
#Back to Office
Aku masih kaget melihat kak Rega ada diruangan bossku, dan tadi apa yang dia bilang? Bossku itu pamannya, dunia ini emang begitu sempit. Kalau ceritaku bersama mas Rino benar adanya, berarti kak Rega juga mengenalku saat ini, aku harus bersikap bagaimana ini.
"kamu lihat apa? kenapa kaget begitu, kamu kira saya hantu." ucap kak Rega
"eumm bukann kak, ehh maaf maksudku pak." jawabku
"tapi kenapa kakak,... duh maksud saya pak Rega kenapa disini?" tanyaku gelagapan
"apa kamu belum dengar dari karyawan kantor? kalau saya sekarang yang menjadi direktur disini, pimpinan kamu. jadi surat pengunduran diri kamu saya tolak." ucap Kak Rega tegas
"tapii paakkk... saya tidak mau diperalat lagi, untuk melakukan hal yang tidak sepantasnya." jawabku
__ADS_1
"apa kamu pikir saya seperti pamanku? seharusnya sih kamu saya pecat tanpa repot-repot mengajukan surat pengunduran diri, tapi bibiku yang memaksaku agar kamu tetap bekerja disini. bibiku emang mempunyai hati yang baik. jadi saya tidak bisa menolak perintah bibi saya, kamu saya tolak untuk mengundurkan diri. ucap kak Rega tegas
"tapiii ini kan hak saya pak untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini." jawabku juga tegas
"apa kamu tidak merasa bersalah membuat hati bibi saya sakit selama bertahun-tahun? ini karena ulahmu membantu pamanku untuk berselingkuh. dan kamu lihat, bibiku masih sangat perduli padamu tidak ingin aku memecatmu, sebenarnya aku sangat muak melihatmu, ternyata kamu mempunyai hati yang busuk." tanya kak Rega dengan nada dingin padaku
Aku hanya terdiam, aku memang merasa sangat bersalah pada Bu Ratna sudah membuatnya menderita. Disatu sisi aku merasa sakit hati juga dihina kak Rega memiliki hati yang busuk, memang sikapnya selalu kasar dan dingin tidak pernah berubah dari dulu. Aku harus bagaimana? apa aku bisa betah satu kantor dengannya.
"karena kamu diam, saya anggap kamu setuju dan tidak mengundurkan diri seenakmu saja. Dan kamu harus tau, kamu harus menebus kesalahanmu pada bibiku dengan membantuku membuat perusahaan ini menjadi lebih maju. buat bibiku bahagia." ucap kak Rega
"ini kerjaan pertamamu hari ini dari saya, crosscheck ulang dokumen ini, dengan data ini, saya tidak ingin ada kesalahan, dan hari ini harus selesai." ucap kak Rega
"OMG, ini dokumen bejibun amat, apa dia selama sebulan ini tidak bekerja." ucapku dalam hati saja, tidak berani mengungkapnya
__ADS_1
"baik pak." jawabku padanya serta mengambil dokumen dan meninggalkan ruangannya begitu kesal.
"gilasiihhh ini hari pertamaku kerja, apa dia tidak tau. aku habis koma sebulan kenapa tidak pengertian sekali, paman dan keponakan sama saja." gerutuku sambil memeriksa dokumen-dokumen ini
#di dalam ruangan Rega/POV
Rega mondar-mandir merasa bahwa dirinya terlalu ketus dan kasar pada Rin. Rega sadar kalau kata-katanya tadi pasti membuat Rin sakit hati. Dia tidak tahu harus bersikap bagaimana didepan Rin, sebenarnya dia ingin menanyakan apakah Rin sudah baik-baik saja, tapi dia malah memakinya dan memberi tugas yang begitu banyak, dia merasa begitu kejam. Apakah bisa ini disebut dengan cinta. Rega memukul kepalanya pelan akan sikap bodohnya tadi,
"aghh bodohnya akuu, kenapa aku memiliki sikap yang begitu kasar." gumam Rega mondar-mandir dan melihat Rin dari kaca ruangannya yang sedang fokus meng-crosscheck dokumen tadi.
"dia pasti merasa tertekan dengan ini, aghhhh aku harus bagaimana? atau aku minta maaf saja? tapi aku tidak ingin Rin tahu kalau aku masih menyukainya. aghhhhh...." gumam Rega yang marah-marah dengan dirinya sendiri
__ADS_1
-BERSAMBUNG-