
Pelajaran pertama matematika telah dimulai. Guru menjelaskan kepada kami semua dan diakhir pelajaran kita diberi tugas untuk dikerjakan dirumah. Lonceng istirahat pun berbunyi, untuk kali ini aku hanya diam dikelas mengerjakan tugas matematika, karena aku sangat suka matematika jadi tidak ingin melewatkannya ataupun sampai banyak yang salah.
"ehh sok rajin amat lu Rin". Tibatiba Tita menghampiriku dengan kata-kata yang ketus.
Aku tidak menggubrisnya, tetap fokus pada tugasku. Tapi Tita tetap mengoceh dan mendobrak mejaku. "ihh songong amat sihh lu".
"kamu kenapa sih, aku diem gak ngusik kamu juga disini, sewot amat." Kujawab kasar balik karena sangking kesalnya. Aku masih bingung kenapa Tita begitu benci padaku.
"dasar cewe kampung". Kata Tita
"ehhh ngaca, kamu tu satu desa samaku, satu SD, SMP, SMK. Kamu bilang aku kampung? berarti kamu kampung juga dong? ahhahahhah". Jawabku lagii
"ihh awas ya lu". Titapun tidak bisa berkatakata lagi dan langsung pergi.
"dia tu cemburu Rin, karena kamu pacaran sama Iyan." Cletuk Ika
"haa? seriusan?". Jawabku kaget. "segitunya amat ya, lagian dia udah tau kalau aku udah putus sama Iyan." Tambahku
"iya serius, tapi Iyan kan masih ngejar-ngejar kamu". Jawab Ika lagi
Aku hanya tertawa mendengar ungkapan Ika. Tetapi teman-teman yang lain juga menyetujui kata Ika. Mungkin saja sih ini alasannya, seingatku mereka juga pacaran ketika kelas 12. Tak terasa lonceng pun berbunyi, tanda masuk kembali. Mata pelajaran kali ini Bahasa Jepang, sensei Mita. Sensei juga wali kelas kami. Akhirnya sensei pun masuk kekelas.
"konniciwa gakusei". Sapa sensei Mita
__ADS_1
"konniciwa, sensei Mita." Kami sekelas menjawab
"oiya kalian sudah tau kan, kalau senin depan tugas kelas kita untuk bertugas upacara. Jadi, hari ini kita pilih sama-sama siapa yang akan bertugas." Ucap Sensei
Kemudian Sensei pun memilih kami, yang akan bertugas menjadi pengibar bendera, protokol, pembaca UUD, pembaca janji siswa, pembaca do'a, pembawa pancasila, pemimpin upacara, pidato bahasa jepang dan bahasa Inggris. Akhirnya pun semua telah dipilih, kecuali pidato bahasa jepang dan bahasa Inggris.
"siapa yang ingin mencoba untuk berpidato?". ucap Sensei, tapi kami tidak ada yang mengangkat tangan
"ohiya, Sir Rino bilang Rin bagus dalam bahasa Inggris, beliau request supaya kamu jadi petugas yang pidato." Kata Sensei Mita. "oke pidato bahasa Inggris Rin ya, nanti latihannya bersama Sir Rino". Langsung diputuskan oleh sensei tanpa persetujuanku.
"siapa yang mau berpidato bahasa jepang?" ucap sensei Mita
Tita pun langsung mengangkat tangannya, "saya mau pidato sensei". Ucap Tita
"Hai, sensei." Jawab Tita bangga
"maaf sen, untuk pidato temanya apa ya?" Tanyaku
"emmm yang gak terlalu berat kali ya bullying". Jawab Sensei Mita
"Hai ". Jawabku lagi
"baiklah, karena waktunya sebentar lagi akan habis, saya hanya akan memberikan tugas, kalau kalian tidak selesai mengerjakan, dibawa pulang untuk PR ya." Sensei pun langsung memberikan tugas dan ijin keluar kelas lebih awal.
__ADS_1
"Oiya Rin, kamu dipanggil sir Rino diminta kekantornya. " Kata sensei Mita
"baik sens". Akupun langsung kekantor untuk menemui Sir Rino.
knock... knock.... knockkk "excuse me sir".
"Come in, please". Jawab Sir Rino "please sit down".
"ada apa ya sir?". Tanyaku penasaran, sepertinya aku dulu nggak pernah berurusan dengan Sir Rino, ini kenapa yaa, pikirku penasaran.
"setelah saya liat-liat selama pelajaran bahasa Inggris dikelas, bahasa Inggris kamu itu good enough. Jadi saya ingin menawarkan kamu untuk lomba pidato bahasa Inggris antar SMA/SMK." Sir Rino menjelaskan
"tapi saya rasa, saya masih belum bagus dalam speaking sir dan saya juga menjadi petugas upacara untuk berpidato" Jawabku
"yabagus dong, sekalian kamu latihan sama saya". Jawab Sir Rino lugas
"tapi Sir?. Jawabku
"itu bisa dilatih lagi, karena kamu sudah ada basic nya. Saya sangat ingin mengirim perwakilan, supaya sekolah kita bisa berkembang. Kalau kamu bersedia, besok pas istirahat datang keruangan saya, kita langsung exercise in speech." Jawab Sir Rino sambil memegang tanganku
"duhhh kenapa ini, kenapa sir Rino seperti ini samaku, seingatku dulu gak pernah Sir Rino melihatku". Pikirku dalam hati. Dan tanpa kusadari kita hanya saling menatap diam.
-BERSAMBUNG"
__ADS_1