
#REGA POV
Tepat sebulan yang lalu, Rega mendapat telfon dari bibi nya yang menangis untuk membantunya.
Terhubung
"halo bibi, ada apa?" tanya Rega
"ga, tolongin bibi ga." ucap bibi Ratna sambil menangis
"bibi kenapa? Kenapa bibi menangis? Apa paman berulah lagi?" tanya Rega cemas
"bibi, sudah tidak tahu harus bagaimana lagi ga, bibi hanya bisa minta tolong padamu, tolong cari tahu siapa selingkuhan pamanmu sekarang?" mohon bibi Ratna yang sudah menganggap Rega seperti anaknya karena dia hingga saat ini belum mempunyai anak, hanya Rega yang dapat dipercayai dan diandalkannya
"iyaa bibi tenang saja, Rega pasti bantu." jawab Rega
"kamu harus segera mengambil alih perusahaan, biar pamanmu selalu dirumah, dia juga sudah tua seumuran ayahmu." jawab Bibi
"itu urusan nanti bi, yang terpenting kita cari tahu selingkuhan paman yang sekarang." ucap Rega yang begitu kesal dengan pamannya, Ayah dan pamannya tidak beda jauh samasama suka mempermainkan wanita, hanya bedanya pamannya selalu baik dan sayang dengan bibinya, beda dengan ayahnya yang bersikap kasar. Rega sangat benci dengan lelaki seperti ini, hingga membuatnya lajang sampai kini dan malas menyukai wanita takut akan berujung seperti kedua lelaki yang dikenalnya. Tiba-tiba dia teringat wanita pertama yang disukainya semasa SMK. Rega memukul kepalanya pelan, tidak ingin lagi memikirkan wanita itu, biarkan dia bahagia pikirnya. Rega memanggil sekertarisnya untuk menyelediki pamannya.
__ADS_1
#Sehari Kemudian
Sekertarisnya sudah mendapatkan informasi kalau pamannya sudah memesan Hotel malam ini. Rega langsung menghubungi bibinya mengenai informasi ini. Bibinya menangis tersedu-sedu, Rega hanya bisa mengelus dada, malam ini dia akan menemani bibinya menemui pamannya.
#Malamnya Di Hotel
"kamu tunggu disini saja ga, biar bibi yang masuk kesana." ucap bibi
"baiklah, kalau ada apa-apa Rega menunggu disini." jawab Rega
Tidak ada 20 menit, wanita selingkuhan itu keluar dengan rambut acak-acakkan dan bibinya memarahi pamannya untuk segera pulang.
"terimakasih ya ga, kamu pulang lah, bibi akan segera pulang dengan pamanmu. Jangan lupa Besok pagi kita kekantor pamanmu untuk mengurus semuanya."
Rega menarik nafas lega karena sudah clear masalah perselingkuhan, yang jadi masalah sekarang dia harus menggantikan pamannya sedangkan dia juga seorang direktur di perusahaan ternama, tapi dia tidak bisa menolak bibinya.
#Keesokan Harinya
Rega dan Bibi Ratna berangkat bersama menuju kantor pamannya, sebelum masuk ruangan terlihat dari belakang wanita berjalan memasuki ruangan pamannya.
__ADS_1
"wanita itu siapa bi?
"ohh itu sekretaris pamanmu, nanti dia juga akan jadi sekertarismu. Dia yang membantu pamanmu mengurus perselingkuhan ini." jawab bibi santai
"kenapa bibi begitu santai, karyawan seperti itu harus dipecat." ucap Rega marah
"tenanglah, kita duduk dulu, bibi akan jelaskan." ucap bibi
"kamu tahu kan bibi dari keluarga tidak mampu, nahh sama seperti wanita itu sekertaris pamanmu, bibi tahu bagaimana rasanya menjadi tulang punggung keluarga, kesana kemari demi mendapatkan uang receh, jadi bibi tidak tega memecatnya, malah bibi merasa kasihan padanya, setiap hari didesak oleh pamanmu, dimarah, hingga dipukul gara-gara masalah keluarga bibi dan paman. Kamu tahu kenapa dia bertahan? Yaa demi menghidupi kedua orangtuanya." ucap bibi
Rega hanya terdiam mendengar penjelasan bibinya. Dia merasa bibinya begitu sangat baik, sampai memperdulikan karyawannya walaupun sudah membantu hal yang tidak baik seperti ini.
Pintu ruangan pamannya sudah terbuka, wanita itu menahan Air matanya dan memegang pipinya yang terlihat merah. Dia tidak menyangka kalau sekertaris pamannya adalah Rin wanita yang disukainya semasa SMK. Rega tidak percaya, Rin mau melakukan hal seperti ini.
"lihatlah, dia pasti habis ditampar pamanmu." ucap bibi yang Iba
"bi, Rega sudah menentukan keputusan, pokoknya Rega harus mengambil alih perusahaan." ucap Rega yang sudah berpikir bulat ketika melihat Rin, dia tidak tega wanita yang disukainya tersiksa, sebenarnya Rega masih menyimpan rasa pada Rin hingga sekarang.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1