
Mas Rino merasa terlihat sedih.
"bukan begitu sayang maksud mama. Maksud Mama lebih baik Rin dipindahkan saja sekolah diluar negeri bersamamu, toh dia baru kelas 10, dan kamu bilang Rin cukup mahir dalam bahasa Inggris, jadi Mama rasa itu tidak akan masalah." ucap Mama mas Rino
"benar kata Mama mu no." tambah papa mas Rino
"tapii omm.. tante.. Rin nggak mau merepotkan, biarkan Rin sekolah disini saja." ucapku
"kalau kamu tidak mau ikut, aku tidak jadi S2. " ucap mas Rino
"Rin, tante mohon ya sayang, ikut saja. Tuh Rino udah mulai kek anak kecil ngambek gak mau lanjut." ucap Mama mas Rino
"kamu tidak perlu kawatir Rin, ini sudah keputusan om dan tante." ucap Papa Mas Rino
__ADS_1
Akhirnya aku hanya menuruti itu semua. Sebenarnya aku sangat senang dengan ini semua, tetapi disatu sisi aku juga gak enak dan takut terlalu banyak mengubah alurku didunia ini. Bagaimana kalau terjadi apa-apa disana.
"baiklah, kita menunggu kamu bagi rapot terlebih dahulu yaa, habis itu kita urus semuanya untuk keluar negeri." ucap mas Rino
Mama dan Papa mas Rino juga mengangguk menurut dengan itu semua. berarti aku di Indonesia tinggal beberapa bulan lagi.
Setelah selesai makan bersama, Papa mas Rino pamit akan kembali bekerja, walaupun hari ini tanggal merah tetapi tugasnya sebagai bupati masih menumpuk. Sedangkan mamanya akan pergi berkumpul dengan ibu-ibu sosialita, karena sudah ada jadwal dari lama untuk hari ini. Mereka rela meluangkan waktunya untukku, aku sungguh bahagia dengan ini semua.
Aku dan mas Rino juga pamit undur diri. Mas Rino mengajakku kerumahnya, supaya aku tahu tempat tinggalnya katanya. Kami menuju mobil, dan mas Rino melajukan mobilnya. Dia terlihat bahagia dengan ini semua, tersenyum senyum ketika melihatku dan mencium tanganku lembut.
"kita nonton Film aja ya sayang." ucapnya
Aku hanya mengangguk, mas Rino menghidupkan TV nya dan memasukkan hardisk. Dia memilih Film fifty shades.
__ADS_1
"tunggu.. film fifty shades? bukankah ini blue film? apa apaan ini mas Rino." pikirku dalam hati
"mas itu Film apa?" tanyaku sok pura-pura tidak tahu
"hanya Film luar negeri sayang."ucapnya dan kemudian duduk disampingku
Aku diam tidak memberi jawaban apapun, sebenarnya aku tau itu film apa, tapi kalau aku sampai membahasnya bahwa aku tau bisa gawat, bisabisa dia meledekku habis habisan.
Kursi di ruang TV lebar seperti kasur, bisa di ubah menjadi kursi dan ranjang, dia duduk disampingku dan menyandarkan pundaknya padaku.
Film sudah mulai, aku degdegan dengan adegan-adegannya, dimana dia bisa dapat film ya, apa dia downoald sendiri. Aku jadi keingat semasa kuliah suka mendownoald drama korea, sekarang jadi pengen downoald drama korea lagi.
"ohh jadi ini film fifty shades yang pertama, aku belum pernah menontonnya." gumamku
__ADS_1
diawal film masih biasa saja, belum terlalu hot kwkwkwk tapi aku tetep degdegan karena menontonnya sama cowok kwkkw. Akupun gak tau bagaimana kelanjutannya ini, apakah ikut seperti film apa tidak.
-BERSAMBUNG-