
1 Tahun Kemudian
Mereka bertiga menjalani satu tahun penuh ini dengan penuh cinta dan kasih sayang. Rin sudah memantapkan hatinya dan paham betul siapa yang dicintainya dan diinginkannya.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan, semua orang berkumpul di satu gedung yang begitu besar. Gedung berwarna putih yang sudah didekorasi dengan bunga-bunga layaknya gedung yang disewa untuk acara pernikahan.
Pelaminan sudah di tata begitu indah, dengan dekorasi dedaunan hijau yang terlihat simple, yaps ini menggambarkan Rin, dia tidak suka yang terlalu mewah. Acara ini hanya mengundang kerabat dekat dan teman kantor.
Didalam ruangan, Rin sedang didandani oleh perias, mengenakan baju putih dengan rambut digulung atas, terlihat sederhana namun aura kecantikannya begitu mempesona. Tak henti-hentinya dia mengusap tangannya dengan tisu, gugup gugup dan gugup saat ini. Tangannya terus lembab karena begitu gugup. Jantungnya berdegub kencang, seakan tidak percaya dia akan melangsungkan pernikahannya segera dengan lelaki pilihannya.
Bahagia tentu terpancar cerah diwajahnya, tak henti hentinya dia tersenyum. Menunggu acara dimulai, dia sangat begitu gugup. Gedung sudah mulai ramai saat ini, riuh dari obrolan sanak kerabat. Keluarga dari mempelai laki-laki juga sudah datang, sebentar lagi acara akan dimulai.
Suara hentakan sepatu pria mengisi ruangan, pria itu memasuki ruangan Rin yang sedang mempersiapkan diri untuk segera kedepan.
"apa kamu gugup?" tanya Rino
"tentu mas, aku sangat gugup, tanganku lembab efek aku begitu nervous." ucap Rin
"jangan gugup, aku juga ikut gugup melihatmu. ayok segera keluar." ucap Rino
__ADS_1
Mereka berdua melangkah keluar, menuju gedung utama dimana resepsi akan dilaksanakan. Didepan penghulu telah siap lelaki yang duduk dikursi, rona diwajahnya begitu gugup saat itu. Rin memberikan senyuman yang begitu manis padanya, tidak disangka-sangka, dia akhirnya menikahi pria ini. Pria didepannya menggunakan setelan jas hitam, yang nampak begitu cocok dan sangat serasi. Dia juga membalas senyuman yang indah pada Rin. Tampak terlihat jelas kebahagiaan yang ada diwajah mereka berdua.
"jangan gugup, segera kesana lah."
"Yuli, tolong dampingi Rin hingga ke tempat duduk ijab kobul." tambah Rino
Rin berjalan diatas karpet merah membawa bunga ditangannya dan ditemani sahabatnya Yuli, berjalan pelan dengan diiringi musik dan suara MC yang menyambutnya, serta tatapan mata tertuju padanya.
Yapss Rega sudah menunggunya duduk didepan penghulu yang akan menjadi saksi keabsahan mereka menjadi sepasang suami istri. Rega berdiri membantu Rin untuk duduk disampingnya.
Saat itulah acara ijab qobul akan segera dilaksanakan. Sebelum itu MC memberikan kesempatan untuk sambutan kepada perwakilan keluarga dari putra dan putri. Kemudian lantunan ayat suci di bacakan dengan begitu merdu.
Acara selanjutnya yang sangat dinantikan, yakni Ijab Qabul, penghulu mengucapkan kata kata yang akan membuat mereka menjadi sah alias resmi. Dan diulangi oleh mempelai pria.
"bagaimana para saksi?"
"SAH"
"SAH"
__ADS_1
"SAH"
"Alhamdulillahirobbil'alaamiin." Penghulu membacakan doa setelah itu
Pemasangan cincin dilakukan setelah ijab qabul, Rega memasangkan cincin berlian itu dijari manis Rin, dan begitu juga sebaliknya. Rin mencium tangan Rega dengan penuh kasih, dan Rega mencium keningnya dengan penuh sayang.
Kini mereka sudah resmi menikah. Hanya ada wajah kebahagiaan didalam diri mereka saat ini. Para keluarga dan tamu mengucapkan selamat dan berfoto ria. Selanjutnya acara lempar bunga, Rin dan Rega memegang bunga itu bersamaan dan dilemparnya kekerumunan di bawah pelaminan.
"1..2.....3......" bunga pun dilempar
Bunga itu berada ditangan Yuli dan Iyan, yaps mereka berdua menangkapnya secara bersamaan. Semua menjadi tertawa bahagia akan hal ini.
"terimakasihh sayangg, kamu sudah percaya padaku dan memilihku menjadi pasangan hidupmu." ucap Rega dengan memegang tangan Rin
"akupun sangat berterimakasih, telah menyayangi dengan sepenuh hatimu." ucap Rin
"bersamamu aku akan lebih bahagia, mari kita habiskan waktu kita hingga tua." ucap REGA
Mereka berpelukan dengan begitu erat, perasaan bahagia menyelimuti mereka. Semua orang menjadi ikut bahagia melihat mempelai yang begitu harmonis dan Romantis.
__ADS_1
-END-