Kembali Muda

Kembali Muda
Membujuk


__ADS_3

Aku menangis dipelukan Sir Rino. Entah kenapa aku terasa nyaman bersandar dibahu yang begitu bidang dan keras. Setelah beberapa menit aku tersadar kalau aku terlalu lama bersandar, aku menghentikan tangisku dan segera mengangkat kepalaku.


"duh gimana ini kalau ada yang liat." gumamku


"I'm sorry sir. " ucapku sambil melihat sekeliling "untung sepi." gumamku


"never mind." jawab Sir Rino dengan tersenyum


"saya permisi Sir." ucapku gelagapan


"loh kok pergi, kamu kan belum latihan." jawab Sir Rino


"ohiyaa ya Sir." jawabku meringis


Sir Rino hanya tertawa melihat tingkahku. Lalu aku melatih diriku didepan Sir Rino, entah kenapa aku lebih percaya diri didepannya tidak ada rasa malu dan aku enjoy berlatih. Setelah dirasa cukup dan sudah baik, seperti biasa aku diminta duduk disampingnya. Jantung ku mulai berdegub kencang, nervous setengah mati, tetapi aku berlagak biasa. Kemudian kami bercerita satu sama lain seperti biasanya. Sir Rino mengajakku untuk berlatih besok.


"maaf sir, sepertinya aku mau pulang siang ini, minggu sore baru balik lagi ke asrama." jawabku


"rumahmu dimana?" tanya Sir Rino


"jalan kenanga, desa Anggrek Sir." jawabku


"kebetulan sekali, aku mau kearah sana. Aku mau menemui bibi yang merawatku dulu ketika kecil, kata ibuku rumahnya didesa anggrek jalan kenanga. Aku sudah lama tidak bertemunya, beliau sudah kuanggap seperti ibuku sendiri. Bareng aku saja ya Rin?" jawab Sir Rino


"ini Sir Rino bohong supaya bisa mengantarku atau emang beneran ya. aaghh kamu ini Rin PD banget." bicaraku sendiri dalam hati


"hemm gimana ya Sir, saya nggak enak." jawabku


"kalau nggak enak ya pijet. hehe." gurau Sir Rino


"nggak usah sungkan gitu samaku, selo aja

__ADS_1


Rin, toh kamu udah pernah bersandar dibahuku." jawab Sir Rino tersenyum mengejek


Aku hanya memanyunkan bibirku kesal karena gurauannya. Gurauannya membuatku terlihat kikuk, bisa jadi wajahku terlihat merah.


"kenapa manyun begitu, pengen ku cium." jawab Sir Rino mengejek lagi


Aku reflek mengangkat tanganku menutup bibirku dan menggelengkan kepala. Aku sangat malu. Bisa-bisanya Sir Rino berbicara seperti itu didepan ku, aku ini muridnya. huftt.


Setelah itu Sir Rino menyuruhku untuk bergabung dengan yang lain dan melakukan gladi resik bersama, tapi aku tidak melihat Tita disana. Kata temen-temen Tita tidak mau berlatih dan hanya menangis dikelas. Kasihan sekali dia.


"yaudah aku panggil Tita dulu ya." ucapku


"ngapain dipanggil sihh, entar dia malah semena-mena sama kamu Rin." ucap Yuli


"udah gapp yul, kita nggak boleh kayak gitu sama Tita." ucapku lagi sambil berjalan menuju kelas


#diruangan kelas


"ini semua gara gara cewek rese itu, aku dipermalukan seperti ini. huhuhu. " teriak Tita sambil menangis dipojok kelas


"ngapain lu kesini, lu mau ngetawain guee, iyaaa?" jawabnya ketus


"enggak kok. Maaf ya kalau aku udah bikin kamu seperti ini." jawabku dengan tulus


"halah nggak usah sok baik deh lu. Pergi dari sini, pergi." teriak Tita sambil menangis


"udah Ta jangan begitu. Ayo kita bangun pertemanan kita dari awal lagi." ucapku


"ogahh gue berteman sama lu. Liat aja keluarga lu nggak akan hidup tenang." jawabnya


"Ya Allah ta, sebegitu bencinya kah kamu samaku." jawabku sambil meneteskan air mata

__ADS_1


"pergi kamu dari siniii... pergiiii." teriak Tita


Aku langsung meninggalkan Tita dan duduk di teras depan kelas dengan menangis. Padahal dulu kita sahabat, tapi entah kenapa Tita tiba -tiba menjauhiku ketika SMP. Tita hanya memakiku dan tidak memberi tahuku apa salahku sampai dia sebegitu bencinya padaku. Sebenarnya sampai dewasa pun Tita tidak memaafkan dan hanya benci kepadaku. Kali ini aku harus mendekati Tita dan menanyakannya, aku tidak mau kita musuhan seperti dimasa depan. Kalau aku sudah berusaha, dia tetap tidak mau memaafkanku, apalah dayaku.


#dilapangan sekolah


"dari mana kamu no." tanya Sensei Mita


"dari atap melatih Rin berpidato. " jawab Sir Rino


"berlatih kok diatap, kamu cari kesempatan ya." jawab sensei Mita mengejek


"eiihh tidak yaa." ucap Sir Rino dengan mata melihat keatas


"kamu tu nggak bisa bohong kalau samaku." jawab sensei Mita


"sebenarnya sakit hatiku no, kamu memeluk Rin tadi." gumam sensei Mita dalam hati


Tidak lama kemudian aku kembali kelapangan, dan melihat Sir Rino sedang berbicara dengan sensei Mita, terlihat jelas bahagia dan tertawa bersama.


"ihh dasar cowok sama aja, semuanya digoda." gumamku


"OMG Rin apa kamu cemburu." gumamku sambil memukul kepalaku dan berjalan menuju lapangan.


"darimana kamu Rin?" tanya Sir Rino


"bujuk Tita Sir, tapi tetap nggak mau kesini, ini semua salahku Sir." jawabku


"yaudah biarkan saya yang membujuknya kamu berlatihlah bersama yang lain. Rino tolong awasi anak-anakku, awas jangan ada yang digoda." sahut Sensei Mita mengejek Sir Rino


"sana pergi.." jawab Sir Rino

__ADS_1


"apaan ini mereka bercanda ria didepanku, ihh ngeselin." gumamku dalam hati tanpa sengaja memanyunkan bibirku lagi


-BERASAMBUNG-


__ADS_2