Kembali Muda

Kembali Muda
Tatapan Sinis


__ADS_3

Sudah waktunya istirahat, Rin masih melanjutkan pekerjaannya. Rega masih mondar-mandir merasa tidak enak. Rega keluar ruangan niatnya ingin mengajak Rin makan siang, badan dan mulutnya seperti tidak bisa diajak kompromi, wajahnya pun tidak menoleh sama sekali pada Rin, hanya melangkah lurus dengan tatapan dingin. Rega merasa kesal dengan dirinya sendiri.


"dingin banget jadi boss." gumam Rin


Rega masih merasa kesal dengan dirinya sendiri saat berada dikantin perusahaan, dia menjadi tidak selera makan. Rega pun memutuskan untuk kembali lagi keruangannya tanpa memakan makanannya.


#


matahari sudah mulai tidak terlihat, Rin masih fokus dengan dokumennya yang banyak, sedangkan rega menunggunya diruangannya sampai selesai. Karyawan yang lain sudah mulai tidak ada dikantor, tinggal Rega dan Rin yang masih stay dikantor.


Tak lama kemudian, Rin sudah menyelesaikan tugasnya, dia melihat jam tangannya sudah pukul 10.00, dia melihat apakah bossnya sudah pulang, saat dia membuka pintu ruangan Rega tertidur karena menunggu Rin.


"aku sibuk mengerjakan tugas ini sendiri, dia enak-enakan tidur." gumam Rin kesal melihat Rega tertidur


"ehhmmm... ehmmmm." kode Rin agar Rega terbangun


"aghh iyaaa,, bagaimana?" tanya Rega gelagapan


"saya sudah selesai meng-crosscheck dokumennya pak." ucap Rin


"apakah ada kesalahan? " tanya Rega


"sepertinya ini ada satu shop pengeluaran dan pemasukannya tidak balance selama 2 bulan terakhir pak." ucap Rin


"itu shop cabang mana? " tanya Rega, yapp perusahaan ini adalah perusahaan yang menyediakan biji kopi segar dan membuka coffeeshop dibeberapa daerah, perusahan paman Rega ini cukup maju

__ADS_1


"cabang bogor pak. saya akan menjabarkan pemasukan dan pengeluaran mereka 3 bulan terakhir untuk perbandingan, bulan pertama pengeluaran untuk pembelian biji kopi sebanyak 10 pack dengan total harga 2.500.000, dan pemasukan mereka 5.080.000. bulan kedua mereka hanya membeli 8 pack dengan total harga 2.000.000, sedangkan pemasukan mereka tidak terlalu jauh dengan bulan pertama yaitu 5.000.000. Di bulan ketiga ini, mereka hanya membeli 5 pack total harga 1.250.000 dengan pemasukan 5.200.000. Lebih besar dengan pemasukan sebelumnya. Ini tidak sesuai dengan pengeluaran mereka pak, ada dua opsi kenapa ini bisa terjadi pak, mereka mengurangi jumlah coffee dalam minumannya, atau membeli coffee di perusahaan lain." ucap Rin dengan jelas


"apa harga itu cocok dengan data yang saya kasih tadi?" tanya Rega


"iyaa Pak, saya sudah memastikannya." jawab Rin


"kalau begitu, Besok kita harus pergi ke coffeshop cabang Bogor itu." ucap Rega


"kita berdua pak?" tanya Rin kaget


"iya, kenapa? kamu tidak mau?" tanya Rega lantang


"bukan begitu pak, tapi kita kan punya pegawai yang biasa mengecek dilapangan pak." jawab Rin dengan menunduk


"baiklah pak." jawab Rin lemas


"setelah ini kamu mau kemana?" tanya Rega


"langsung pulang pak." jawab Rin


Rega melihat Jam tangannya


"pulang bareng saya aja, ini sudah larut malam." ajak Rega


"tidak apa-apa pak, saya pulang sendiri." jawab Rin

__ADS_1


"segera ambil tasmu ayo pulang, ini sudah malam." ucap Rega


Rin mengikuti ajakan Rega, karena emang ini sudah malam dia juga takut dijalan jika terjadi apa-apa, apalagi Rin pernah diculik jadi masih ada rasa trauma.


##


Mereka sudah tiba didepan rumah kedua orangtua Rin, ada mobil lain didepan rumah. Saat Rega dan Rin turun dari mobil ada seorang pria keluar dari rumah bersama orangtua Rin, ternyata itu Rino.


"wahh, itu nak, Rin sudah pulang." ucap Ibu Ida pada Rino


"kenapa ada dia disini sih." gumam Rega kesal


"kok baru pulang Rin? " tanya Rino


"iyaa mas, ada banyak kerjaan jadi lembur." jawab Rin


"kok kamu diantar sama dia?" tanya Rino dengan nada yang tidak enak


"ohh ini pak Rega, pimpinan diperusahaan, karena aku pulang kemaleman jadi diantar pak Rega pulang." jawab Rin


"yakinn niat kamu cuma antar pulang?" tanya Rino ketus pada Rega dan mereka saling adu tatapan dingin



RINO

__ADS_1


__ADS_2