Kembali Muda

Kembali Muda
Mudik 2


__ADS_3

Aku ingin memulai pembicaraan tetapi lebih cepat keduluan Sir Rino.


"bapak asrama mu ramah ya?" ucap Sir Rino


"yaa begitulah sir. " jawabku


"kamu udah makan? kita makan dulu yuk2, tadi aku belum sempat makan dan perjalanan kita lumayan Lama." ucap Sir Rino


Aku hanya mengangguk, tidak enak menolak ajakannya. Daripada dia kelaparan kan ya, lebih baik makan dulu. Sebelum makan Sir Rino berhenti ke pom untuk mengisi bensin dan membeli makanan ringan dimarket dekat pom. Setelah itu mencari makan siang. Sir Rino mengajakku ke cafe kecil tetapi terlihat cantik. Aku belum pernah melihat cafe ini sebelumnya.


"kamu belum pernah kesini kan? " tanya Sir Rino


"belum sir, aku malah baru tau kalau ada cafe bagus daerah sini." ucapku


Kemudian Sir Rino mengajakku turun, ketika didalam pegawainya memanggilnya boss.


"boss? apa sir Rino pemilik cafe ini?" pikirku


Kami memilih tempat duduk diatas, karena cafe ini berlantai 2. Aku mencoba menanyakan apa yang ingin kutanyakan sedari tadi.


ketika mau bertanya...


"mau pesen apa?" tanya sir Rino


"apa aja Sir, manut, yang enak menurut sir Rino, saya kan belum pernah kesini." jawabku


"okelah kalo begitu." jawab Sir Rino meninggalkanku untuk memesan makanan


"aghh pertanyaan apa yang ingin pertama kutanyakan yaa." pikirku


Sir Rino kembali dengan tangan hampa, mungkin nanti akan diantar oleh waitersnya. Akupun memberanikan diri untuk bertanya


"Sir..." panggilku

__ADS_1


"panggil aku mas aja ya kalau diluar sekolah." pinta nya


"enakan Sir Rino, sungkan saya Sir kalau manggil mas." jawabku lugas


"udah panggil mas aja. " pintanya lagi


Dengan terpaksa aku mengiyakannya.


"Sir mau nanya. ehh maksudnya mas." ucapku


"Iya tanya aja." jawabnya


"yang pertama Sir rino, duhhh mas Rino anak bupati kah?. yang kedua, mas pemilik cafe ini?" tanyaku penasaran


"hahaha untung cuman dua. kenapa tanya gitu." jawabnya


"yaa penasaran aja." jawabku lagi


"iya aku anak bupati, kenapa? kamu minder?" jawabnya


"buat apa diumbar-umbar, nanti aku malah sulit bergaul. Contohnya kek kamu tadi bilang minder dekat samaku. Itulah salah satu alasannya." jawabnya sambil menyentuh tanganku sebentar


"terus jawaban kedua." tanyaku lagi


"belumm, masih proses pindah nama. Ini awalnya punya temenku terus dijual, jadi mas beli, begitu." jawabnya


"aaa gituu." ucapku


Kita masih mengobrol, tak Lama kemudian makanan diantar ke meja kami, dan kami makan terlebih dahulu. Ternyata yang dipesan Sir Rino makanan korea semua, wahh ternyata ini cafe ala korea. Akhirnya aku menemukannya disini, aku kangen ttoebboki dan bibimbap.


"kamu suka kan?" tanya Sir Rino


"suka banget, apalagi bibimbap. Aku suka makan sayur Sir." jawabku bahagia

__ADS_1


"tuhkan Sir lagi." jawabnya sok merengek


"Iya...iyaaa mas." jawabku


"nah gitu dong, ayok dimakan." ucapnya


Kami segera makanan hidangan lezat ini, semuanya ludes habis, aku nggak malu malu untuk menghabiskannya. Sir Rino hanya tersenyum senang melihatku makan banyak. Setelah makan, kami menuju mobil dan berjalan arah pulang. Diperjalanan aku sempat bertanya-tanya tentang dia kuliah dan aku pura-pura menanyakan universitas yang bagus tuh yang mana, padahal aku udah tau, kan aku dari masa depan. hihihi


"mas dulu kuliahnya dimana?" tanyaku


"aku kuliah dimalang, di univ xxxx." jawabnya


"wah keren, itukan termasuk univ terbagus masalah keguruan." jawabku


"mas Rino nggak pengen lanjut S2 po?" tanyaku lagi


"belum ada pikiran." jawabnya


"ihh sayang lo mas........" belum selesai


"apa kamu bilang sayang?" ledeknya


"ihh bukan, maksudku sayang kalau nggak lanjut, apalagi prospek kedepan pasti akan lebih tinggi, dan tenaga S2 banyak dibutuhkan." jawabku


"wahhh ternyata pikiranmu bagus juga ya." pujinya


"hemm bisa aja kalo muji."


"kenapa nggak coba cari beasiswa keluar negeri, nanti Rin bantu deh cari infonya." ucapku, karena dulu aku juga ingin beasiswa diluar negeri, sudah cari Info tapi ada hal yang tidak bisa ditinggal jadi aku memilih bekerja


"kalau mas keluar negri, kamu sama siapa? entar kamu berpaling lagi." ucapnya


"tenang aja mas, aku nggak berpaling kok." ucapku langsung diam menutup mulutku karena spontan menjawab seperti ini. aku merasa malu dengan jawabanku. "oh God, apa yang barusan aku jawab." gumamku dalam hati

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2