
"ehmm aku tidak jadi ke jakarta kak." ucap Rin
"kenapa?" tanya Rega
"tidak apa-apa kita langsung pulang saja." jawab Rin
Rega hanya tersenyum geli melihat tingkah Rin, terlihat sekali kalau Rin berbohong buat menghindarinya dan Rino. Rega memaklumi hal itu, kalau saja hal ini dialaminya, pasti dia juga akan bimbang.
#satu bulan telah berlalu
Kini hubungan Rega dan Rin semakin dekat, yapss antara boss dan karyawan. Rega belum berani mengungkapkan perasaanya. Begitupun dengan Rin yang masih menganggap Rega sebagai bossnya, walaupun ada timbul rasa yang special didalam dirinya. Namun pikirannya masih berputar-putar pada Rino, perasaan rasa bersalah dan sebagainya. Apalagi baru-baru ini Mita ketahuan selingkuh didepan Rino, sepertinya pernikahan mereka tidak akan berjalan lama lagi. Hal ini membuat hati dan pikiran Rin bimbang tak karuan.
Hari ini Rin diminta Rega untuk survey langsung ke coffee shop daerah Yogyakarta, yang masih dekat dengan kantornya, karena itu dia berangkat sendiri menggunakan mobil kantor.
Coffeshop di Yogyakarta cukup ramai, karena sasarannya adalah mahasiswa, jadi tempat nya di tata seideal mungkin. Terlihat dari parkiran berjejer rapi motor dan mobil disamping dan didepan shop, cukup ramai pikirnya. Berjalan menuju pintu masuk dan mencoba memesan pesanan andalannya yaitu coffee latte. Rin dipinggiran kaca, yang dapat melihat area luar, tak lama dari itu pesanan pun datang.
Rin masih menikmatinya meminum segelas latte pesanannya, dia belum ingin menemui pengelola coffee shop ini. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang sepertinya masih lebih muda darinya mendekatinya.
"mbak, boleh ganggu sebentar gak?" tanya pemuda itu
"ada apa ya?" tanya Rin
"ginii mbak aku abis kalah main game, itu temen-temenku yang ada dipojok disana, hukumannya aku disuruh foto sama mbaknya yang lagi sendirian. boleh gak mbak?" tanya pemuda itu membuat Rin mengingat masa kuliah nya dulu juga, betapa manisnya masa kuliah masih bermain kesana kemari bareng temen-temen main game seperti ini.
__ADS_1
"Mbak... gimana Mbak? kalau gak mau gak papa Mbak. hehhehe." ucap pemuda itu
"kalo aku mau diajak foto, dapat apa nih aku." ledekk Rin pada anak muda itu
"hemm apa yaa mbakk, minuman mbaknya kubayarin dehh." jawabnya
"kan ini udah kubayar tadi." ledek Rin lagi
"Aduh apa yaa mbak." ucapnya sambil garuk-garuk kepala
"hahha kamu lucu sekali, gimana kalau aku juga ikut bermain sebagai gantinya. heheheh." ucap Rin yang sudah sangat rindu suasana muda nya
"bolehh mbak, malah lebih bagus. heheheh. tapi kita selfie dulu ya mba, nanti aku disuruh cari orang lagi." jawab pemuda itu dan mereka langsung selfies
"panggil aku Rin saja." ucap Rin kemudian berdiri mengikuti Arga yang sudah membawakan gelas latte nya.
"guys, perkenalkan namanya Rin, dia kuajak bergabung bermain bersama kita, bagaimana?" tanya Arga
"wahhh mantapp sii kamuu ar, bisa bawa Mbak cantiknya kesini." ucap temannya
"boleh.. boleh.. sini mbak gabung." ucap teman yang lain
__ADS_1
"hehhe maaf ya jadi ikutan gabung." ucap Rin
"gakpp mbak daripada sendirian disana nggak enak. hehhe." jawab teman arga lainnya
"lahh mbaknya kesini sendiri? kukira lagi nunggu pacarnya." tanya mereka lagi
"hehe aku biasa sendiri. " jawab Rin
"gass ar.. gass.. Kenya mbaknya belum ada pacar." ledek mereka
Setelah itu mereka mulai bermain lagi, Rin sangat menikmati permainan ini, hingga lupa apa tujuan utamanya. Hampir 30 menit mereka bermain, dan bagusnya Rin gapernah dapat hukuman.
Ponsel Rin tiba-tiba berbunyi, dilihatnya Rega menelfon kemudian dimatikan. Ada pesan masuk juga, saat dibuka ternyata dikirimnya foto Rin yang sedang asyik bermain bersama anak-anak muda itu. bunyi pesan masuk lagi.
from: kak Rega
"kamu ngapain disitu, bukannya survey malah kumpul."
Rin jadi celingukan kesana kemari mencari Rega, dia melihatnya samarsamar seorang duduk didekat jendela seperti Rega. Berjalan mendekat kearah Rin, dan benar saja itu Rega. Rin agak kawatir takut dimarahi karena tidak bekerja dengan benar pikirnya. Rega berdiri didekat bangku mereka, tanpa berbicara, Rin juga hanya menunduk, hal itu membuat rombongan arga bingung.
"mas Rega ngapain disini?" tanya Arga kaget yang membuat Rin kaget juga karena Arga mengenal Rega.
Rega tetap berdiri diam dan matanya tertuju pada Rin yang terlihat bingung dan kaget, kemudian tertunduk karna dipandangi Rega. Seolah-olah rombongan Arga menjadi paham akan hal ini.
__ADS_1