
Aku masih terdiam kaku, seperti tidak siap menonton film ini. Beberapa menit kemudian adegan yang tidak kuinginkan muncul dan aku pura-pura kaget menepuk pundak mas Rino.
"OMG, ini film apaan mas? kamu sengaja ya ngajak nonton film ginian?" ucapku purapura sok gak tau
"ini bagus sayang, gak sehot itu kok, cuman diawal aja heheh." jawabnya
"sering yaa nonton ginian kamu mas." ucapku
"cowok mah wajar sayang." jawabnya lagi
"ini berati aku nggak wajar sayang." ucapku menekann
"hehehe." dia hanya merenges tetap melanjutkan nonton
Aku mengikuti alur film ini, "gilaasiihh, kalau sampe aku ketarik gimana ini". pikirku tegang dalam hati
__ADS_1
Tiba-tiba mas Rino meraba punggungku pelan dan aku tersentak untuk memajukan badanku.
"tuhkaann dia kegodaa, lagian ngapasihh nonton ginian." pikirku lagi, yahh padahal seneng sih bisa berduaan
"apa -apaan ini pikiran dewasa ku mulai keluar lagi." gumamku
"kenapa sayang? " tanyanya yang tiba-tiba dengan nada lembut menggoda, matanya tertuju padaku seperti ada yang diinginkannya
Mas Rino mendekatkan wajahnya dengan wajahku dan langsung mengecup dan melumat bibirku pelan. Aku terdiam kaku tidak menolak, menerima seperti alur yang berlalu. Entah tombol apa yang dipencetnya, kursi kami yang buat bersandar seperti menurun akan berubah menjadi kasur. Mas Rino masih melumat bibirku pelan dan aku mulai membalasnya. Ketika sudah berbentuk kasur, aku ditindih oleh badannya yang kekar, dia mulai melumat bibirku penuh nafsu dan liar. Nafsuku jadi ketarik oleh mas Rino, kini kita sama-sama bernafsu. mas Rino memegang pipiku lembut hingga turun keleher dan akan membuka bajuku. Aku langsung mendorongnya.
"kenapa sayang? boleh yaa?kalii ini aja." rayunya
Bajuku sudah terbuka, dia menurunkan pandangannya dan mulai menciumi dadaku. Rasa nikmat mulai terasaa, mas Rino seperti sudah Pro ketika memainkan dadaku. dan aku mendesah kerass.
"aahhhh. ahhh... ternyata raa.. ahhh sannya seperti ahhhh." ucapku
__ADS_1
"enakk kan sayangg hmmmm." ucapnyaa
Dengan keliarannya mas Rino ingin menyentuh daerah feminis ku, aku menolaknya, aku belum ingin melakukan itu, aku masih kecil pikirku.
"kenapa sayang? nanti enak kok, lebih enak dari ini, mas akan keluarin seluruh tenaga untuk memuaskanmu." ucap mas Rino
Aku menggelengkan kepala "aku belum ingin yang seperti itu mas." ucapku sambil memeluknya agar mas Rino berhenti
"baiklah sayang, maaf kalau mas memaksamu." membalas pelukanku dan mengelus rambutku lalu mencium keningku.
Kegiatan itu sudah terhenti disini, karena aku menolaknya. Kami hanya tidur sambil berpelukan. Aku tidur dibahunya dan pelukannya yang begitu nyaman, hingga membuatku tertidur. Kami tidur bersama. Ini pertama kali aku tidur dengan laki-laki, karena dimasa itu aku hanya sibuk bekerja tanpa memikirkan laki-laki, walaupun sudah banyak temanku yang menikah saat itu. Ternyata begini rasanya berada dipelukan seorang yang kita cintai sungguh nyaman.
Tak terasa aku tidur begitu lama, aku dibangunkan dengan aroma masakan yang begitu menggoda. Ternyata mas Rino sudah tidak disampingku, aku bangun menuju dapur. Ternyata sayangku sedang memasak. Aku menyapanya dan memeluknya dari belakang.
"udah kangenn yaa?" ucapnya menggoda dan membalikkan badannya lalu mengecup bibirku lagi.
__ADS_1
-BERSAMBUNG-
JANGAN LUPA UNTUK LIKE NYA YA READERS😍😘