
Ada rasa bahagia dan sedih yang kurasakan saat kembali ke dunia masa depanku. Disini aku sudah tidak bisa dekat lagi dengan mas Rino, padahal kami sangat mencintai, ternyata didunia ini aku kalah start dengan sensei Mita, mereka telah menikah. Aku harus bagaimana, aku juga akan menghadapi kekejaman bossku lagi.
Ponselku berdering, tertulis bossku menelfon.
"baru juga ku pikirkan, sudah nelfon saja." pikirku menyebalkan
Terhubung
"Halo, selamat siang pak." ucapku
"saya dengar kamu sudah siuman, saya tunggu kamu dikantor tiga hari kedepan, gunakan 3 hari untuk memulihkan diri, saya rasa cukup karena kamu sudah tidur terlalu lama." ucap bossku
"baik pak, terimakasih." jawabku
Terputus
Aku tidak ingin ditindas bossku lagi, lebih baik aku mengundurkan diri saja dari kantor ini saat aku kesana. Aku ingin hidup bebas dan bekerja sebagaimana mestinya. Terdengar suara pintu kamar pasienku terbuka, ayah dan ibuku menemuiku.
"bagaimana sayang, sudah enakan?" tanya ibuku
"alhamdulillah sudah bu, Rin rasa sudah bisa pulang hari ini." ucapku
"tapi kenapa raut wajah Ayah dan Ibu sedih?" tanyaku ku
__ADS_1
"maafkan kami nduk, selama kamu koma, Ayah menggunakan tabunganmu untuk membayar rumah sakit, dan itupun masih kurang, malah tadi dibayarin sama nak Rino. Ayah dan Ibu merasa tidak enak." ucap Ayah
"tidak apa-apa yah, Rin baik-baik saja, terimakasih sudah merawatku. Rin janji akan segera mengumpulkan uang lagi dan mengganti yang sudah dibayar sama mas Rino." ucapku
"maafkan Ayah yang tidak bisa mencukupimu, kamu masih sakit pun harus memikirkan hal ini." ucap Ayah
Aku memeluk mereka dan menunjukkan aku baik-baik saja. Aku sudah boleh pulang, jadi ibu membereskan pakaianku untuk dibawa pulang, ternyata mas Rino masih menunggu kami dan sekalian mengantar kami kerumah. Aku melihat mobil mas Rino masih sama, seperti mobil yang kita berdua gunakan setiap harinya, walaupun sekarang sudah berbeda yang duduk disampingnya adalah sensei Mita. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, hanya aku yang mengenang kenangan indah ini sendirian.
Didalam mobil, kami hanya diam belum memulai percakapan, Ayah dan Ibu terlihat lelah sehingga mereka tertidur. Jarak rumahsakit dan rumah kami lumayan jauh, Aku mencoba memulai pembicaraan ini.
"mas Rino dan sensei mita sudah berapa lama menikah?" tanyaku
"sudah 2 tahun." jawab mas Rino
"kami belum dikaruniai anak hingga saat ini." jawab sensei Mita
"ohh maafkan aku." jawabku yang merasa tidak enak
"tidak apa-apa. " jawab sensei mita
"apakah sensei mita mengingatku, dulu aku siswi mu sens, waktu kelas 10." ucapku
"lah iyakah? malah sensei tidak ingat." ucapnga rada ketus
__ADS_1
"ohh iyaayaa, dunia ini dan dunia kembali mudaku kan berbeda." pikirku sedih
"tentu kami masih ingat, kamu siswi terpintar dalam bahasa Inggris di SMK." ucap mas Rino
"ha?? bagaimana bisa?" ucapku kaget, karena setahuku aku tidak bagus dalam bahasa Inggris
"masss... udah deh jangan mengingat masa lalu." ucap sensei
Aku hanya tersenyum dan berfikir, apa maksud mereka, masa lalu, pintar bahasa Inggris. Ahhh paling mereka hanya bercanda karena aku bukan ahli dalam bahasa Inggris.
Setelah perbincangan itu, kami hanya diam tidak berbicara lagi. Kami sudah sampai dirumah orangtuaku, kami semua turun, mas Rino dan sensei juga ikut mampir. Setelah semua sudah didalam, mas Rino dan sensei berada diruang tamu ditemani Ayah Ibuku, sedangkan aku beristirahat dikamar. Aku mendengar mas Rino ijin kekamar mandi. Dadaku terasa sesak melihat mas Rino dan sensei Mita, lagi lagi aku tidak bisa berbuat apapun. Pintu kamarku terbuka pelan, ternyata mas Rino masuk kamarku dan menutup pintu dengan meletakan jari telunjuknya kemulutnya tanda tidak boleh berisik. Aku kebingungan akan hal ini.
"kamarmu masih sama yaa, tidak ada yang berubah." ucap mas Rino
"ahh apa maksudnya kamarku tidak berubah, mas Rino kan tidak pernah kemari ataupun masuk kekamarku. ohh mungkin pas aku lagi koma." pikirku
Tiba-tiba mas Rino memelukku erat, seperti merindukanku sejak Lama.
"maafkan aku Rin, yang sudah meninggalkanmu karena kesalahpahaman ini dan malah memilih Mita menjadi istriku." ucapnya sambil memelukku erat
"maksudnya apa ini? aku tidak mengerti. sebenarnya aku didunia apa ini? apa aku sudah gila? atau sebenarnya aku sudah mati? aku sangat bingung." pikirku
-BERSAMBUNG-
__ADS_1