
Aku harus menemui mas Rino untuk menanyakan semua ini. Kenapa hal ini bisa terjadi, aku sangat bingung dengan ini semua, kenapa semakin rumit begini. Tapi bagaimana cara ku menemuinya, diakan sekarang sudah jadi istri sensei Mita. Apa aku bertemu kedua orangtua mas Rino aja ya. Baiklah, besok aku harus menemuinya pagi pagi, sebelum mereka pergi.
#keesokan harinya
Aku sudah berada didepan rumah mewah kedua orangtua mas Rino. Kini rumahnya juga semakin mewah, tapi aku tidak yakin kalau pak brata masih seorang bupati, mungkin saja gubernur.
Aku menekan bel rumah, pelayan dirumah langsung membuka dan mengenaliku.
"ehh mbak Rini, sudah baikan? silahkan masuk Mbak." ucap bik surti
"tante sama om ada dirumah bik? " tanyaku
"kebetulan Ada non, sebentar saya panggilkan." ucap bik surti
Tak lama kemudian kedua orangtua mas Rino mengahampiriku.
"yaampun sayang, maafkan tante belum bisa menjengukmu. bagaimana keadaanmu sudah enakan?" ucap Mama mas Rino
__ADS_1
"iyaa tidak apa-apa tante. Rini sudah baikan kok tante." jawabku
"tante om, Rin mau menanyakan sesuatu pada om dan tante." ucapku
"iya sayang tanya saja."
Bik surti datang memberi kan minuman dan cemilan
"ini dimakan sayang." ucap tante Nana
"kemarin Rini baru diceritakan sama ibu Rin tentang kejadian penculikan saat itu." ucapku yang langsung dipotong
"aku tidak yakin mengingatnya dengan jelas tante. mungkin tante dan om bisa tolong jelaskan kembali yang tidak diketahui oleh ibuku." ucapku memohon
Tante Nana dan om Brata saling menatap, om Brata akhirnya yang angkat bicara.
"sebenarnya om tidak terlalu paham soal itu, tapi waktu kamu diculik om sudah meminta tolong polisi untuk mencarimu, tapi tidak kunjung ketemu. Lalu Rino datang menemui om, kalau penculikan ini disebabkan oleh Mita." ucap om Brata
__ADS_1
"lalu kenapa mas Rino mau menikahinya om dan malah memilih meninggalkanku." ucapku yang ingin menangis, dan tante Nana mendekatiku untuk memelukku
"tante tahu ini pasti sangat berat untukmu dan Rino sayang. Tante dan Om juga tidak tahu pasti kenapa Rino memilih menikah, pernikahannya pun juga cuman melakukan ijab di masjid, tanpa ada resepsi besar-besaran. Kamu juga tau, om mu ini seorang bupati saat itu, banyak yang mengira bahwa mereka hamil diluar nikah karena tidak ada resepsi, padahal orangtuanya, orang yang penting didaerah ini. Tapi kamu tau kan sayang, mereka berdua belum punya momongan, berati hal itu tidak terjadi. Dan Rino pernah bilang kalau mereka tidak pernah tidur bersama selama 2 tahun ini, alias pisah ranjang. Malah akhir-akhir ini temen tante ada yang melihat Mita keluar dengan lelaki lain." ucap tante Nana
"astagfirullah'lazim. Ini semua salah Rini, tante, salah Rini. Kenapa Rini harus amnesia dan melupakan mas Rino saat itu. Pasti mas Rino menanggung beban yang begitu berat karenaku." ucapku sambil menangis
"ini bukan salah mu sayang." jawab tante
"aku dengar mas Rino kuliah ke Australia ya tant?" tanyaku
"iyaa, Rino tetap pergi kuliah tanpamu, tapi tidak disangka Mita menyusulnya kesana. " jawab tante
Aku semakin kesal dengan sensei Mita, dia sungguh kejam. Aku yakin ini semuanya ulah sensei Mita, mungkin saja dia mengancam mas Rino saat itu. Aku harus bertemu mas Rino secepatnya.
"tante, om, bolehkah aku bertemu mas Rino? tolong telfonkan mas Rino, om tante." ucapku memohon
"tentu saja." jawab mereka
__ADS_1
-BERSAMBUNG-