
#Rega POV
"kenapa Rin memutar balik arahnya, dia mau kemana?, sepertinya dia benar-benar terpukul akan kejadian ini." gumam Rega
Rega mengikuti Rin hingga ke atap. Diatap ternyata sudah ada Sir Rino. Jadi, Rega memberhentikan langkahnya hanya melihat dari jauh, dia penasaran apa yang akan terjadi.
"kenapa ada guru itu disini?" gumamnya
Rega belum tau bahwa Rin hanya akan latihan berpidato bahasa Inggris untuk hari senin. Tiba-tiba Rega dikejutkan dengan adegan yang tak pernah ia duga, Sir Rino menuntun Rin untuk menyender dibahunya. Rega hanya mengepalkan tangannya geram.
"aishhh kurang ajar guru itu, apa aku kesana saja dan memukulnya. agh itu hal yang bodoh. aku tidak rela Rin berada dipelukannya." gumam Rega lirih dan memikirkan cara.
"apa aku foto aja mereka, terus foto mereka kutunjukkan ke Ayah, pasti dia akan dipecat. Yaa aku foto saja." gumam Rega sambil mengambil ponsel nya untuk mengambil gambar
Ayah Rega adalah kepala Sekolah disini, karena itu dia berlagak sok terhadap yang lain. Setelah menggambil gambar dia turun dari gedung dan menemui ayahnya.
knock. knock. knock...
"masuk." terdengar suara dari dalam
Rega membuka pintu dan langsung bertemu ayahnya.
"kenapa kesini ga, tumben sekali." tanya Ayahnya yang sekaligus kepala sekolah
"yahh..." terpotong
__ADS_1
"panggil Ayah pak kepsek kalau disekolah nak." ucap Ayahnya
"baiklah.." ucap Rega
"pak, saya mendapatkan info yang bapak harus tau." sambil menunjukkan gambar yang Rega ambil
"siapa ini? " tanya ayahnya
"itu Pak, guru rese itu pacaran di taman, peluk pelukan." ucap Rega
"jaga ucapanmu ga, harus sopan terhadap guru." jawab ayahnya
Rega hanya mengangguk dan menjawab lesu "itu sir Rino pak, guru bahasa Inggris." jawabnya
"tapii yang cewek jangan dihukum ya yah, ehh pak, hukum aja gurunya, pecat sekalian. " ucap Rega
"saya nggak bisa asal pecat hanya masalah ginian, nanti saya panggil mereka berdua, memberi mereka peringatan." jawab Pak kepsek
"jangan pak, jangannn. Yaudah lah pak, biarkan saja mereka, nanti Rega yang awasi, kalau ada macam-macam disekolah lagi nanti Rega lapor. Untuk saat ini jangan ya pak. Rega mohon dari segi anak Ayah nih bukan murid." jawab Rega merengek
"baiklah, kamu awasi saja. Asalkan kejadian itu disekolah." jawab ayahnya
"siap yah, saya balik kelas dulu." ucap Rega
Rega merasa gagal, jadi dia mencari cara lain agar Rin dan Sir Rino bisa jauh.
__ADS_1
"apa aku ancam Rin aja ya? dia pasti takut, tapi aku keliatan jahat banget." gumamnya "ahh bodoamat lah".
Ketika dia berjalan keluar dari kantor, Rega melihat Rin berjalan arah kekelasnya. Rega mengikuti Rin dari belakang. Rega melihat aksi Rin yang membujuk Tita agar mereka baikan.
"baik banget sih kamu Rin, kenapa kamu harus baik sama cewek kayak gitu. Aghh aku jadi tidak tega mau mengancamnya." gumam Rega
Rega kemudian bersembunyi karena melihat Rin akan keluar dari kelas. Rega hanya melihatnya duduk didepan kelas dengan menangis. Rega merasa geram terhadap Tita yang sudah membuat Rin menangis tersedu-sedu.
"ga, lu ngapain disini." Tio tiba-tiba datang sambil menepuk pundaknya
"aghhh ***, kira gua siapa bikin kaget aja lu. Shhttt diamm, gua lagi memperhatikan Rin." jawab Rega
"ngapain lu disini, kalo lu suka, sana samperin apus air matanya." ucap Tio
"oiya bener juga." jawab Rega
"kadang-kadang lu jadi bego kalau masalah cewek." ucap Tio
"tapi kalau gue kesana, sama aja kek guru rese itu dong, nggak mau ah." jawab Rega lagi
"guru siapa?" tanya Tio penasaran
"ehhh minggir-minggir sembunyi Rin mau arah sini.." Rega dan Tio sok pura-pura pergi kekantin sedangkan Rin tidak melihat mereka karena hanya menunduk dan sibuk mengusap air matanya
-BERSAMBUNG-
__ADS_1