Kembali Muda

Kembali Muda
UPACARA


__ADS_3

#keesokan harinya


Aku segera bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Hari ini aku tidak berjualan pisang karena aku menjadi petugas upacara, jadi kurasa tidak sempat untuk berkeliling.


"guys aku duluan ya, hari ini aku tugas upacara soalnya." ucapku


"iya hati-hati rin." jawab Riska


Berjalan keluar asrama dengan langkah pendekku, menikmati udara pagi yang begitu sejuk. Kurasa aku tak perlu buru-buru karena ini masih pagi banget. Aku dikejutkan suara klakson mobil dari belakangku.


"sayang, ayok masuk. " ucap Mas Rino


Ternyata dia menjemputku lagi, kenapa nggak bilang coba.


"untung aku belum jauh dari asrama. Kebiasaan deh nggak bilang dulu kalau mau jemput." ucapku


"hehe pengen kasih surprise." jawab mas Rino


"gimana udah siap belum nanti buat speech." tanya nya


"I'm really ready." jawabku semangat


#sampai disekolah


"semangat ya sayang speech nya, pasti kamu bisa, jangan nerveous". ucap mas Rino sambil memegang tanganku


Aku mengangguk senyum dan langsung turun dari mobil menuju ke kelas. Terlihat suasana sekolah belum terlalu ramai karena ini masih pagi. Tetapi teman-teman yang bertugas sudah ada yang siap di kelas dan ada sensei Mita juga mengarahkan kami semua. Dirasa sudah berkumpul semua, kami berjalan menuju lapangan dan menunggu bel berbunyi.


kring... kring... kring..


Para siswa/i mulai keluar dari kelas dan berbondong-bondong menuju lapangan untuk berbaris. Lalu disusul anggota guru. Setelah itu sensei Mita telah mengarahkan kami untuk memulai upacara.


"semangat ya Rin, pasti kamu bisa." Iyan mendekatiku dengan menyemangati, Tita yang disebelahku merasa kesal karena Iyan memberiku semangat, sedangkan Tita diabaikan begitu saja.

__ADS_1


Terlihat dari kejauhan geng kece baru memasuki lapangan ketika kami akan memulai upacara, jadi kami menunggu mereka untuk memasuki barisan terlebih dahulu.


"itu bukannya Rin yang bertugas?." ucap kak Tio kepada kak Rega


Kak Rega melihatku dari kejauhan, hingga menyipitkan matanya untuk memastikan. Tiba-tiba dia merampas barisan anak-anak yang berada didepan. Teman-teman yang lain mulai menggerutu "tumben mereka mau baris didepan." gerutu dibarisan


Sensei Mita meminta mereka untuk diam supaya bisa segera dimulai. Mas Rino memandangku dengan tatapan memberiku semangat. Akhirnya protokol membacakan jalannya upacara. Diawali dengan pemimpin upacara memasuki lapangan, terlihat Iyan yang begitu beridiri tegap ditengah lapangan, postur badannya makin terlihat seperti tentara yang gagah. Kemudian pembina upacara menaiki mimbar upacara dan diikuti petugas pembawa pancasila.


"kepada pembina upacara, hormaaatttt grakkkk." teriak Iyan dengan lantang dan mengangkat tangan untuk hormat


"tegappp grak." teriak Iyan lagi


Petugas pengibar bendera telah dipanggil oleh protokol, mereka segera mengabakan untuk bergerak menuju tiang bendera. Setelah bendera dipasang, pemimpin upacara berteriak "kepadaa sang merah putih, hormaatt grak." dan diiringi dengan lagu Indonesia Raya.


"tegappp grak."


Petugas bendera kembali ketempat semula.


Protokol membacakan susunan upacara kembali dengan pembacaan UUD 1945.


"undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945, pembukaaann........." petugas membacakan isi UUD'45 hingga selesai.


Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan janji siswa, petugas membaca janji siswa dan diikuti seluruh peserta upacara. Dilanjutkan dengan pembacaan pancasila. Petugas pancasila melangkah dengan tegap dan memberikan Map kepada pembina upacara.


Sensei Mita membacakan isi pancasila dan diikuti seluruh peserta upacara.


"PANCASILA


Ketuhanan Yang Maha Esa


Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab


Persatuan Indonesia

__ADS_1


Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan


Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonésia


Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu daerah dipimpin grup vocal dan diikuti seluruh peserta upacara.


Kemudian bagian Tita untuk berpidato bahasa Jepang, Tita lumayan gugup jadi sedikit lupa dan terbata-bata.


Kini giliranku, protokol membacakan bahwa pidato bahasa Inggris akan disampaikan oleh Rin Fedila.


"Assalamualaikum ww. Honorable the head master of this vocational high school, Honorable all of the teacher, and unforgettable all of my who I loved. I'm Rin Fedila, I would like to deliver my speech under the title bullying at school. Bullying is unwanted, aggressive behavior among school aged children that involves a real or perceived power imbalance. The behavior is repeated, or has the potential to be repeated, over time. Both kids who are bullied and who bully others may have serious, lasting and problem..........." aku menyebutkan bahwa bullying itu sangat berbahaya dan memiliki banyak jenis.


Setelah aku selesai protokol meminta pembina upacara untuk berpidato. Dilanjutkan dengan membaca doa, kemudian guru diminta meninggalkan lapangan upacara, dan penutup. Peserta upacara boleh meninggalkan lapangan upacara.


Dari kejauhan kak Rega hanya memandangiku dan mulai melangkah mendekatiku.


"keren juga kamu pidatonya. " ucap kak Rega dan langsung meninggalkan ku.


Mas Rino hanya bisa memandangiku kesal dari kumpulan para guru karena kak Rega menghampiriku, sedangkan dia tidak bisa.


"kamu keren banget tadi rin, aku kagum samamu." ucap Iyan


"makasih yan, kamu juga bagus kok." jawabku


Iyan tersenyum puas dengan jawabanku dan mengajakku kembali kekelas. Sebelum kami pergi, sensei Mita menghampiri kami


"kalian luar biasa, sensei kagum, upacara nya berjalan dengan hikmat. Yang biasanya geng kece bikin rusuh saat upacara, pagi ini tidak." ucap sensei


"oiya nanti pas istirahat, sensei mau traktir kalian makan dikantin, jangan telat ya." tambah sensei Mita


Kami berteriak senang karena akan ditraktir.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2