
Bulan telah menggantikan matahari, lampu dipinggir trotoar juga sudah menyala terang. Jam menunjukkan pukul 20.00, mereka sudah sampai di Bogor, Rin masih tertidur pulas, Rega melajukan mobilnya menuju hotel yang sudah dia pesan. 10 menit kemudian, mereka sampai diparkiran hotel. Rega memandangi wajah Rin begitu pekat, dia terpesona dengan kecantikan Rin. Rega tidak tega membangunkan Rin yang masih tertidur, jadi dia masuk kedalam terlebih dahulu untuk mengambil kunci kamar mereka, tentu saja kamar mereka terpisah tidak menjadi satu.
Setelah itu dia kembali ke mobilnya lagi, terlihat Rin masih begitu pulas, dia berusaha untuk menggendong Rin dan dibawa kekamarnya. Sangking pulasnya, Rin tidak merasa dirinya digendong oleh Rega.
"enteng sekali badannya, mungkin karena setelah koma, badannya terlihat sangat kurus." gumam Rega ketika menggendong Rin
Direbahkannya pelan diatas kasur yang empuk, diselimutinya, Rega terlihat sangat manis dan begitu perhatian terhadap Rin, dari cara dia membawa dan menggendongnya. Ingin rasanya dia membelai rambut Rin pelan, tapi Rega urungkan, dia masih belum berani menyentuh Rin apalagi disaat Rin sedang tidur. Rega memutuskan kembali kekamar, karena dia berasa ingin memeluknya erat saat ini, kalau tidak segera pergi bisa gawat pikirnya.
----
Matahari masuk dicela-cela jendela yang tidak tertutup kain, Rin bangun lebih awal kali ini, dia kaget kalau sudah berada diruangan yang berbeda, dia tidak sadar kapan sampai.
Mempersiapkan dirinya untuk segera menemui Rega dan survey lapangan. Ponselnya berbunyi, tertulis Rega menelfon, bukannya mengangkatnya tapi dia malah mikir kapan dia menyimpan nomor Rega. Ponselnya berbunyi lagi, kini tanda pesan masuk.
from: Rega
aku tunggu di restaurant hotel lantai 7, cepat kesini kita sarapan terlebih dahulu.
__ADS_1
Beregegas Rin keluar dari kamarnya dan menemui Rega, terlihat Rega sedang duduk menunggunya disana, memakai kaos polo polos, tapi aura ketampanannya masih terpancar nyata.
"pagi pakk." sapa Rin
"pagi, ambillah sarapan terlebih dahulu, setelah itu kita segera ke coffeshop." dibalas dengan anggukan Rin dengan segera mengambil sarapan
Setelah sarapan mereka berangkat ke coffeshop dekat hotel mereka tinggali. Tidak memakan lama mereka sampai di coffeshop. Mereka tidak langsung mengaku dari perusahaan pusat coffeshop, Rega dan Rin memantau terlebih dahulu bagaimana pelayanan di coffeshop cabang bogor ini.
"kamu mau pesan apa?" tanya Rega
"coffe latte, americano dan cake ini, menunjuk cake yang diberi butter manis dan tumpukan coklat diatasnya
Kursi yang mereka pilih menghadap ke taman kecil buatan yang hijau, di coffeshop bogor ada outdoor dan indoor. Tempatnya begitu nyaman pikir mereka, tatanan yang terlihat rapi dan bersih. Buka tepat waktu, seperti tidak ada masalah di coffeshop ini. Tidak perlu menunggu lama pesanan mereka sudah siap diantar dimeja, waitersnya juga ramah dengan senyuman.
"kalau dilihat begini tidak ada yang salah pak." ucap Rin dengan meminum coffelatte yang ia pesan
__ADS_1
"sudah kubilang, panggil aku Rega saja kalau diluar." ungkap Rega, Rin hany menganggukan kepalanya dan tersenyum pasi
"bagaimana rasanya?" tanya Rega
"rasanya sedikit berbeda dengan coffeshop yang lainnya pak, ehh kak. Ini tidak memberikan rasa unik ciri khas perusahaan coffeshop kita." jawab Rin yang kemudian Rega meneguk americanonya
"cobalah ini." diberikannya americano pada Rin yang masih ragu mengambilnya
"kenapa? cobalah, apa kamu merasa jijik?" tanya Rega ketus dan Rin langsung mencobanya
"bagaimana? " tanya nya lagi
"beda pak, seperti ada campuran lain di kopi ini, apa benar mereka menggunakan kopi campuran lain." ucap Rin dengan meletakan tangannya dimeja
"sepertinya begitu, kita harus segera bertemu pemilik coffeshop ini. mereka sudah tanda tangan kontrak dengan perusahaan kita, berani-beraninya mencampur dengan coffe yang lain." ucap Rega marah
"kak Rega jangan emosi terlebih dahulu, aku akan meminta waiters untuk mempertemukan kita dengan pemilik coffe ini." yang langung berdiri menemui waiters untuk bertemu dengan pemiliknya
__ADS_1
Seorang wanita keluar dengan seorang waiters, wanita itu pemilik coffeshop ini. Rin kaget setelah melihat wanita itu, ternyata Wanita ini adalah mantan selingkuhan bosnya yang dulu mengancam akan memberitahukan hubungannya dengan boss kepada semua orang, Rin berfikir mereka sudah tidak ada hubungan dan masalah selesai. ternyata masalah ini selesai karena selingkuhannya meminta sebuah coffeshop.
-BERSAMBUNG-