosku begitu marah sampai menamparku.


"ma..maafkan saya pak, atas ketidak becusan saya. Tapi sungguh saya tidak tahu apa-apa tentang istri bapak". Jawabku pelan karena menahan sakit dan airmataku


"sudahlahh, aku sangat muak padamu. Keluar dari ruanganku, gajimu bulan ini saya potong akibat ketidak becusanmu". Jawabnya ketus


"tapiii pak....."

__ADS_1


"KELUAR, atau kutampar kamu". Jawabnya lagi.


Akupun keluar dari ruangannya dan menuju ke kamar mandi menangis terisak-isak. Kenapa hidupku seperti ini, kenapa aku bekerja seperti ini, aku hanya ingin hidup tenang. Pikiranku sudah berkecamuk entah kemana, berbicara yang tidak-tidak atas keadaanku.


"andaikan waktu bisa diulang, aku ingin sekali kembali ke masa lalu, ingin menjadi lebih giat, lebih mengerti keadaan orangtuaku, tidak ingin pacaran kalau bisa, ingin jadi lebih alim, ingin menjadi lebih cantik, supaya tidak diremehkan seperti ini,, ahhhh seandainya". berbicara dengan menangis.


Tibatiba teringat waktu pertama interview di perusahaan ini.


"kamu tidak menarik, tidak putih, tidak cantik, tetapi ingin menjadi sekretarisku?" Pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh Bosku


"baiklah, sepertinya kamu terlalu lugu dan bisa membantu saya, kamu saya terima." Jawab Bosku tanpa menanyakan hal lain lagi


Sambil memukul-mukul kepalaku sendiri "aghhh kenapa aku begitu lugu waktu itu, dan kenapa tidak dari dulu aku merawat tubuhku, apalagi bertemu dengan lelaki yang hanya memandang fisik, ini membuatku sangat terluka".


Akhirnya aku tenang dengan sendirinya dan kembali keruanganku. Tidak terasa waktu kerja sudah selesai, aku segera bersiap-siap untuk pulang. Setelah sampai dirumah aku langsung merebahkan badan di sofa depan televisi, Ibuku sedang memasak didapur dan ayahku seperti biasanya sedang diladang.

__ADS_1


"Sudah pulang nak? sana mandi terus makan malam, kamu belum makan kan? " Tanya Ibuku.


"Iya bu, aku mandi dulu". Jawabku dengan tersenyum walaupun hatiku begitu terluka. Aku tidak ingin ibuku sampai tau dengan keadaanku.


Kemudian aku beranjak dari sofa dan kekamar mandi, setelah itu aku kembali ke dapur dan ayahku sudah pulang. Kemudian kami makan bersama. Setelah itu, aku langsung ijim kekamar untuk tidur, karena hari ini begitu sangat melelahkan dan menyakitkan. Sebelum tidur aku berbicara dalam hati "Tuhan, tolong ijinkan aku merubah hidupku sekali lagi". Menguap menggenggam ponselku didada dan langsung tertidur.


Suara adzan subuh telah berkumandang, terbangun menguap dan menggerakkan badanku. Mencari-cari ponsel ku dan melihat pukul berapa sekarang. 04.35. Aku langsung membuka mata dan betapa terkejutnya aku, kenapa aku tidak dikamarku, atap kamar yang berbeda, aku melihat kesamping dan begitu kagetnya aku melihat teman-teman asramaku pas waktu di SMK.


"aghh gak mungkin, ini pasti mimpi". Sambil mencubit pipiku dan berteriak keras hingga temenku bangun dari tidurnya dan aku terkejut ketika temanku memanggilku


"Rin, kamu kenapa?" ditanyanya salah satu temanku


"Iya itu kan Widya, teman asramaku, tapii... ini kenapa aku bisa disinii, kenapa?" gerutuku dalam hati sambil kebingungan.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


Inilah cerita pertamaku, semoga readers pada suka, jika ada sesuatu yang kurang tolong tinggalkan komentar☺


__ADS_2