
#REGA POV
"syukurlah kamu mengerti arti tatapanku Rin." ucapnya dalam hati
Rega melihat mereka berdua pergi meninggalkannya kearah rooftop. Hatinya terasa sangat gelisah dan penasaran, apa yang sebenarnya Rin dan Rino bicarakan. Duduk, berdiri, duduk, berdiri, berjalan mondar-mandir, itu yang Rega lakukan didalam kamar hotelnya. Sangking gelisahnya dia memutuskan untuk ke rooftop, melihat apa yang mereka lakukan. Sesampai di rooftop, Rega merasa hatinya terasa dipukul batu begitu keras, melihat Rino memegang tangannya, tapi dia tahan itu dan mendengarkan semua yang mereka bicarakan, sampai akhirnya Rin dipeluk oleh Rino. Kini perasaannya makin berkecamuk tak menentu, dia bingung harus melakukan apa, haruskah dia mundur untuk mendapatkan hatinya Rin, atau bagaimana.
Dia menganggap Rino begitu hebat, mau mengorbankan dirinya sendiri untuk wanita yang dicintainya, sedangkan dia sudah melakukan apa untuk Rin. Rega menyalahkan dirinya sendiri, kenapa disaat Rin terpuruk saat itu, dia tidak mendekatinya dan menghiburnya, malah menjauhinya tanpa sebab, lebih memilih egonya sendiri.
Kembalilah Rega kedalam kamarnya, mengambil kunci mobil. Dia berasa ingin pergi meninggalkan Rin disini bersama Rino, tapi ia urungkan. Betapa kekanakannya pikirnya, kalau dia sampai meninggalkan Rin. Rega mengambil sekotak rokok yang selalu ia bawa dan meminum minuman keras, walaupun digunakannya hanya saat dia terpuruk dan stress, saat ini lah dia merasakan keterpurukan itu. Meminumnya tanpa pikir panjang, sampai dia merasa mabuk saat itu.
Memikirkan apakah dia pantas untuk Rin yang dulu telah meninggalkannya tanpa sebab, sedangkan Rino memilih mengorbankan nyawanya hingga kebahagiaan nya demi menyelamatkan Rin.
#END REGA POV
__ADS_1
Rin sudah mulai menenangkan tangisnya, dan melepaskan pelukan Rino. Entah kenapa pikirannya kini ada Rega, walaupun dia sangat merasa bersalah pada Rino, yang telah mengorbankan kebahagiaan dan nyawanya.
"agh apa yang kupikirkan." ucap Rin dalam hati
"kamu sudah baik-baik saja?" tanya Rino sambil tersenyum dan dibalas dengan anggukan
"ayo mas kita kembali kekamar, aku ingin istirahat dan ada hal yang ingin kulakukan." ucap Rin
Rino menyetujuinya, mereka pun turun dan kembali kekamarnya masing-masing. Rin keluar dari kamarnya, melihat Rino sudah kembali kekamarnya. Ia mengetuk pintu kamar Rega, Rega berjalan sempoyongan kearah pintu dan membukanya. Rin berada didepan pintu, terlihat kaget melihat Rega sempoyongan yang kemudian ambruk dipelukannya.
"kamu begitu cantik.. hheehe." ucap Rega merenges-renges
"kak Rega kenapa? kok mabuk-mabukan seperti ini." tanya Rin kawatir
__ADS_1
"aku mabuk? tidak aku tidak mabukk.. aku hanya.... emm merasa kalau aku sangat tidak berguna untukmu." jawabnya
"sudahlah kak, kakak istirahat saja." Mencoba menyelimuti Rega, namun Rega kembali duduk seperti ingin muntah, dan benar saja Rega muntah mengenai baju Rin dan baju Rega
"omaigatt kak Rega, bajukuuu... huhuhu." teriak Rin kesal
Kekesalan Rin hanya sampai disitu saja, dia melihat Rega seperti memang lagi begitu banyak beban, hingga Rega mabuk seperti ini. Rin memindahkan Rega ke sofa dan mengganti baju Rega yang terkena muntahan, serta mengelap wajah dan badan Rega yang kotor. Dia mengambil kaos Rega yang masih di koper dan memakaikannya. Setelah dia kembali kekamar nya terlebih dahulu untuk mengganti pakaiannya, lalu mengganti seprei kamar Rega yang terkena muntahan, karena ada beberapa hotel yang menyiapkan seprei double didalam lemari.
Selesai membersihkan dirinya, Rin kembali kekamar Rega. Saat Rin masuk kedalam kamar, Keringat dingin bercucuran didahi Rega, ditempelkan tangannya di dahi Rega, ternyata Rega demam, meringkih kesakitan. Dirangkulnya lagi Rega yang sempoyongan kekasur dan memberinya air minum. Ia mengambil kain dan air untuk mengkompres Rega, Rin sangat kawatir tiba-tiba Rega sakit, dan meringkih terus, seperti mimpi buruk. Tangan Rin digenggam erat oleh Rega secara tiba-tiba.
"jangan pergi, jangan pergi." ucap Rega yang terihat gelisah dan masih mengeluarkan keringat dingin
"aku disini, tidak akan pergi." jawab Rin membalas genggaman Rega
__ADS_1
Rin menjaganya dengan sepenuh hati, sampai dia tertidur disamping kasur Rega.
-BERSAMBUNG-