
Mas Rino tetap tidak berhenti mengejarku hingga kehalaman rumahnya, karena aku tidak mau berhenti akhirnya dia menjelaskan dengan teriak.
"aku melakukan ini semua, karena Mita sudah mengetahui semuanya tentang hubungan kita, pasti dia tidak akan tinggal diam kepadamu, aku takut kamu kenapa-napa." ucap mas Rino dengan teriak dan aku langsung menghentikan langkahku
"Jadi mas Rino melakukan ini semua karena kawatir denganku. Ya ampun kenapa aku seegois ini, sadarlah rin, kamu sudah dewasa." gumamku yang berbicara dengan diriku sendiri
"aku minta maaf karena tidak minta ijin kepadamu dan seperti mengambil alih keputusanmu, tapi bukan maksudku seperti itu." teriak mas Rino lagi
Aku membalikkan badanku dan melihatnya, mas Rino juga memandangku, lalu menghampiriku dan memelukku.
"maafkan aku sayang." ucapnya lembut
"iya mas, maafkan aku juga karena terlalu gegabah." jawabku
"maafkan aku juga karena tidak tahu, hari ini hari ulangtahunmu." ucapku lagi
"tidak apa-apa sayang, kamu sudah memberikan hadiah spesial tadi padaku, aku sangat mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu." ucap mas Rino
Kami berpelukan begitu erat cukup lama. Setelah itu mas Rino mengantarku pulang ke asrama.
#
__ADS_1
Keesokan harinya, kami kesekolah seperti biasa, namun beberapa temanku ternyata sudah mengetahui kalau aku pacar mas Rino. Dugaan mas Rino benar, mereka mulai menggunjingku, karena aku banyak dekat dengan laki-laki.
"tuhh liat kelakuannya, kemarin putus sama iyan, trus baru aja pacaran sama kak Rega, sekarang pacaran sama guru kita, gilasihh yaa, emang ga punya malu tu anak." ucap temantemanku
"iyaaa ihh udah mirip wanita murahan." tambah temanku yang lain
Aku tidak bisa menahan ucapan mereka, kata itu seperti benar adanya, walaupun aku tidak seperti itu. Aku menjalani hari-hariku disekolah seperti kelam kelabu, hanya Yuli yang selalu setia menemaniku. Kini kami sedang berada di taman atap, Yuli mencoba menenangkanku agar tidak memikirkan gunjingan orang-orang.
"kamu yang sabar ya Rin, mereka bisanya gunjingin aja, tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Yuli
"iyaa yul, makasih yaa kamu selalu disampingku ketika Susah maupun senang." ucapku
"aku akan selalu jadi sahabatmu rin." ucap Yuli sambil memelukku
Hari itu aku belum berani mengungkapkan semuanya kepada Yuli, mungkin esok atau lusa aku akan memberi tahunya.
Setelah semua pelajaran usai, mas Rino sudah menungguku dimobil, kini kami pulang bersama. Mas Rino mengajakku kerumahnya, untuk mengurus kepindahan kami ke luar negeri. Sebelum pulang, mas Rino membeli makanan dan cemilan untuk kami.
"sayang, kamu mau nya sekolah dimana?" tanya mas Rino
"mana aja mas, aku manut mas Rino aja." jawabku
__ADS_1
"aku pengennya ke Inggris yang, kalau semisal aku nggak dapat beasiswa yaudah aku gapake beasiswa." ucapnya
"kita usahakan dapat beasiswa ya sayang." ucapku
"tapi kan tidak secepat itu yang prosesnya." ucapnya
"tidak Apa-apa nikmati prosesnya." jawabku
"baiklah, yang penting kamu pindah dulu, urusan beasiswa nanti bisa sambil diurus disana." ucap mas Rino
"iyaa sayang." ucapku
"ihhh tumben panggil aku sayang." ucap mas Rino menggodaku dan aku menjadi malu karena itu.
Lalu aku mengalihkan pembicaraan dengan mencari-cari sekolah mana yang cocok untukku. Akhirnya kami menemukan sekolah mana yang akan kami pilih disana. Setelah itu kita mengurus persyaratan seperti passport dan segala macamnya. Setelah semua kelar mas Rino mengantarku kembali ke asrama.
#
pukul 5 sore, setelah diantar mas Rino aku mandi dan akan keluar membeli keperluan untuk makan malamku. Aku keluar sendirian tanpa ditemani teman asaramaku. Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba ada mobil hitam berhenti didepan dan keluar 3 orang berbadan kekar kemudian menangkapku secara paksa dan dimasukkan kedalam mobil itu. Aku sungguh takut sekali, aku tidak tahu aku akan dibawa kemana.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK LIKEE DAN COMMENTS YA READERS 😘😍